logo blog
Toko DVD
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis My Unfortunate Boyfriend Episode 1 Part 2



Juri punya dua pendapat, ada yang memilih Hye Mi dan ada juga yang memilih Ji Na. Karena hal itu, jadi keputusan akhir di berikan pada Hee Chul. Saat Hee Chul hendak mengatakan keputusannya, tiba2 terdengar lagi suara Tae Woon dari ruangan penyiaran. Di ruang penyiaran, Tae Woon sudah bersama dengan Ji Na. Dia mengumumkan pada semuanya kalau dia sudah menganggap kematian laba2-nya itu adalah sebuah ketidaksengajaan. Jadi dia tidak akan menuntut siapapun untuk bertanggung jawab atas kematian laba2-nya. Apa yang Tae Woon katakan ternyata adalah permintaan Ji Na yang sudah Ji Na tulis di sebuah kertas. Setelah Tae Woon mengatakan semua yang dia mau, Ji Na pergi diam-diam. Di ruang interview, Hee Chul tersenyum mendengar apa yang Tae Woon katakan. 


Ji Na dengan kekuatan full langsung berlari menuju ruang interview, namun sayang.... di ruangan interview sudah tidak ada siapa-siapa. Seseorang kemudian menghampirinya dan mengatakan kalau Hee Chul memanggilnya. 


Di ruangannya, Hee Chul menyuguhkan teh untuk Ji Na, karena hari ini Ji Na sudah sangat bekerja keras. Setelah apa yang dia lihat dari Ji Na, Hee Chul pun menebak kalau Ji Na punya bakat khusus yang bisa membuat orang lain merasa nyaman. Ji Na hanya menyambut senyuman pujian itu.

“Kau bisa mulai bekerja denganku hari Senin dan......” ucap Hee Chul, namun belum sempat dia menyelesaikan kata2nya, Ji Na langsung berdiri dan mengucapkan terima kasihnya. Tepat disaat itu Hye Mi muncul dan itu membuat Hye Mi dan Ji Na sama2 terkejut. 

“Mari aku memperkenalkan kalian berdua. Peserta lain, Nona Jung Hye Mi. ..” ucap Hee Chul memperkenalkan Hye Mi pada Ji Na. Mendengar itu Hye Mi pun bertanya kenapa ada peserta lain yang diterima padahal yang di butuhkan hanya satu pegawai. Hee Chul menjawab kalau pihak perusahaan sudah mengubah aturannya. Namun pegawai yang baru diterima tidak akan langsung di tempatkan ke dalam kelompok, karena perusahaan akan memutuskannya setelah masa kerja  mereka selama 3 bulan. Jadi selama 3 bulan itu, Hee Chul akan mengawasi mereka berdua dan hanya ada satu peserta yang akan bertahan. 

Setelah mendengar semuanya itu, Ji Na dan Hye Mi merasa tak adil, namun mereka tak bisa berkata apa2 untuk menolak persyaratan itu. Sepertinya nuansa kompetisi antara Ji Na dan Hye Mi sudah berkobar, sampai2 untuk keluar dari gedung kantor saja mereka harus berlomba2. Walaupun Ji Na turun dengan tangga darurat, dia tetap bisa mengejar Hye Mi sehingga mereka keluar gedung dengan waktu yang bersamaan.



Sesampainya di luar gedung, mereka kompak bertanya, “Apa kau terluka ? apa kau baik2 saja?” menyadari kalau mereka sama2 mengucapkan pertanyaan yang sama, mereka pun tertawa. Hye Mi berkata kalau selama 3 bulan ke depan akan menjadi permainan yang menyenangkan untuk mereka berdua. Tepat disaat itu mobil Hye Mi tiba dan da spontan bertanya apa mobil Ji Na sudah datang. Mendengar pertanyaan itu Ji Na terdiam sejenak, karena dia memang tidak punya mobil, tapi dia gengsi mengatakannya. Alhasil dia mengakui kalau mobil yang ada di belakang mobil Hye Mi adalah mobil miliknya. Agar Hye Mi percaya kalau itu adalah mobilnya, Ji Na pun langsung masuk ke dalam mobil. Tentu saja si pemilik mobil yang masih berada di dalam mobil langsung terkejut dengan kemunculan Ji Na. 



“Ada saat-saat dalam kehidupan seseorang ketika orang harus murah hati dan baik. Hanya satu menit.” Ucap Ji Na memohon pada si ahjussi pemilik mobil untuk membiarkan dirinya tetap di dalam mobil sampai Hye Mi pergi. Setelah Hye Mi berjalan pergi, Ji Na pun keluar dari mobil itu, namun sebelum keluar dia berkata pada ahjussi pemilik mobil kalau dia adalah pria terbaik yang pernah dia temui. Si Ahjussi hanya tersenyum melihat tingkah Ji Na itu. 


Ji Na dengan cepat berjalan pergi. Si ahjusii juga keluar dari mobil dan dia langsung di sambut oleh Hee Chul. Euuum... ternyata dia adalah Ketua IM. Waduuuh.... gimana nih kalau Ji Na tau siapa yang sudah dia tumpangi itu. lucu banget pastinya itu ntar.

Sebelum Ketua dan Hee Chul masuk ke gedung, Ketua menoleh sejenak ke belakang, dia melihat Ji Na yang sedang berjala pergi. 

Dalam perjalanan pulang, Ji Na mengganti sepatu high heels-nya dengan sepatu kets. Saat hendak melanjutkan perjalanannya, Ji Na teringat ucapan si ahjumma tentang Tae Woon. Si Ahjumma berkata kalau Tae Woon adalah pria yang punya segalanya kecuali kencan DNA. Tae Woon memang tampan tapi semua orang beranggapan ada sesuatu yang aneh dengan semua tindakannya. Jadi itulah alasan semua orang menjulukinya dengan sebutan “Tuan Malang.”Si Ahjumma juga mengingatkan kalau ada orang yang punya masalah dengannya maka sesuatu yang naas akan menimpa orang itu. Dan yang membuat Tae Woon bertahan di perusahaan itu tanpa ada yang berani memecatnya karena Ketua yang punya rasa khusus terhadap bunga sama seperti tae Woon. 

Mengingat semua cerita ahjumma, Ji Na bergumam kalau baru kali ini dia mendengar sifat aneh semacam itu. Namun Ji Na tak mau ambil pusing dengan semua itu, diapun meneruskan perjalanan pulangnya. 


Tae Woon sekarang sudah berada di sebuah rumah yang isinya penuh dengan bunga. Dengan riang, dia menyiram semua bunga-bunga itu. Sebelum keluar rumah bunga itu, dia menghidupkan lagu dari piringan hitam. 

(hehehe... jujur awalnya ku kira itu adalah rumahnya dan dia mau ngapain gitu sambil dengerin lagu, eh tahunya... abis hidupin lagu, dia malah keluar rumah itu. Ternyata dia menyalakan lagu itu untuk di nikmati bunga-bunga yang ada di sana)

Tae Woon kembali ke rumahnya. Dia tinggal bersama gadis remaja dan seorang laki2 yang seumuran dengannya. Aku belum tahu pasti apa hubungan mereka bertiga. Abisnya masih episode awal. 


Tae Woon masuk ke dalam kamarnya dan saat dia hendak mengambil baju di lemarinya, dia mendapati ada seseorang sedang tidur di dalam lemarinya. Dengan tersenyum Tae Woon bertanya apa yang dilakukan laki2 itu di dalam lemari. Mendengar pertanyaan itu, laki2 itu pun langsung terbangun dan menjawab kalau dia sedang belajar. Pintu lemari yang satunya terbuka, dan gadis kecil tadi bertanya apa dia bisa tidur di rumah Tae Woon malam ini, karena ibunya pergi bekerja semalaman, selain itu dia juga sudah minta izin dari ibunya. Tentu saja Tae Woon yang baik hati tak menolaknya, dia malah menyuruh gadis kecil itu tidur di kamarnya. Setelah mengatakan itu, dia menutup kembali lemari dan mengucapkan selamat malam pada laki2 yang ada di dalam lemari. 

Euuum.... rumah yang unik.... dindingnya pakai lemari yang bisa di buka dari dua arah. 


Masih memakai pakaian kerjanya, Tae Woon duduk di luar rumah sambil menikmati minuman hangat. Dengan memakai selimut tipis untuk menutupi tubuhnya, Tae Woon mendengarkan musik sambil menulis hal-hal yang terjadi hari ini. Dia menulis kalau hari ini langitnya sangat cerah, tidak seperti kemarin yang hujan. Selain itu dia juga menulis kalau hari ini dia teringat pada almarhum temannya. 

Setelah menulis itu, Tae Woon menikmati minuman hangatnya sambil menatap langit yang dipenuhi bintang. Dia terlihat damai sekali menikmati semua itu.




Di sisi lain Ji Na juga sedang melihat langit malam, setelah itu dia masuk kedalam rumah dan menonton berita tentang senator Choi yang diduga berbohong karena mengganti nama universitas tempat dia kuliah dulu. Melihat berita itu, Ji Na pun teringat saat dia di interview siang tadi. Dimana gara2 tertutup laba2 yang sudah mati itu, nama universitas yang ada di CV-nya dibaca Universitas Hangook padahal aslinya adalah Universitas Mingook. Mengingat hal itu tentu saja membuat Ji Na takut, namun dia langsung meyakinkan dirinya sendiri kalau hal tersebut bukanlah kesalahanya, dia tidak pernah berbohong mengenai latar belakang pendidikannya. Jadi dia pun bertekad untuk tidak membiarkan semua orang tahu akan hal itu. 

Tepat di saat itu, ibunya menelpon namun Ji Na tak mau mengangkatnya. Apa yang membuat Ji Na tak mau mengangkat telepon dari ibunya? Kita lihat flashbacknya.....

~Flashback~


Ibu Ji Na sedang sibuk menerima pesanan di restorannya, sedangkan Ji Na hanya duduk saja sambil membaca buku-buku pelajarannya. Melihat Ji Na yang tak mau sedikitpun membantunya, si ibu pun mengomelinya sambil memberesi meja yang masih penuh dengan piring kotor. Si ibu kesal karena Ji Na tak mau membantunya sedikitpun. 

“Ibu tak percaya.... ibu bahagia dapat melahirkanmu.” Ucap ibunya saking kesalnya.

“Ibu hanya peduli tentang pelanggan dan pengiriman!” teriak Ji Na yang tak kalah kesalnya pada ibu. “Apa ibu tidak lelah hidup seperti ini? Apa ibu seumur hidup akan seperti ini setelah ayah?” ucap Ji Na dan kemudian berkata kalau dia tak akan pernah mau hidup seperti ibunya. Tepat disaat itu ayahnya datang, sepertinya ayahnya baru pulang dari mengirim makanan. Melihat itu, Ji Na semakin kesal dan memilih pergi.

Kembali lagi pada JI Na yang sekarang sedang berdiri di luar rumah dan menatap langit dengan ekspresi sedih. 


Kita beralih pada Hee Chul yang datang ke rumah Hye Mi, dia datang bersama ayah Hye Mi. Melihat Hee Chul datang, Hye Mi pun terlihat senang. Ayah Hye Mi yang tahu kalau Hye Mi melakukan interview di perusahaan Hee Chul, langsung bertanya apa Hye Mi menyusahkan Hee Chul. Dengan cepat Hee Chul menjawab tidak dan  menambahkan kalau Hye Mi sangat pintar. 

Sang ayah lalu bertanya pada Hye Mi apa dia ingin ayahnya melakukan sesuatu untuknya. Hye Mi pun menjawab tidak karena dia ingin melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan sang ayah. Mendengar itu, ayahnya sangat senang karena menganggap Hye Mi sudah dewasa sekarang. Ayah lalu meminta Hee Chul yang mengurus Hye Mi dan Hee Chul pun menyanggupinya, dia berkata kalau dia akan mengurus Hye Mi seperti adiknya sendiri. Mendengar kata adik, sepertinya Hye Mi terlihat kecewa. Hehhehe... sepertinya dia berharap lebih dari Hee Chul. 



Karena Hee Chul diajak minum2 oleh ayah Hye Mi, jadi Hye Mi pun memilih masuk kekamarnya. Di kamar, dia terus terganggu dengan pernyataan Hee Chul yang menganggapnya seperti adik sendiri.  Tepat disaat itu Hee Chul masuk dan kemudian mengucapkan selamat pada Hye Mi yang sudah keterima kerja dan Hye Mi bisa bekerja sama dengan dirinya untuk urusan kerjaan. Hee Chul  juga berpesan pada Hye Mi untuk memisahkan urusan pribadi dan urusan pekerjaan. Hye Mi pun menyanggupinya, dia kemudian bertanya alasan Hee Chul mengubah aturan kerja hari ini. 

“Hanya karena... aku pikir akan menyenangkan.” Jawab Hee Chul dan itu membuat Hye Mi bingung. Hee Chul pun keluar.


Ji Na sedang tidur sambil memakai masker saat seseorang muncul dengan pakaian gurita. Karena orang itu berteriak membangunkan Ji Na, Ji Na pun terbangun dan saat dia membuka mata, dia pun langsung teriak terkejut saat melihat seorang wanita  dengan make-up dan pakaian yang aneh ada di hadapannya. Ternyata orang  itu adalah teman Ji Na. Teman Ji Na memakai pakaian itu karena sekarang dia bekerja di taman hiburan yang mengharusnya dia memakai kostum itu. Teman Ji Na itu bernama “Chi Mal Sook”. 

Mal Sook datang membawa ayam goreng untuk Ji Na. Walaupun senang dengan perhatian Mal Sook, Ji Na malah berkata kalau dia tak perlu di perlakukan seperti itu. Dengan sedikit kesal Mal Sook berkata kalau dia juga sebenarnya tak mau datang menemui Ji Na, tapi karena ibu Ji Na menelponnya karena Ji Na tak mengangkat telpon dari ibunya, jadi Mal Sook datang untuk memastikan keadaan Ji Na. Mal Wook langsung memukul Ji Na dengan kaki guritanya, dia kesal karena Ji Na tak pernah mengabari ibunya semenjak dia pindah ke Seoul. 

Sekarang Mal Sook sudah berganti pakaian dan membersihkan make-up-nya. Ji Na lalu menceritakan tentang dia yang keterima kerja, mendengar itu Mal Sook sedikit penasaran, bagaimana Ji Na bisa masuk dengan latar belakang universitas yang berada di pelosok. Karena setahu Mal Sook, orang2 yang di terima kerja di perusahaan itu adalah lulusan dari unversitas luar negeri. Mendengar pertanyaan itu membuat Ji Na sedikit salah tingkah dengan terbata2 dia menjawab kalau pihak perusahaan menerimanya karena bakat yang dia miliki. 


Mal Sook yang sedang mengecat kuku kaki Ji Na, secara sembunyi2 mengeluarkan sebuah spidol dan kemudian menulis sesuatu di kuku jari jempol kaki Ji Na. Mal Sook lalu melihat barang2 milik Ji Na yang bisa dia tebak dengan cepat kalau barang2 itu adalah barang2 tiruan. 

“hidupmu akan berakhir menjadi tiruan seperti itu.” ucap Mal Sook. 

“Itu sulit bahkan untuk seorang profesional untuk membedakannya.” Jawab Ji Na sombong dengan pilihan barang tiruan miliknya. Menyadari sifat Ji Na yang seperti apa, Mal Sook pun bertanya apa Ji Na tidak melakukan kebohongan untuk bisa masuk ke perusahaan itu. Mendengar pertanyaan itu Ji Na langsung terdiam namun dia langsung lega karena yang di duga Mal Sook adalah kebohongan tentang barang tiruan yang Ji Na pakai. 



Keesokan harinya, Tae Woon berangkat kerja seperti biasa. Sebelum berangkat dia selalu membawa earphone-nya. Dengan menggunakan sepeda andalannya, Tae Woon berangkat kerja. Disisi lain kita melihat Ji Na yang berangkat dengan membawa 2 kotak kopi. Dalam perjalanan dia melihat Tae Woon, tak mau dapat masalah lagi gara2 Tae Woon, JI Na pun memilih jalan lain. 


Di lobi, Ji Na melihat semua orang sedang melihat berita tentang senator Choi. Dia terlihat cemas, sampai2 dia bersin dan membauat semua orang menoleh ke arahnya. Ternyata bukan hanya di lobi, di kantor pun semua orang sedang membicarakan dan melihat berita tentang senator Choi yang ketahuan memalsukan data dirinya. Tae Woon yang tak tahu menau tentang hal itu, hanya fokus dengan pekerjaannya yaitu menaruh bunga-bunga di setiap meja. 



Tae Woon melihat ke arah Hye Mi dan Ji Na, tiba2 dia menunjuk ke arah mereka dan berkata, “Itu Palsu.” Mendengar itu semua pun melihat ke arah mereka. Ji Na yang pada dasarnya memang sedang menyembunyikan sesuatu, langsung terkejut dan cemas.

Bersambung
Sinopsis My Unfortunate Boyfriend ep 2

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

6 komentar

Waduhhh gmn ya klo akhirnya ketahuan cvnya wkwkwk gara2 nama univ mirip dan laba2 :D

Balas

Wahh,, si Tae WON (Nama asli ny siapa ya? lupa? kenapa imut banget?___ lah, apa hbungan nya kan? pokok ny, aku suka drama ini krna yg main wjah ny familiar.

Balas

pemeran tae woon namax no min woo yg jd guru dong joo di my girfriend is a gumiho, full house take 2 dll

Balas

Pemeran tae woon yg jadi guru dong joo di my girlfriend is a gumiho, full house take 2 dll

Balas

Pemeran tae woon yg jadi guru dong joo di my girlfriend is a gumiho, full house take 2 dll

Balas
avatar
exo-l indonesia

ha2 lucu.tp kayaknya bukan tuan malang deh, bkannya ji na beruntung gara2 tae woon?? pertama ide iklan, trus laba2nya tae woon yg nutupin cvnya ji na, shg org taunya tlisannya hangook bkn mingook
o ya ngmong2 soal no min woo, mnrutq dia lbh ganteng klo rambutnya lurus kya di MGFIG, bner gak?
o ya eon kok gk dilanjutin sih??

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger