logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 15 Part 2


Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 15 Part 2. Karena usaha ingin mengusir kakek Moon dengan alasan yang tepat, akhirnya Kang Chun dan Yook Do membuat sebuah rencana membuat sebuah kompetisi. Yook DO yang yakin bisa menang melawan kakek Moon menantang kakek Moon bertanding dan siapa yang kalah mereka harus sportif dan keluar dari Bun WOn.



Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 15 Part 2


Karena dibutuhkan satu juri lagi untuk kompetisi antara Yook Do dan Kakek Moon, Kang Chun langsung bertindak cepat mendekati P Im Hae dan meminta bantuan. 


Walaupun sedang dalam masa kompetisi, kakek Moon dengan tenang tidur dan tak ampil pusing. Malah Jung Yi lah yang kelabakan. Dia terus berusaha membangunkan kakek, agar mereka bisa membicarakan tembikar seperti apa yang harus mereka buat untuk kompetisi. 


Kakek Moon kesal karena Jung Yi mengganggu tidurnya. Dia pun berusaha memberitahu Jung Yi kalau apapun yang akan mereka buat, yang akan jadi pemenangnya itu adalah Yook Do, mereka melakukan itu semua hanya semata2 ingin mengusir mereka berdua dari Bun Won. Kakek juga menunjukkan tangannya yang gemetar pada Jung Yi, jadi mustahil baginya untuk membuat sebuah tembikar.


Bukan Jung Yi namanya kalau mudah menyerah, dia ingin tetap berusaha dan dia bersedia membantu kakek Moon dalam pembuatan tembikar.


P Gwang Hae memanggil Kang Chun dan bertanya siapa saja yang akan menjadi juri dalam kompetisi tersebut. Belum sempat Kang Chun mengatakannya, P Im Hae muncul dan berkata kalau dialah yang akan menjadi jurinya. Kang Chun beralasan kalau seharusnya P Shin Song yang merupakan Kepala Bun Won  yang menjadi Juri, namun karena pangeran sakit jadi dia menunjuk P Im Hae sebagai gantinya. Setelah mengatakan semua itu Kang Chun keluar.

(hahhaha... memang harusnya dia keluar, gak enak banget liat dia diantara dua pangeran ini, Kang Chun keliatan bet pendeknya)


P Im Hae kemudian menyinggung tentang tae Pyung yang ikut terlibat dalam kompetisi tersebut.  pangeran dapar menebak kalau adiknya itu khawatir kalau sampai Tae Pyung di keluarkan dari Bun Won. Pangeran Gwang Hae langsung membatahnya dengan mengatakan kalau Tae Pyung nantinya akan menjadi ahli keramik dimasa depan. 

Tapi tetap saja P Im Hae meledek kalau P Gwang Hae sudah jatuh cinta pada Tae Pyung, namun P Gwang Hae belum menyadarinya. P Im Hae kemudian memberi sedikit nasehat yang harus P Gwang Hae renungkan, “ saat dia tidak ada, bukankah itu membuatmu gelisah?”

“Tidak benar. Aku gelisah saat dia berada di dekatku,” jawab P Gwang Hae.


“Di saat dia melakukan pekerjaannya, apakah kau khawatir dia mungkin melukai dirinya sendiri? Atau pingsan di cuaca yang sangat panas ini?” tebak P Im Hae lagi.

“Ya, aku akui khawatir tentang hal itu.” jawab P Gwang Hae akhirnya, dan membuat P Im Hae tertawa senang. “Tapi, tidak hanya dia. Aku khawatir pada setiap pekerja di sini.” Tambah P Gwang Hae. 

Senyum P Im Hae pudar, tapi dia tak begiitu saja menyerah, “ketika kau sedang bersamanya, kau ingin memegang tangannya. Dan kau susah untuk tidak memandang bibirnya. Apakah hal itu pernah terjadi?”

P Gwang hAe sudah kesal dengan semua tuduhan kakaknya, dia meminta kakaknya untuk berhenti membahas masalah seperti itu. P Gwang Hae pun memilih pergi keluar. 


Di luar Pangeran Gwang Hae bertemu dengan Jung Yi, dia bertanya tentang persiapan kompetisi yang dilakukan Jung Yi dan kakek Moon. Dengan raut wajah sedih Jung Yi menjawab kalau mereka belum melakukan persiapan apapun. 

P Gwang hAe menyayangkan semuanya karena yang dia dengar dari kubu Yook Do, alat pemutar tidak pernah berhenti berputar. Tak ingin Pangeran khawatir, Jung Yi berkata kalau dia akan merenungkan tembikar seperti apa yang akan mereka buat. Ingin membantu Jung Yi berpikir, P Gwang Hae menyuruh dia mengikutinya. 


P Gwang Hae mengajak Jung Yi ke gudang penyimpanan, di sana pangeran menunjukkan buku-buku yang berisi koleksi klasik. Para seniman sering menggunakan buku itu untuk acuan, jadi dia pikir Jung Yi bisa menggunakan buku itu untuk mendapatkan inspirasi. Melihat buku yang sebegitu banyaknya Jung Yi bingung, akhirnya dia mengaku pada pangeran kalau dia tidak bisa membaca. 


Tepat pada saat itu, terdengar suara orang akan masuk gudang, tak ingin ada yang curiga, P Gwang Hae langsung menyuruh Jung Yi sembunyi.  Ternyata orang yang masuk gudang itu adalah Yook Do yang datang ke gudang untuk melihat tembikar yang digunakan pada perjamuan tahun lalu. Dengan alasan kalau ada sesuatu yang ingin dia cari terlebih dulu di gudang, jadi dia menyuruh Yook Do masuk lagi diisaat pangeran sudah menemukan barang yang di carinya. Yook Do mengerti dan langsung keluar. P Gwang Hae langsung menyuruh Jung Yi keluar juga, karena tempat itu tidak aman bagi mereka.


Beralih ke tempat Ketua Son yang sedang sbuk mengurus pekerjaannya dengan Hwa Ryung. Tiba-tiba pangeran datang bersama Jung Yi. Ternyata tempat Ketua Son adalah tempat aman bagi mereka mencari ide. 


P Gwang hAe menjelaskan kalau istana akan menggunakan tembikar milik  pemenang dari kompetisi antara Kakek Moon dan Yook Do. Mendengar itu Ketua Son dan Hwa Ryung sama-sama kanget tanpa sengaja mereka menyebut kedua orang itu secara bersamaan. Ketua Son menyebut Ketua Moon, dan Hwa Ryung menyebut Yook Do. Menyadari kalau dia sudah menyebut Yook Do di depan semuanya, Hwa Ryung langsung terdiam.

P Gwang Hae melanjutkan penjelasannya, dia berkata kalau Tae Pyung akan membantu Kakek Moon tapi sampai sekarang dia masih belum mempunyai ide tentang tembikar seperti apa yang akan mereka  buat. 

“Aku ingin membuka matanya. Tolong tunjukkan padanya koleksi barang-barang keramik yang Anda punya.” Pinta P Gwang Hae.


Ketua Son bingun kenapa pangeran jauh2 ke tempatnya, bukankah untuk mencari tembikar bagus, Bun Won lah tempatnya. P Gwang Hae menjelaskan kalau seorang pekerja rendahan sering masuk ke gudang penyimpanan akan menjadi bahan omongan yang lain. Ketua Son kemudian menyerahkan urusan itu pada Hwa Ryung.


Tinggal Hwa Ryung bersama P Gwang Hae dan Jung Yi yang terus memandangi sebuah porselen cantik. Tapi pikiran Jung Yi tak bisa fokus karena dia merasa tak nyaman terus dipandangin oleh P Gwang Hae. 


Jung Yi mengambil salah satu mangkuk yang ada di meja dan melihatnya dengan dekat. P Gwang hAe langsung bertanya apakah Jung Yi akan membuat mangkuk seperti itu. Dengan tak bersemangat Jung Yi menjawab kalau dengan kamampuan memutarnya yang sekarang, dia masih belum bisa membuat mangkung seperti itu.  P Gwang Hae bertanya lagi, kenapa Jung Yi harus mengambilnya kalau tidak bisa membuatnya.

“ Tolong jangan terus mengawasi saya, Yang Mulia. Saya tak bisa fokus pada porselinnya.” Jawab Jung Yi.

P Gwang hAe lalu mengalihkan pandangannya, dan Jung Yi kembali memperhatikan porselin2 itu. Hwa Ryung hanya melihat mereka berdua dan tanpa berkata sepatah katapun. 


Tak ingin menunggu terlalu lama, P Gwang Hae mengambil salah satu cangkir dan bertanya tentang pendapat Jung Yi akan cangkir yang dia ambil. Sebelum menjawab tentang cangkir yang di ambil pangeran, Jung Yi bertanya berapa cangkir yang mereka perlukan untuk jamuan istana itu. P Gwang Hae menjawab, sekitar selusin.

Jung Yi berkomentar kalau dalam jumlah yang banyak itu, berarti mereka harus membuat cangkir yang lumayan rumit itu sebanyak satu lusin, bahkan mereka hanya bisa membuat satu cangkir dalam semalam. 

Untuk meringankan beban, pangeran menawarkan diri untuk membantu. Mendengar itu Jung Yi tertawa, karena dia tahu kemampuan Pangeran Gwang Hae dalam memutar alat putar.


Hwa Ryung tertawa melihat tingkah Jung Yi dan P Gwang Hae. Karena masih belum menemukan tembikar seperti apa yang akan dia buat, Jung Yi memutuskan untuk  pulang. 


Kakek Moon sedang  membuat sebuah mangkuk, dia mendumeli Jung Yi yang baru nongol. Jung Yi beralasan kalau dia pergi untuk merenung seharian tentang bagaimana membuat mangkuk minuman yang baik. kakek Moon lalu bertanya, apakah dia sudah menemukan bagaimana mangkuk yang baik itu. Jung Yi menjawab dengan gelengan.

“Aigo.... kau menyia-nyiakan hari saja.” Kakek Moon mengeluh karena seharia Jung Yi melupakannya. Jung Yi langsung mengatakan bukan seperti itu guru.


Kakek Moon kemudian menunjukkan sebuah cangkir yang langsung membuat Jung Yi takjub. Sekarang balik Jung Yi mengeluh karena kakek tidak memberitahu padanya kalau kakek sudah tahu cangkir seperti apa yang akan mereka buat. Kakek pun tak mau di salahkan, iitu semua karena Jung Yi menghilang seharian. 

“Besok, jangan berpikir untuk menginjakkan satu kakipun ke luar. Bantu aku memutar.” Ancam Kakek. 


Gook Bi datang membawakan sesuatu yang bisa digunakan oleh Kakek Moon untuk membuat tembikar, sepertinya itu adalah larutan yang digunakan pada tembikar. Gook Bi melakukan itu sebagai tanda terima kasihnya pada Kakek Moon, semasa kakek Moon masih menjadi Ketua Bun Won dan dia masih menjadi pekerja rendahan. Dan tentu saja Gook Bi melakukan semua itu tanpa sepengetahuan Kang Chun. 


Setelah memberikan itu, tanpa banyak bicara lagi Gook Bi langsung keluar dan Jung Yi mengikutinya. Jung Yi mengucapkan terima kasih atas bantuan Gook Bi, tapi tetap dengan gaya bicaranya yang sengak pada Jung Yi, Gook Bi menjawab kalau dia melakukan semua itu bukan untuk tae Pyung. 


Kang Chun menunjukkan pada Yook Do cangkir terbaik selama perjamuan di istana. Yook Do lalu bertanya apa dia bisa menang dengan membuat cangkir yang serupa. Dengan santai Kang Chun menjawab kalau Yook Do tidak perlu khawatir tentang menang dan kalah, karena hasilnya sudah ditentukan. 


Jong Soo masuk dan memberitahu Kang Chun dan Yook DO kalau sampai sekarang kakek Moon dan tae Pyung masih belum menentukan akan membuat cangkir sepeti apa. 


P Gwang hAe menemui Raja yang sedang bersama Ratu. Raja bertanya siapa yang akan membuat semua peralatan untuk perjamuan. P Gwang hAe mengatakan kalau siapa yang membuatnya belum ditentukan. Mendengar itu Raja kesal karena Bun Won sepertinya meremehkan perintahnya.

“Di Bun Won, ada seorang pria bernama Moon Sa Seung, dia adalah mantan kepala Bun Won, sekarang dia dan pengrajin Lee sedang berkompetisi.” Jawab P Gwang hAe.

“Jika kau bicara mengenai kepala Moon, bukan kah dia meninggalkan Bun Won karena tangannya yang gemetaran?” tanya Ratu ikut campur. “Seorang pria yang tidak bisa memutar alat putar kenapa di bawah masuk sebagai ahli keramik?” tambahnya.


“Keterampilan Kepala Moon akan segera terungkap.” Jawab P Gwang hAe dengan yakin.

“tentu saja. Dia akan menerima pengakuan jika dia berkompetisi melawan ahli keramik Lee dan menang.” Ucap Raja dan tertawa senang. 


Kita beralih lagi pada kakek Moon dan Jung Yi yang sedang membuat cangkir. Karena kakek Moon tidak mampu memutar, jadi Jung Yi yang memutarnya yang sekaligus mendapat pembelajaran dari kakek Moon bagaimana cara memutar alat putar agar menghasilkan tembikar yang baik. Tanpa mereka sadari, Kang Chu mengintip mereka.


Setelah mengintip, Kang Chun mendatangi Yook Do yang juga sedang membuat cangkir.  Kang Chun memberitahu Yook Do kalau yang berada di tempat alat putar bukanlah Kakek Moon, melainkan Tae Pyung. Mendengar itu, Yook Do menyadari kalau lawan kompetisi dia bukanlah kakek Moon, tapi Tae Pyung. 


Kang Chun lalu mengingatkan Yook Do kalau dia sudah pernah kalah dari Tae Pyung, Yook Do beralasan kalau untuk masalah itu, dia memang belum pernah mendengar tentang serbuk batu. Kang Chun menambahkan kalau yang semua orang tahu, Yook Do lah yang kalah dan alasan adalah dalih.  Dan begitu juga kasus yang ini, yang semua orang tahu Yook Do sedang berkompetisi melawan kakek Moon, jadi jika Yook Do menang, dia akan diingat sudah mengalahkan sang legendaris Moon Sa Seung. 

“Yang Mulia Raja tiba!” terdengar suara pemberitahuan kalau Raja datang ke bUn Won, mendengar itu Kang Chu sedikit terkejut.


Raja mengatakan kalau dia sudah tahu, porselin yang akan di gunakan untuk perjamuan dipilih melalui sebuah kompetisi. Raja memuji keputusan kang Chun, karena sesuatu hal dapat berkembang melalui sebuah kompetisi. Setelah mendengar nama yang berkompetisi dari Kang Chun, raja ingin melihat dua orang itu, dan merekapun langsung disuruh maju ke depan. 


P Im hae memberiahu Raja kalau yang kalah dalam kompetisi itu, hukumannya adalah keluar dari Bun Won. Raja menyemangati mereka untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. 


“Ketua Lee Kang Chun, bawa porselin mereka ketika mereka selesai. Aku secara pribadi akan melakukan penjurian.”  Tambah Raja.


Mendengar itu, Kang Chun dan Yook Do sama2 terkejut, karena rencana yang sudah mereka rancang meleset dari perkiraan. Bukan hanya mereka berdua, P Im Hae juga terlihat tidak senang, karena dia gagal menjadi juri penentu. 


Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

heeee ada juga akhirnya.....semangat yaaa buat lanjutannya... saosan

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger