logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis My Spring Days Episode 3 Part 2

Sinopsis My Spring Days episode 3 part 2. Pada part sebelumnya diceritakan kalau Bom Yi mendatangi kantor Dong Ho untuk memintanya tidak mengurungkan niat  menjadi pemasok daging ke rumah sakitnya. Apa jawaban Dong Ho? Yuk kita lanjutkan sinopsisnya. Hehehhe.... dua hari ini benar2 kejar tayang untuk menyelesaikan sinopsis 2 drama. Tapi masih ada 2 drama lagi yang tertunda penulisannya karena nanti malam saya mau pergi dan pulang senin pagi. Hadeuuuh....




Sinopsis My Spring Days episode 3 part 2


Dong Ho dan rombongan sampai di tempat Bom Yi menunggu, namun sayang gaya keren mereka tidak dilihat oleh Bom Yi yang saat itu sedang asik mendengarkan lagu. Wkkwkkw.... kalo kata orang palembang, “CUGAK!”. 

Dong Ho pun menyuruh pegawai2 yang mengikutinya pergi untuk mengerjakan pekerjaannya masing. Dan dia akan menemui Bom Yi sendirian. Saat berhadapan dengan Bom Yi lagi2 mereka adu mulut, namun tak terjadi lama karena Bom Yi langsung mengontrol dirinya. 

“Maafkan aku. Aku benar2 lepas kontrol kemarin, maafkan aku.” Ucap Bom Yi dengan lembut dan kemudian bertanya tentang keadaan kaki Dong Ho. Dengan tersenyum Dong Ho menjawab tidak apa2. 



Karena menganggap Bom Yi sebagai tamunya, jadi Dong Ho sendiri yang mengambilkan kopi untuknya. Bom Yi terkejut saat melihat Dong Ho memasukkan begitu banyak gula ke dalam kopinya. Dan diapun memberitahu Dong Ho kalau gula tidak baik bagi kesehatan Dong Ho, karena gula dapat menyebabkan obesitas, diabetes, hipertensi..... belum sempat Bom Yi menyudahi ucapannya, Dong Ho langsung mengeluh kalau Bom Yi mulai lagi. Mendengar itu, secara reflek Bom Yi langsung mengatupkan mulutnya. 

“By the way, kenapa kau datang untuk menemuiku?” tanya Dong Ho.


Bom Yi ingin mengatakan maksud kedatangannya langsung namun dia ragu, dia takut Dong Ho akan menolak permintaannya. “Kau tau kan... aku sudah menolak tawaran pasokan dagingmu untuk rumah sakit kami.... jadi alasan saya datang ke sini adlaah... bisakan kau menolak penolakanku? Seperti yang kau tahu... aku berusaha keras untuk menemukan daging dengan harga yang murah.... tapi semua itu tak berjalan dengan baik. Aku seharusnya menerima tawaran mu tanpa mempertimbangkan harga diriku... jadi setelah aku menolaknya.....”

“Ya saya menolaknya.” Ucap Dong Ho memotong penjelasan Bom Yi yang panjang lebar. “Saya menolak penolakanmu, nona Lee Bom Yi.”

 Tentu saja Bom Yi senang mendengarnya dan dia pun langsung meminta maaf karena sudah mengubah2 ucapannya. Dong Ho pun tak mempermasalahkannya karena dia memang berniat menjadi pemasok daging di rumah sakit itu. 

“Apakah ini alasan kau datang menemuiku?” tanya Dong Ho dan diiyakan oleh Bom Yi. “Karena kau sudah ada disini,aku akan menunjukkan padamu pabrik dagingnya.” Ajak Dong Ho.


Di pabrik kita melihat seorang wanita tua sedang memberitahu bagaimana cara2 membersihkan daging dengan benar. Seorang pegawai menghampirinya dan mengatakan kalau ada yang mencari wanita itu, namun wanita itu tidak mau menemui siapa2 sebelum dia menyelesaikan pekerjaannya. Pegawai itu pun memberikan sebuah kartu nama milik orang yang ingin menemui wanita itu. Itu adalah kartu nama milik Ketua Jo Myeong Hee dari Rumah Sakit Hae Gil. Ya, yang ingin menemui wanita itu adalah ibu Bom Yi. 




Kita beralih pada Dong Ho yang  sedang menjelaskan semua alat2 yang digunakan di pabriknya pada Bom Yi. Dong Ho juga mengajak Bom Yi melihat kelas yang mengajarkan cara memisahkan daging dari tulangnya. Melihat itu Bom Yi merasa ngeri. 


Ternyata wanita tua yang Myeong Hee temui tadi adalah ibu Dong Wook. Dan dia datang menemuinya untuk membicarakan tentang pernikahan Dong Wook dan Bom Yi. Ibu Dong Ho berkata kalau dia mengalami ganguan psikis, karena kesedihan kehilangan suami dan menantu. Seorang psikiater menyarankan dirinya untuk hidup terpisah dari anak2nya untuk menyelamatkan hidup mereka. Jadi, dia berkata pada Myeong Hee untuk mengabaikan dirinya jika Myeong Hee datang untuk urusan anak2nya. 

Myeong Hee lalu mengatakan maksud kedatangannya adalah untuk meminta Ibu Dong Ho mencarikan seseorang wanita untuk menikah dengan Dong Ho. Ibu Dong Ho yang sedari awal tidak menyukai Myeong Hee langsung berkata kalau istri Dong Wook tidak perlu khawatir pada anak2 Dong Ho, karena mereka sudah diurus oleh ibu Soo Jung. Tak mau mendengarkan kata2 Myeong Hee, Ibu Dong Hee pun memilih pergi. 

Sepertinya Myeong Hee tahu tentang pemilik hati yang sekarang ada di tubuh Bom Yi.Yang dia khawatirkan sepertinya juga sama seperti yang Dong Wook khawatirkan karena sekarang Bom Yi dan Dong Ho sudah bertemu. 


Setelah berkeliling pabrik, Dong Hoo lalu mengajak Bom Yi mencicipi hasil peternakannya. Dan BomYi sangat menyukai rasa dagingnya.

“Apakah kau adalah master daging sapi di Korea? Lalu apa kau bisa mengenali jenis daging sapi hanya dengan mencicipinya?” tanya Bom Yi dan Dong Ho mengiyakannya. 


Bom Yi lalu menantang Dong Ho untuk menebak jenis sapi dengan cara menutup mata. Dong Ho sebenarnya tak mau,tapi karena Bom Yi memaksa, jadi dia pun melakukan tantang yang Bom Yi berikan. Untuk daging yang pertama, Dong Ho dengan cepat menebaknya hanya dengan merasakan rasa dagingnya. Dan untuk tantangan yang kedua, Dong Ho juga menjawab dengan benar, namun Bom Yi menyangkalnya, dia mengatakan kalau Dong Ho salah. Wkwkkwkkw.... tapi tetap saja kebohongan Bom Yi mudah ketahuan. 


Sudah waktunya Bom Yi pulang,  Dong Ho hendak mengantarkannya pulang, namun Bom Yi lebih memilih naik kereta bawah tanah. Melihat kedekatan Bom Yi dan Dong Ho, tentu saja Young Woo merasa senang. Tapi dia langsung protes karena Dong Ho malah mengajak Bom Yi melihat2 pabrik, bukannya mengajak ke tempat yang lebih bagus seperti peternakan dan tempat untuk studi lapangan. 




Mendengar saran Young Woo, Dong Ho pun jadi membayangkan dirinya dan Bom Yi bermain di peternakan. Dia juga mengajarkan Bom Yi cara memeras susu sapi. Setelah memeras susu bersama2 mereka pun meminum susunya dengan cara menyilangkan tangan. Kemudian mereka membuat adonan bersama2. Aku gak tau pasti itu adonan apa. Hehhehe



Upps! Ternyata itu semua bukanlah pemikiran Dong Ho tapi pemikiran Young Woo. Hehhehe... dia yang membayangkan semuanya. 

Dong Ho tertawa mendengar apa yang dibayangkan Young Woo, namun tiba2 dia menjewer kuping Young Woo, “Anak nakal, kau punya banyak pekerjaan kan akhir2 ini?” Young Woo langsung meminta maaf atas apa yang dia pikirkan, dia hanya ingin membuat Dong Ho bahagia.

“Lakukan sesuatu yang berguna dengan imajinasimu oke?” perintah  Dong Ho dan berjalan pergi. Namun langkahnya terhenti karena Young Woo memanggilnya dan memberitahukan kalau manager pabrik ingin bertemu dengannya. Manager pabrik? Apakah itu adalah ibunya Dong Ho?


Ternyata tebakanku benar, Dong Ho menemui ibunya yang sedang sibuk bekerja. Dengan lemas, ibunya berkata kalau Dong Wook akan menikah dan karena ibu si wanita adalah seorang ketua rumah sakit, jadi dia ingin tak ada cela sedikitpun pada keluarga Dong Wook, Myeong Hee mempermasalahkan status Dong Ho yang seorang duda dengan dua anak. 

Walaupun tak suka dengan cara Myeong Hee, ibu Dong Ho setuju dengan idenya. Dia juga menginginkan Dong Ho menemukan wanita lagi dan menikahinya. Dan untuk masalah Myeong Hee, agar dia senang, Ibu Dong Hee mengatakan agar mereka menuruti saja kemuannya dengan pergi menemui wanita yang akan dikenalkan dengan Dong Hee. 



Myeong Hee memanggil Bom Yi ke ruangannya. Dia menyuruh Bom Yi untuk tidak memberitahukan tentang operasi yang pernah Bom Yi lakukan pada keluarga Dong Wook. Dia juga menyuruh Bom Yi untuk menyembunyikan obat2nya. Karena ibunya memberi alasan ‘tidak ada keluarga yang akan menerima menantu sakit’, Bom Yi pun menuruti kata2 ibunya. 

( eumm... dari pembicaraan ini dan dari ketakutan Myeong Hee tentang ketahuannya operasi Bom Yi, bisa ditebak kalau Myeong Hee tau pemilik hati yang sekarang ada di tubuh Bom Yi.)


Bom Yi bertemu dengan Dong Wook di sebuah restoran, Bom Yi menceritakan tentang apa yang ibunya minta padanya. Dong Wook pun tak mempermasalahkannya karena mereka sudah membicarakan tentang hal itu sebelumnya. 

Bom Yi lalu menceritakan tentang dia yang bertemu dengan Dong Ho di tempat kerja nya. Dia melakukan itu untuk meminta Dong Ho sebagai pemasok daging di rumah sakit mereka, dan semua itu adalah perintah atasannya. 

Dong Wook pun bertanya apakah Bom Yi mengatakan tentang hubungan mereka berdua. Masih pada pendirian sebelumnya, Bom Yi menjawab kalau dia tidak mengatakannya. Dia beralasan kalau dia mengatakan tentang hubungan mereka tepat disaat dia ingin meminta bantuan, DOng Ho pasti tidak akan bisa mengatakan tidak, bahkan jika dia ingin. 

"Oppa... apa kau kecewa?" tanya Bom Yi dan langsung dijawab tidak oleh Dong WOo, dia beralasan kalau sebenarnya Bom Yi sendiri nanti yang akan merasa malu. Terlihat kekhawatiran pada pandangan Dong Wook ke Bom YI, dia sepertinya takut kakaknya akan mengambil cintanya lagi. 


Dong Wook pergi menemui kakaknya, dan tak lupa dia juga membawakan pakaian untuk dua keponakannya. Dia ingin keponakan-keponakannya memakai pakaian itu di weekend nanti, tepat disaat dia memperkenalkan pacaranya pada semuanya. Melihat persiapan DOng Wook, DOng Ho pun berkomentar kalau Dong Wook memang sudah waktunya untuk menikah. 

"Apakah kau ingin mengatakan sesuatu padaku?" tanya DOng Ho melihat ekspresi Dong Wook. 

"Apa kau tidak akan menikah? apakah tidak ada wanita yang kau sukai?"

"Jangan konyol" elak Dong Ho.

"Apa kau tidak punya pacar?"

"Kenapa kau bertanya padaku? apa kau akan memperkenalkan aku dengan seseorang?" tanya Dong Ho dan Dong Wook tak bisa menjawab jadi dia memilih pergi, bahkan dia juga menolak ajakan DOng Ho untuk makan malam bersama.


Bom Yi lagi2 mendapat mimpi sedang membelai kepala seorang laki2 yang sedang bersedih. 


Anak2 Dong Ho sedang mencoba pakaian yang DOng Wook belikan untuk mereka. Merekapun terlihat senang mengenakannya. Karena dia dan adiknya sudah punya pakaian yang akan mereka pakai, Poo Reum pun bertanya pada ayahnya tentang baju apa yang akan dia pakai nanti. Mendengar pertanyaan itu, DOng Ho pun mulai berpikir akan memakai pakaian apa.



Bom Yi memberitahu DOng Wook kalau sekarang dia sedang mencari hadiah untuk keluarga DOng Wook. Mendengar itu DOng Wook pun berencana melakukan hal yang sama, namun sebelum melakukan semua itu, dia akan bertanya pendapat ayah Bom Yi dulu. Saat Dong Wook bertanya apa Bom YI juga akan membelikan hadiah untuknya, bukannya menjawab Bom Yi malah iseng langsung menutup teleponnya. 


Dong Ho mangajak Poo Reum untuk menemaninya mencari jas. Namun Dong Ho langsung menyesal sudah mengajak Poo Reum, karena tak ada satupun jas yang sesuai keinginan Poo Reum, jadi mereka pun harus mendatangi semua tempat agar bisa menemukan jas yang Poo Reum inginkan. 



Saat berada di tangga eskalator turun, mereka berdua bertemu dengan Bom Yi yang berada di eskalator tangga naik. Reflek Dong Ho melangkah naik, agar posisinya bisa sejajar dengan Bom Yi. wkwkkwkw... mpe segitunya. Dong Ho meminta bantuan Bom Yi untuk mencarikan baju yang cocok untuk dirinya. 





Dengan senang hati Bom Yi berjalan bersama Poo Reum dan DOng Ho. Setelah memilih pakaian ini dan itu dan mencoba jas ini dan itu, akhirnya mereka dapat satu jas yang cocok untuk Dong Ho. Saat akan membayar jas-nya, Dong Ho mendapat hadiah termos, dengan PD-nya Bom Yi ingin mengambil hadiah itu, namun DOng Ho mengatakan kalau dialah yang berhak atas termos itu. Namun dengan bantuan Poo Reum, Bom Yi mendapatkan termos itu. hehehhehe.... suka liat kekompakan Bom Yi dan Poo Reum. 


Saat akan pulang, Dong Ho melihat  topi untuk perempuan. Diapun meminta bantuan Bom Yi untuk mencobanya. Dong Ho berkata kalau dia ingin memberikannya pada calon adik iparnya. Mendengar itu tentu saja Bom Yi merasa tidak enak, karena topi itu adalah kado untuknya. 


Melihat Bom Yi memakai topi, Poo Reum langsung berkata kalau Bom Yi mirip dengan ibunya. Dong Ho membenarkan apa yang Poo Reum katakan. Namun dia tak ingin membuat suasana menjadi canggung, jadi dia langsung memanggil pelayan dan membeli topi tersebut. Poo Reum terlihat sedih karena mengingat tentang ibunya, melihat itu Bom Yi langsung mengajaknya makan bersama.

Di mall yang sama kita melihat Dong Wook sedanng mencari Bom Yi, dia sengaja tidak menelpon Bom Yi sebelumnya karena dia ingin memberinya kejutan. 

Bom Yi, Poo Reum dan Dong Ho sudah berada di sebuah restoran. Dengan perhatiannya, Bom Yi memotongkan daging untuk Poo Reum. Bom Yi lalu bertanya kenapa Poo Reum tidak pernah menelponnya sekalipun padahal dia sangat merindukan Poo Reum. Poo Reum tak bisa menjawab.

“Dia tidak bisa menghubungimu karena dia menyukaimu.” Jawab Dong Ho dan itu langsung membuat Poo Reum malu. 



Tepat disaat itu Dong Wook menemukan Bom Yi, awalnya dia tersenyum namun saat melihat Bom Yi bersama kakaknya, senyum Dong Wook langsung menghilang. Dia juga mendengar kalau Poo Reum sangat menyukai Bom Yi, diapun jadi teringat cerita Bom Yi yang menangis saat pertama kali bertemu dengan Poo Rum dan Ba Da. 



Dong Wook juga teringat pembicaraannya dengan ayah Bom Yi, dimana dia sudah tahu kalau hati Bom Yi adalah hati dari istri Dong Ho. Dan ayah Bom Yi juga membahas tentang Bom Yi dan Dong Hoo sering bertemu, padahal mereka tidak tau menau soal hati yang didonorkan. 






Poo Reum lalu bertanya apa ayahnya dan Bom Yi sering bertemu? Dong Ho langsung menjawab kalau pertemuan mereka sekarang hanyalah suatu kebetulan. Bom Yi lalu mengatakan pada Poo Reum kalau sebentar lagi mereka akan sering bertemu. Bom Yi mencoba mengatakan kalau dia adalah pacara Dong Wook, namun belum sempat dia mengatakannya Dong Wook datang menghampiri mereka. Tak bisa menunggu terlalu lama lagi, Dong Wook pun memberitahu kakaknya kalau Bom Yi adalah pacaranya. Tentu saja Dong Ho dan Poo Reum terkejut mendengarnya. 

Bersambung
Sinopsis My Spring Days episode 4 by Chusnianti

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

gak sabar buat selanjutnya.. semangat nulisnya :)

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger