logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Emergency Couple Episode 3 Part 2

Sinopsis Emergency Couple Episode 3 part 2. Pada part sebelumnya diceritakan kalau Chang Min lebih pintar mendiagnosis pasien ketimbang Dr Kim. Dan berita itu cepat menyebar dan diketahui oleh semua Tim 4. Apa yang akan terjadi selajutnya? Apakah Dr Kim akan membenci Chang Min  karena merasa tersaingi ? Yuk kita baca cerita selanjutnya?


Sinopsis Emergency Couple Episode 3 part 2 !!!


Chang Min menuruti keinginan ibunya untuk melakukan kencan buta. Walaupun sebenarnya dia tidak boleh meninggalkan rumah sakit begitu saja. Ibu memberitahu Chang Min kalau bibinya bertaruh Chang Min akan ditolak oleh putri perdana menteri itu karena Chang Min bukanlah levelnya. Ibu Chang Min yang tidak mau anaknya diremehkan seperti itu menjawab kalau putri perdana menteri itu akan langsung jatuh cinta pada anaknya dalam waktu 5 menit.

“Apa hebatnya diriku?” tanya Chang Min.

“Apa yang tak hebat darimu? kecuali untuk waktu yang terbuang sia-sia karena gadis itu, kau tak ada kelemahannya.” Jawab Ibu.

“Masalah itu adalah kelemahan terbesarku dan aku juga belum ingin menikah dulu.”


Ibu menyuruh Chang Min untuk tidak khawatir karena dia sudah membersihkan masa lalu Chang Min, “Kau adalah sarjana yang belum pernah menikah dan bercerai. Mengerti?”  Chang Min hanya geleng-geleng kepala mendengar apa yang sudah ibunya lakukan.



Chang Min tiba disebuah gedung yang sedang mengadakan  pameran lukisan. Dia berjalan menuju seorang wanita yang sudah menunggunya. Dengan manis nya Chang Min menyapa wanita itu. Omo, betapa terkejutnya Chang Min saat melihat wajah gadis itu, dia seperti sudah ibu-ibu. Chang Min pun hanya senyum terpaksa.


Di kantin Yong Gyu, Sang Hyuk dan Young Ae sedang makan bersama dikantin. Di meja tak jauh dari mereka terlihat Jin Hee yang juga sedang makan sendirian. Ah Reum datang membawa makanannya ke meja Jin Hee. Dia ingin makan bersama Jin Hee.

“Ngomong2 kau benar2 berumur 33 tahun?” tanya Ah Reum. Jin Hee mengiyakan dan bertanya apakah Ah Reum ingin tahu kenapa dia berada di rumah sakit sebagai dokter magang dengan umur segitu.

Ah reum tersenyum dan berkata kalau Jin Hee aneh, “Aku hanya tanya karena kau lebih muda dari umurmu.” Jin hee benar-benar selalu menahan emosi jika berbicara dengan Ah Reum.


Ah Reum lalu bertanya apakah Jin Hee melihat Chang Min? Mendengar Ah Reum hanya memanggil Chang Min dengan sebutan nama, Jin Hee pun langsung memberitahunya kalau dalam lingkungan rumah sakit, dia harus memanggil rekan mereka dengan nama pertama mereka. “Kau seharusnya memanggil dia Dr Oh bukan Chang Min,” ucap Jin Hee dengan mulut penuh dengan makanan.

Uppps! Aku paling gak suka liat orang makan sambil ngomong, rasanya pengen kututup mulutnya dan nyuruh abisin dulu makanan dalam mulutnya.


“tapi Chang Min kan juga namanya dan Chang Min oppa bilsang dia lebih suka dipanggil Chang Min,” jawab Ah Reum.

Jin Hee pun bertanya berapa umur Ah Reum dan Ah Reum menjawab kalau dia berumur 26 tahun dalam hitungan korea.

“Dikorea, jika jarak umur lebih darii 5 tahun, orang harus memanggil nama depan mereka,” ucap Jin Hee dan Ah Reum tak bisa berkata-kata lagi, diapun hanya mengiyakannya dengan ekspresi kesal.

Ah Reum melihat ada sisa kapas dijas Jin Hee dan langsung mengambilnya, “Tidak dandan dan rambut yang berantakan dan sisa kada ada disitu... meskipun kau berusaha keras untuk terlihat seppert itu, semua orang juga tahu kalau dokter magang itu sebuk. Kau terlalu kelihatan.” Ucap Ah Reum.


Euuum Ah Reum selalu saja mengeluarkan kata-kata yang memancing kemarahan Jin Hee. Dia juga menambahkan kalau ada dua kemungkinan Jin Hee tidak merawat diri yang pertama karena Jin Hee orang cuek dan yang keduaa karena Jin Hee orang yang punya gangguan mental. Jin Hee benar-benar kesal pada Ah Reum namun tetap ditahannya.

“Atau ada lagi yang lain, kau selalu berusaha mengajari sebisa mungkin ke orang yang lebih muda padamu. Chang Min Oppa bahkan bilang padaku untuk jangan bicara denganmu, tapi aku ingin makan denganmu karena aku penasaran tentang orang seperti apa kau ini? Tapi ini tak terbayar sama sekali.”



Kita beralih pada ChangMin yang sedang melakukan kencan buta. Mereka berdua berkeliling melihat-lihat lukisan. Wanita itu mengomentari sebuah lukisan yang dibuat oleh Da Vinci dan Chang Min hanya bisa mengikutinya.


Kembali lagi pada Jin Hee dan Ah Rum yang sudah selesai makan. Saat melihat Ah reum menyisakan makanannaya, Jin Hee mengingatkan Ah Reum kalau peraturan rumah sakit tidak membolehkan untuk membuang sisa makanan. Ah Reum menjawab kalau biasanya dia tidak menyisakan makanannya tapi hari ini dia tidak punya selera makan. Ah Reum melihat tempat makanan Jin Hee yang habis bersih, ‘Sepertinya kau tadi ambil banyak sekali, tapi kau bisa menghabiskannya? Jumlah makanan yang masuk tidak akan mempengaruhi talenta kita.” Ucap Ah Reum yang lagi-lagi mengejek Jin Hee.


Yong Gyu, Sang Hyuk dan Young Ae datang dan langsung teburu-buru meletakkan tempat makan mereka. Sang Hyuk memberitahu Jin Hee dan Ah Reum kalau ada panggilan dari Dr Gook jadi mereka harus segera kembali ke UGD walaupun waktu istirahat mereka masih 20 menit lagi.

ChangMin dan kenalan barunya  pergi ke sebuah restoran dan sepertinya disana tempat orang-orang melakukan kencan buta. Chang Min berusaha memberitahu wanita itu kalau dia tidak punya banyak waktu, tapi wanita itu malah menyuruhnya diam dan langsung menghampiri pria yang ada di meja lain.


Dengan tiba-tiba wanita itu menyiram pria yang dihampirinya dengan air. Pria itu bertanya, ‘Siapa kau?”

“Kau tidak seharusnya melupakanku setelah kabur seperti itu! menu makanan terbaik dari Chef Hotel Z, aku membayarnya untuk kencan buta kita, kau tahu harganya berapa?” teriak wanita itu.

“Jadi kau berharap aku membayarnya?” mendengar pertanyaan itu, wanita itu tambah marah dan hendak menyiramnya lagi dengan air tapi untung saja Chang Min mencegahnya dan mengajaknya pergi.

“kau pikir aku melakukannya karena uang?” ucap wanita itu pada Chang Min.


“Hey, kau seharusnya yang berterima kasih padaku yang mau makan dengan gadis sepertimu. Bagaimana mungkin kau bisa pergi kencan buta dengan wajah seperti itu?” ucap pria itu dan membuat wanita itu naik darah.

“Maaf, tidakkan kau telalu kasar.” Ucap Chang Min pada pria itu.

“Siapa kau? Kau kelihatannya normal... kau mau bertemu wanita yang tampilannya seperti ini?” tanya pria itu pada chang Min.


“Semua wanita tidak bisa menjadi Kim Tae Hee atau Jeon Ji Hyun, jika mereka tidak seperti Jeon Ji Hyun atau Kim Tae Hee, apa mereka tidak diijinkan pergi kencan buta? Minta maaflah sekarang padanya.” Bela Chang Min.


Dibela seperti itu oleh Chang Min, wanita itu langsung terpesona pada Chang Min.


Di rumah sakit semuaTim 4 kecuali Chang Min terus berlari sekuat tenaga menuju UGD. Sang Hyuk bertanya kemana Chang Min dan Yong Gyu menjawab kalau Chang Min sedang pergi kencan buta. Jin Hee mendengarnya tapi dia tak banyak berkomentar karena dia bisa dibilang tak pernah bicara dengan anggota Tim 4 lainnya kecuali Chang Min dan Ah reum.

Tim 4 kecuali Chang Min menghadap Dr Gook. Dr Gook bertanya keberadaan Chang Min, Yong Gyu hendak menjawab yang sebenarnya tapi Jin Hee langsung memotong dan berkata kalau Chang Min sedang berada di toilet. Sang Hyuk bertanya apakah yang dilakukan Dr Gook pada mereka tidak terlalu keras, karena mereka sedang berada di jam istirahat.


“Apanya yang keras? Kalian tetap akan makan sementara seseorang sedang sekarat? Kau harus merawat pasiennya dalam 30 menit. Bagi menjadi tim menjadi 2 orang. Pasien akan mati setelah 30 menit. Jika pasien mati, kalian juga mati. Mengerti?”



Mendapat perintah untuk membuat tim, Sang Hyuk dan Yong Gyu langsung berubah posisi, Sang Hyuk ke samping Young Ae dan Yong Gyu kesamping Ah Reum. Tinggal Jin Hee yang sendirian, mau tak mau Jin Hee membentuk tim dengan Chang Min.



Dimulai dengan kelompok Sang Hyuk dan Young Ae kemudian Yong GYu dan Ah Reum yang di nilai oleh Dr Gook. Untuk giliran Jin Hee, karena Chang Min tak juga datang dia harus mempersiapkan semuanya sendiri.



Beralih pada kencan buta Chang Min dimana wanita itu mengaku kalau dia bukan putrid perdana menteri yang dikatakan akan melakukan kencan buta dengan Chang Min. tentu saja Chang Min kesal, wanita itu berkata kalau dia dan putri perdana menteri adalah teman dekat sejak SMP, karena itu putri Perdana Menteri itu menyuruhnya untuk menggantikannya.

“sejujurnya, aku sungguh jatuh cinta meskipun kita baru pertama kali bertemu.” Tambah wanita itu.

“jadi maksudmu  adalah… kalau dia mengirimmu hanya untuk menghabiskan waktu? Pria yang sebelumnya juga?” tanya Chang Min dengan ekspresi kesal.

“Itulah bagaiman aku akhirnya bertemu denganmu ini sungguh takdirku.” Ucap wanita itu.


Kembali ke rumah sakit, dimana Jin Hee sedang praktek sendiri sebelum dinilai oleh Dr Gook. Tapi dia terus gagal. Dia mulai menggerutu karena harus bekerja sendirian sedangkan Chang Min sedang kencan buta. Dengan kesal Jin Hee mengambil ponselnya dan langsung menelpon Chang Min.

“Hallo?” jawab Chang Min.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah gila? Kenapa kau belum juga kembali?” ucap Jin Hee dengan nada kesal.

“Apakah aku gila atau tidak, kenapa aku harus dengar omelanmu?” jawab Chang Min seenaknya.

“Apa? Omelan? Ketua Gook memanggil kita untuk kasus darurat dan mengobati pembengkakan dalam tim 2 orang.” Ucap Jin Hee dengan kesal.

“Kasus darurat?”

“Kita punya sisa waktu 10 menit. Jika kau tidak kembali sebelum waktunya. Aku yang akan merawatnya dan membuat laporanku sendiri.” Ancam Jin Hee.


“hey Hey! Tunggu! Siapa kau mengaturku? Aku hampir sampai. Disini macet, tunggulah sebentar lagi,” jawab Chang Min berbohong karena jalanan sama sekali tidak macet.


“Kanapa harus aku? Kenapa aku harus menunggu pecundang yang menyedihkan yang kencan buta di jam makan siang seperti ini?” keluh Jin Hee yang tidak tahu kalau Dr Gook mendengar pembicaraan Jin Heed an Chang Min ditelepon.

“Jalankan mobilmu dengan benar atau uruslah dirimu sendiri. Aku tutup teleponnya.” Ucap Jin Hee dan langsung menutup teleponnya.



Chang Min menggerutu karena dia merasa hari ini dia benar-benar sial. Diapun langsung menjalankan mobilnya dengan cepat. Sesampainya di rumah sakit, Chang Min terus berlari sambil memakai jas dokternya menuju UGD. Dia berusaha menelpon Jin Hee tapi tidak diangkat karena Jin Hee sedang melakukan tes-nya sendiri. Jin Hee sudah berusaha melakukan tes-nya dengan sebaik mungkin namun sayang dia gagal.



Chang Min masih terus berlari menuju ruang UGD dan Jin Hee masih berada di ruang UGD memandangi boneka  yang digunakan untuk tes. Setelah berpikir sejenak Jin Hee langsung membuka kain penutup boneka dan mulai melakukan tes lagi. Dia menjahit luka yang ada di boneka tersebut.



Chang Min akhirnya sampai di ruang UGD namun dia tidak menemukan Jin Hee disana. Ternyata Jin Hee sedang bersusah payah menggendong boneka yang sudah dia rawat untuk ditunjukkan pada Dr Gook.



Jin Hee masuk ruangan Dr Gook dengan cara mendorong pintunya, tepat disaat itu Dr Gook membuka pintu alhasil, Jin Hee terjatuh kepelukan Dr Gook. Mereka terdiam beberapa saat. Chang Min yang memang mencari Jin Hee langsung menghentikan langkahnya saat melihat Jin Hee berada dipelukan Dr Gook.

“Saya baru merawat pasiennya.” Ucap Jin Hee dan Dr Gook pun langsung membantu Jin Hee berdiri.



Dr Gook melihat Chang Min, “Oh Chang Min! Kau darimana saja? Apa kau mau meletakkan nama di hasil kerja orang lain yang sudah selesai?” Chang Min menjawab kalau dia tidak bermaksud seperti itu.

“Apa maksudmu dengan tidak? Bagaimana bisa seorang dokter magang pergi keluar selama jam makan siang? Jika kau tertangkap sekali lagi.... kau akan ditendang keluar. Kau mengerti?” ucap Dr Gook memberi peringatan pad Chang Min.

Jin Hee meminta Dr Gook melihat hasil jahitannya. Dr Gook pun tak bisa menolaknya karena Jin Hee sudah berusaha keras.


Ah Reum mendapat telepon dari temannya yang mengatakan kalau dia sudah melabrak pria yang sebelumnya melakukan kencan buta bersamanya. Ternyata Ah reum adalah teman dari wanita yang berkencan dengan Chang Min. Dan ternyata juga Ah reum adalah orang yang seharusnya berkencan dengan Chang Min.


Ah Reum terkejut saat mengetahui kalau orang yang seharusnya berkencan dengan dia adalah Chang Min.


Chang Min sendiri sekarang sedang bersama dengan Jin Hee. Dengan rasa marah Jin Hee berkata, “pergi kencan tidak masalah... tapi pastikan lakukan tugasmu jangan menyebabkan maslaah pada orang lain. Bukankah itu yang kau bilang padaku?”

“Kau.... seperti ini karena aku pergi kencan buta?” tanya Chang min.

“Tim lain baik-baik saja, tapi ini terjadi karena aku melakukannya sendirian.”

“Apa karena itu tadi kau nempel padanya?”

“Apa maksudmu tadi?” tanya Jin Hee tak mengerti.


“Maksudku ya itu tadi. Kau bahkan tidak sadar pintunya terbuka dan jatuh dalam pelukannya.”

“Dalam pelukan siapa? Siapa yang dipeluk siapa?” tanya Jin Hee.

“wanita sepertimu mencoba menggunakan penampilannya..... aku yakin kau akan dapat nilai yang tinggi dengan taktik seperti itu.” Jawab Chang Min.

“Apa aku pernah melakukannya?”


“Dadamu bahkan nempel padanya. Dadamu yang datar... “ jawab Chang Min. Dikatai Chang min seperti itu, Jin Hee langsung mendekat dadanya dan mengatai chang Min yang punya pikiran kotor.


Jin Hee masuk keruangannya. Saat sendiri, dia teringat lagi pada kata-kata Chang Min yang mengatakan kalau dada Jin Hee menempel pada Dr Gook. Jin Hee pun mengintip dadanya dan memeriksa apakah dadanya benar-benar datar atau tidak. Hahhahah.... lucunya scene ini.


Chang Min masuk kesebuah apartemen yang sudah ibunya belikan untuknya. Ibunya sengaja mencari apartemen yang dekat dengan rumah sakit tempat dia bekerja. Ibunya pun sudah mengisi semua perabotan di apartemen baru Chang Min.


Ibunya bersemangat bertanya tentang kencan buta yang dilakukan Chang Min. Dengan rasa malas, Chang Min pun memberitahu ibunya kalau wanita yang dijodohkan pdanya bukan sajja menolaknya, wanita itu bahkan tidak mau menemuinya.


Mendengar itu,tentu saja Sung Sook murka dan langsung menemui Sung Ja yang sedang bersama Sung Mi dan Tae Suk ( saudara Sung Sook yang berhasil menjadi dokter). Sung Sook meminta Tae Suk untuk tidak lagi mempromosikan Sung  Ja, Sung Sook menambahkan kalau Sung Ja itu tidak punya kualifikasi terhadap pekerjaannya. Bukannya menuruti permintaan Sung Sook, Tae Suk malah mengatakan kalau Sung Sook seperti itik buruk rupa.


“Baiklah, aku memang bebek buruk rupa. Apa kau pernah memperlakukanku seperti angsa?” jawab Sung Sook dengan kesal. Sung Mi yang sudah tidak tahan mendengar pertengkaran mereka langsung menyuruh mereka berhenti. Sung Sook yang masih sangat kesal berkata kalau putri perdana menteri itu sudah beraninya meremehkan keluarga mereka.

Sung Ja menjawab kalau gadis itu memang tidak pernah mau melakukan kencan buta.  Sung Sook berkata kalau tak seharusnya gadis itu mengirim wanita lain untuk menggantikannya.


“Bay the way, aku lakukan yang terbaik sebagai dokter menteri.” Ucap Sung Ja.

“Yah... kau benar melakukan tugas terbaikmu! Chang Min Ku bahkan tidak bisa melihat wajahnya.” Jawab Sung Sook dengan kesal.

“Tapi ada hal baiknya.” Ucap Sung Ja.

“Apa itu? Tanya Sung Mi.


“Aku tidak hanya tahu dia adalah lulusan amerika... tapi dia adalah seorang dokter” jawab Sung Ja. Mendengar gadis itu berprofesi sebagai dokter tentu saja Sung Sook sangat senang karena sudah lama dia ingin mempunya menantu seorang dokter.



Orang yang sedang Sung Sook dan saudaranya bicarakan sekarang sedang merawat  seorang pasien yang terluka pada bagian kepalanya. Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Yong Gyu terus memperhatikan Ah Reum dan senyum-senyum sendiri.  Chang Min menghampiri Yong Gyul dan menyuruhnya untuk mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada Ah reum.





Pandangan Chang Min beralih pada Jin Hee yang sedang memeriksa pasiennya. Dengan cepat Chang Min langsung mengalihkan pandangannya. Tepat disaat itu seorang perawat memanggil Dr Oh, otomatis Chang Min dan Jin Hee sama-sama menoleh dan menjawab karena nama depan mereka sama-sama Oh. Perawat jadi bingung Dr Oh mana yang sebenarnya dipanggil Dr Gook.


Karena tidak tahu siapa yang dipanggil Dr Gook, Chang Min dan Jin Hee bersama-sama menemui Cr Gook yang sedang sibuk di ruang UGD. Dia sedang menangani pasien yang terkena kanker kerongkongan.


Dr Gook tidak memberitahu siapa yang sebenarnya dia cari, dia hanya menyuruh Chang Min dan Jin Hee membawa pasien kanker kerongkongan itu ke ruang ICU.


Chang Min dan Jin Hee membawa pasien itu bersama  seorang perawat. Mereka masuk ke dalam lift dengan hati-hati. Di dalam lift, Chang Min dan Jin hee masih saja berdebat. Tepat disaat itu lift tiba-tiba berhenti.

Perawat berusaha memanggil bagian keamanan. Pasien yang mereka bawa tiba-tiba memuntakan darah. Jin hee bertanya kenapa pasien tiba-tiba seperti itu. Chang Min menjawab kalau dia adalah pasien kanker kerongkongan, “sepertinya tumornya masuk ke jaringan darahnya pecah.” Chang Min menambahkan kalau pembuluh vena kerongkonannya yang bermasalah.


Chang Min memeriksa denyut nadi pasien dan ternyata nafas pasien sudah tak terdengar lagi, “intubasi... kita perlu melakukan intubasi secepatnya,” ucap Chang Min panik.

“Penghisap! Penghisap!” teriak Jin Hee yang tak kalah panik. Chang Min mengingatkan Jin Hee kalau mereka sedang berada di lift jadi akan sulit menemukan penghisap. Chang Min dan Jin Hee sama-sama panik.

Perawat yang ikut bersama mereka mengeluarkan sebuah kotak yang berisi peralatan medis. Diapun mendapatkan penghisap yang diperlukan Jin Hee dan Chang Min.

Chang Min akan memasangkan alat penghisap itu ke mulut pasien namun pasien memutahkan darah lagi sehingga mereka tidak bisa mamasangkan alat penghisap itu. Jin Hee dan Chang Min pun semakin panik.

Kondisi pasien semakin memburuk. Jin Hee teringat kalau dia membawa ponsel. Diapun langsung menelpon Dr Gook dan meminta petunjuk apa yang harus mereka lakukan.


Dr Gook meminta Jin Hee tenang dan memastikan pasien terus bernafas. “aku akan datang, jadi jangan tutup teleponnya dan tunggu aku.”



Dr Shim dan Direktur RS datang. Direktur memberitahu kalau sistem rumah sakit sedang melakukan ujicoba. Dr Shim bertanya apa di bagian UGD ada masalah. Perawat menjawab kalau di ruang UGD tidak masalah, “tapi pasien yang sedang dipindahkan di ICU terkunci di lift”.

“kita harus pergi sekarang.dia kena kanker kerongkongan... tapi pembuluh darahnya pecah.... jadi saluran nafasnya harus dipotong segera.”ucap chang Min.



Dr Goo dan Dr Shim berlari ke lift dimana Chang Min dan Jin Hee terkunci. Dia berbicara dengan Chang Min dan menyuruhnya melakukan trakeostomi sekarang. Kondisi pasien semakin memburuk. Dr Gook menyuruh chang Min mematikan hp dan menelponnya lagi dengan video call. Chang Min menyuruh Jin Hee memegang ponselnya tapi karena terlalu gugup, Jin Hee tak sengaja menjatuhkan ponselnya.

Jin Hee menyuruh chang Min untuk cepat melakukan apa yang dikatakan Dr Gook. Chang Min dengan gugup meminta pisau bedah pada perawat. Jin Hee bertanya apa Chang Min pernah melakukan trakeostomi. Chang Min menjawab kalau dia hanya pernah melakukannya sekali saat dia masih di sekolah kedokteran. Sedangkan Jin Hee belum pernah sama sekali melakukannya.



Chang Min berusaha menenangkan dirinya dan mencoba mencari bagian yang harus dia potong. Chang Min berusaha menyayat leher pasien namun dia ragu melakukannya.





Jin Hee meraih tangan Chang Min dan berusaha menyakinkan Chang Min kalau dia mampu melakukannya.


Akhirnya kelar juga episode 3 ini. Benar-benar susah membagi waktu kalau awal bulan nih. 

Bersambung
Sinopsis Emergency Couple Episode 4

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

cinta dan benci emang setipis kulit ari..
papa gu Hwaiting ^^
~lyla♡

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger