logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Misaeng Episode 6 Part 3

Sinopsis misaeng episode 6 part 3.Pada part sebelumnya saya akhiri tepat disaat Geu Rae dan Pak Park sedang bertemu dengan pemimpin Yeong Seong dan membicarakan tentang penguluran waktu yang dilakukan Yeong Seong terhadap pengiriman barang untuk One Internasional agar mereka bisa bekerja sama dengan perusahaan lain terlebih dahulu. Melihat Pak Park yang sepertinya ingin menuruti keinginan mereka lagi, Geu Rae pun langsung bertindak, apa yang dilakukan  Geu Rae untuk membantu Pak Park? Yuk kita lanjut sinopsisnya lagi..


Sinopsis misaeng episode 6 part 3


Diam-diam Geu Rae mengirimi Dong Sik SMS dan memintanya untuk menelpon. Dong Sik pun melakukan apa yang Geu Rae pinta. Pada Dong Sik, Geu Rae berkata kalau dia dan Pak Park masih berada di Yeong Seong.



“Ada masalah disini.  Presdir akan mengunjungi kita dan menjelaskannya langsung.” Ucap Geu Rae pada Dong Sik dengan suara keras agar presdir Yeong Seong mendengarnya. Tentu saja semua orang yang ada di dalam ruangan langsung terkejut mendengar ucapan Geu Rae. Para pimpinan Yeong Seong kebingungan, tentang apa yang akan mereka jelaskan pada direksi One Internasional nanti.

Hehehe.... Geu Rae melakukan hal yang pintar. Dia sudah membuat Yeong Seong tak bisa membujuk Pak Park lagi untuk menutupi masalah mereka.


Di One Internasional sendiri, sekarang sedang sibuk mempersiapkan semua berkas untuk menyambut Presdir Yeong Seong, mereka bahkan memanggil direktur eksekutiif untuk melakukan rapat terlebih dahulu.


Suk Yool, karyawan yang paling kepo melihat kesibukan yang terjadi pada tim Penjualan IT dan mulai bertanya2 ada apa. Diluar kita melihat Geu Rae dan rombongan dari perusahaan Yeong Seong sudah sampai dan langsung masuk gedung.


Tepat disaat Suk Yool keluar dari lift, dia melihat rombongan Geu Rae datang dan mempersilahkan mereka semua masuk lift. Dasar kepo, Suk Yool ikut masuk ke dalam lift lagi. Dia bahkan ikut ke lantai 20 bersama Geu Rae dan rombongan.


Saat mereka semua sampai di lantai 20, mereka langsung disambut oleh Pak Kim, direktur dari Tim penjualan IT. Presdir Yeong Seong langsung meminta maaf padanya atas masalah yang terjadi. Pak Kim pun menyuruh rombongan dari perusahaan Yeong Seong untuk menunggu di ruang tamu, karena semua direksi One Internasional ingin mengadakan rapat terlebih dahulu.


Pak Kim mengajak Pak Park ikut ke ruangan rapat sendirian tanpa Geu Rae, namun karena permintaan Pak Park yang meminta Geu Rae ikut ke ruang rapat, jadi Pak Kim pun membiarkan Geu Rae ikut.



Mendengar Geu Rae diajak rapat, Suk Yool langsung mencari Baek Ki dan menceritakan hal tersebut. Tepat disaat itu Young Yi muncul dan Suk Yool juga menceritakan semuanya pada Young Yi. Suk Yool masih tidak bisa percaya ada karyawan baru yang diajak ke rapat penting di perusahaan, terlebih lagi orang itu adalah Geu Rae, orang yang tidak punya title sarjana diantara mereka berempat. Bahkan Suk Yool menyebutnya sebagai “Legenda LED”.


“Baek Ki.... kenapa kau kembali?” tanya Young Yi dan Baek Ki menjawab kalau dia berpikir dia tak harus berada disana. Dia bahkan mengatakan kalau Pak Park bukanlah orang yang tegas, bahkan klien juga tidak memprioritaskannya.

“Geu Rae tinggal disana sampai akhir. Mungkin itu usil.” Ucap Young Yi dan Suk Yool menambahkan kalau sekarang Yeong Seong dalam masalah besar. Baek Ki menjawab kalau semua itu tergantung pada kesaksian Pak Park dalam rapat nanti. Dia menganggap kalau Pak Park adalah orang yang suka menghindari masalah, jadi dia pasti akan bersaksi yang tidak akan memberatkan Yeong Seong.

Rapat dimulai dan Pak Park sudah terlihat gusar karena di rapat itu, dia adalah saksi. Sedangkan Geu Rae sedang fokus mendengarkan semua orang bicara, dia benar-benar mempelajari setiap perkataan orang lain.

Pak Park kewalahan oleh gravitasi dari kasus ini. Dia  khawatir akan krisis perusahaan lain. Itu bodoh.” Ucap Geu Rae dalam hati saat melihat Pak Park hanya terpaku tak bisa berkata2. Dia kemudian memberikan sebuah catatan kecil pada Pak Park.


Setelah mendapat catatan kecil dari Gae rae, seolah2 di punggung Pak Park keluar sayap besar seperti burung.

“Saya akan memberitahukan apa...” ucap Pak Park yang langsung berhenti saat melihat catatan kecil yang Geu Rae berikan. Dimana Geu Rae hanya menulis, “Bertanggung jawablah!”

“Rahasianya adalah.... memo hal yang tak perlu saat dalam krisis... memo itu... kau tak bisa mengurus semua orang. Kau harus bertahan disini.”ucap Geu Rae dalam hati.

“Aku akan melaporkan... apa yang terjadi....” ucap Pak Park dengan yakin, kita beralih sejenak ke ruangan dimana Presdir Yeong Seong menunggu. Disana dua  pegawainya itu meminta maaf pada Presdirnya. Namun Presdir Yeong Seong berkata tidak perlu, karena semua itu memang salahnya.

“ada tujuh penundaan pengiriman. Saya menemukan penyebabnya hari ini. Yeong Seong ternyata lebih fokus pada transaksi lain, untuk meningkatkan klien mereka. Dan pengiriman untuk One Internasional selalu ditunda2 prosesnya. Saya tahu tentang hal itu hari ini.... dan bertanya tentang tanggung jawab.” Ucap Pak Park yang baru tahu setelah tanpa sengaja mendengar pembicaraan pimpinan Yeong Seong saat dia datang berkunjung.



Salah satu direksi berkata kalau seharusnya Pak park selalu memeriksa apa yang mereka lakukan. Pak Park lalu melihat sejenak pada Geu Rae dan kemudian melanjutkan kata2nya.



“Tapi.... ada beberapa masalah mengenai hal ini. Sementara masalah itu terjadi.... aku tak melakukan apapun tentang hal itu sebagai salah satu yang bertanggung jawab. Faktanya adalah kita tidak menyadari seberapa serius ini pada awalnya. Saya juga tidak, yakin tentang pekerjaanku. Akulah yang harus disalahkan disini. Aku salah satu yang...  membuat mereka berpikir itu baik2 saja. Aku tidak bertanggung jawab. Aku salah satu yang bertanggung jawab.” Ucap Pak Park dan tiba2 baju yang dia pakai hancur. Sedangka Geu Rae melihat semua orang yang datang ke rapat itu, wajahnya mirip dengan Pak Park.

“Saat industri meningkatkan biaya pengiriman dengan kenaikan biaya minyak... perusahaan kami mengalami penurunan. Aku tidak bisa membujuk mereka sebagai seorang wakil perusahaan. Itu sebabnya mereka mencari keuntungan dari perusahaan lainnya. Aku hanya berpikir pergi dengan frustasi tentang pekerjaan. Kupikir aku bersalah untuk ini. Aku akan bertanggung jawab. Selamatkan... mereka.... jaga kontraknya. Jangan... menghukum mereka.” pinta Pak Park dan menundukkan kepalanya.


Direktur Eksekutif terdiam sejenak mendengar kata2 Pak Park dan kemudian bertanya kapan Pak Park mulai bekerja di One Internasional. Pak Park yang masih shock tak bisa menjawabnya langsung, jadi Pak Kim lah yang menjawab kalau dia sudah bekerja selama 4 tahun.

“Kau seorang pria romantis.” Ucap Direktur Eksekutif dan membuat semua orang terkejut.

“Akankah kami meninggalkan partner 10 tahun karena ini?” ucap salah satu direksi.

“Siapa kau? Kenapa kau harus mengambil tanggung jawab?bagaimana itu?” ucap direksi yang lainnya.

“Meskipun sekarang kau harus berpikir tentang itu. ini akan buruk bagimu, keluargamu dan kemudian perusahaan. Ini adalah hal yang baik, jadi teruslah berpikir, untuk menyelesaikannya dengan baik.” Ucap Direktur Eksekutif pada Pak Park yang tentu saja tak pernah menyangka kalau penyelesaiannya akan sesimpel itu.

Itu lebih menyedihkan daripada permanan Go. Setiap orang memiliki pemainan mereka sendiri. Bagaimana mungkin aku... berani... mengajarinya sesuatu?” ucap Geu Rae dalam hati yang juga tak menyangka kalau semuanya akan baik2 saja dengan begitu mudah.


Suk Yool menelpon Baek Ki dan memberitahu kalau Pak Park tidak dipecat dan masalahnya dapat diselesaikan dengan baik. Baek Ki tentu saja terlihat kesal, dia kesal dan menyesal karena tidak bersama dengan Pak Park sampai akhir.



Dia kemudian menemui Geu Rae yang duduk diam di bangku depan gedung dan bertanya kenapa Geu rae terlihat lesu saat Pak Park baik-baik saja. Dengan lemas Geu rae menjawab kalau semua itu karena dia tidak bisa membantu apapun.

“Ada apa denganmu? Sekarang kau menyadarinya? Kita tidak bisa berbuat apa2.” Ucap Baek Ki dengan perasaan senang karena apa yang dia katakan benar.


Tepat disaat itu Pak Park datang untuk bicara dengan Geu Rae. Karena tidak ada urusan lagi dengan Geu rae, Baek ki pun memilih kembali ke kantor, namun langkah kakinya tiba2 terhenti saat mendengar Pak Park berterima kasih pada Geu Rae.

“Kau membantu menghilangkan karakter yang tak kuperlukan.” Ucap Pak park. Mereka berdua pun saling menundukkan kepala, kalau Pak Park sebagai tanda terima kasih, sedangkan Geu Rae sebagai permintaan maaf karena tidak sopan.

Kita sekarang melihat Direktur Eksekutif dan Presdir Yeong Seong berjabat tangan  dan itu pertanda kalau kerja sama mereka akan tetap dilanjutkan dengan baik.

“Yeong Seong akan menandatangani kontrak baru yang bekerja untuk keuntungan One Internasional. Sedangkan Pak Park akan menemukan masalah dan menulis laporan tentang bagaimana mencegahnya.”


Geu Rae sudah kembali ke ruangannya dan dia berkata pada Dong Sik kalau dia kira, Pak Park akan mendapatkan masalah akibat masalah ini. Dong Sik menjelaskan kalau seperti itulah sistem di One Internasional.

“Kita tak bisa membantu dari berbagai resiko yang ada. Tak peduli bagaimana kau mempersiapkannya,kecelakaan sering terjadi. Kau tidak bisa setiap kali meminta kayawan untuk bertanggung jawab. Jadi perusahaan yang memfokuskan mencari solusi untuk masalah ini.”ucap Dong Sik.

Mendengar itu, Geu Rae pun bertanya tentang kasus yang terjadi pada Dong Sik sebelumnya, kenapa pada saat itu Dong Sik harus menerima sanksi atas kecelakaan yang terjadi.

“Itu sebabnya itu hanyalah omong kosong.” Jawab sang Sik yang baru kembali ke dalam ruangan. “Bahkan jika perusahaan melindungimu, kau pasti akan menderita. Jika kau tidak menulis laporan secara menyeluruh... mereka bisa memintamu untuk mengambil tanggung jawab jika hal serupa terjadi.”



Mendengar itu Dong Sik langsung menghampiri Sang Sik dan bertanya apa dia yang harus menulis laporan tentang kasus Wilmart. Sang Sik pun menjawab tak perlu karena dia sendiri yang akan menulisnya. Sebelum kembali ke mejanya, Dong Sik sempat melihat kelayar komputer Sang Sik, dimana disana tertulis tulisan, Wilmart Ramen Impor : terkutuk, terkutuk, terkutuk..... Dong Sik hanya bisa menghela nafas dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah bosnya itu.



Tepat disaat Sang Sik sedang menghapus semua tulisan terkutuk, dia mendapat sms dari istrinya yang berkata kalau istrinya sudah mengirim email untuk Sang Sik. Apa yang dikirim oleh istri Sang Sik? Ternyata itu adalah video rekaman anak bungsu Sang Sik yang menjadi seorang tradingman sedangkan teman-temannya menjadi super hero. Dengan fasihnya anak Sang Sik mengatakan kalau tradingman adalah pahlawan ultrabest di dunia. Dia membeli produk untuk semua orang di bumi. Bahkan trandingman bisa membuat negara2 miskin menjadi kaya dan menjadi pemasok air untuk mereka semua.

“Dia mengalahkan... spiderman, batman, ironman dan yang lainnya!”ucap anak Sang Sik namun teman-temannya tidak setuju dan menyebut anak Sang Sik berbohong. Dengan kesal anak Sang Sik berkata kalau dia akan mengadukan semuanya pada ayahnya dan pasti ayahnya nanti akan memarahi teman2nya itu. karena diteriaki oleh anak Sang Sik, salah satu temannya ada yang nangis dan merekapun langsung mengeroyok anak Sang Sik.

Sang Sik, Dong Sik, Geu Rae dan Manager Go tertawa geli melihat tingkah anak Sang Sik yang sangat mirip dengan Sang Sik yang suka membentak-bentak.


“Ya, inilah kenapa kau bekerja disini.” Ucap Sang Sik sambil melihat foto keluarganya.


Tepat, setiap orang memiliki permainan Go dengan cara mereka sendiri.” Ucap Geu Rae dalam hati.

Bersambung
Sinopsis Misaeng ep 7


Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

Karekter Jang Geu Rae memang pinter......aq suka deh sama kareter Jang Geu Rae

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger