logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis God’s Gift – Days 14 Episode 5 Part 2

Sinopsis God’s Gift – Days 14 episode 5 part 2. Maaf banget dah telat banget buat sinopsis karena minggu kemaren diajak jalan terus sama temen, jadi siangnya sama sekali gak bisa pegang leptop dan nulis sinop padahal jatah sinopku numpuk banyak. Nah karena siangnya jalan sampai magrib, jadi malamnya, ne mata gak kuasa buat ngetik, jadinya lanjutan sinop ini jadi tertunda2 dah... maaf yah...


Sinopsis God’s Gift – Days 14 episode 5 part 2 !!!

Saet Byeol merasa bosan di rumah. Dari jendela dia melihat Young Gyu yang berdiri di depan gerbang. Dengan riang Saet Byeol menghampiri Young Gyu, namun sayang Young Gyu sepertinya tidak senang bertemu dengan Saet Byeol. Melihat sikap Young Gyu yang menghindarinya, Saet Byeol langsung bertanya ada apa? Apa Young Gyu marah padanya.

Sambil memainkan kakinya, Young Gyu bertanya apa Saet Byeol punya teman baru. Mendengar itu, Saet Byeol jadi sadar apa yang membuat Young Gyu marah padanya. Saet Byeolpun langsung mengucapkan maaf.



Saet Byeol mengeluarkan kertas lipat yang sudah dia buat bersama Dong Chan sebelumnya. “Ini adalah ‘ultimate ddakji’ aku memberikannya khusus padamu. Kau mau kan?”

Tentu saja mendapat hadiah khusus dari Saet Byeol membuat Young Gyu merasa senang dan mau bermain bersama Saet Byeol lagi. Saet Byeol mengajak Young Gyu nonton Snake karena ibunya sudah mengizinkannya mengajak Young Gyu.

Mendengar itu Young Gyu tambah senang sampai dia loncat2 kegirangan. Saet Byeol menyuruh  Young Gyu datang kerumahnya jam 3.

Ji Hoon sedang bersiap2 pulang agar dia bisa pergi dengan Saet Byeol ke konser SNAKE. Namun sayang dia mendapatkan telepon dari seseorang yang meminta bantuannya. Siapa yang menelpon Ji Hoon? Yang menelponnya adalah si pembunuh... Cha Bong Sup.

Cha Bong Sup menggunakan ponsel milik pengirim makanan yang dia ambil diam2. Dia menelpon di toilet.Ho Gook yang mengantarkannya ke toilet merasa curiga karena Bong Sup lama di toilet. Dia meminta Bong Sup membuka pintu tapi Bong Sup tidak membukakannya karena masih menelpon meminta bantuan. Salah satu polisi memanjat pintu dan melihat Bong Sup sedang menelpon. OMG, jangan bilang Ji Hoon bakal jadi pengacaranya Bong Sup.

Dong Chan dan Soo Hyun pergi diam2 ke rumah Bong Sup untuk mencari cincin milik wanita kedua. Mereka memakai sarung tangan terlebih dahulu agar sidik jari mereka tidak menempel di rumah Bong Sup karena kalau sampai ketahuan polisi semuanya akan jadi berabe. Dong Chan menyuruh Soo Hyun memeriksa dapur dan ruang tamu, sedangkan Dong Chan sendiri masuk ke kamar Bong Sup.


Setelah mencari kesetiap sudut ruangan, Dong Chan menemukan foto ibunya dan Young Gyu didalam laci. Tentu saja Dong Chan terkejut melihatnya dan jadi penasaran kenapa Bong Sup menyimpan foto ibu dan keponakannya.


Soo Hyun muncul dan Dong Chan dengan cepat menyembunyikan foto tersebut. Karena di dapur dan ruang tamu Soo Hyun tak menemukan apa2, Dong Chan pun menyuruhnya untuk memeriksa ulang di kamar mandi.

Dong Chan dan Soo Hyun sama2 memeriksa kamar mandi. Tepat disaat itu datang dua orang polisi yang memeriksa rumah Bong Sup. Dong Chan yang sadar kalau mereka berdua sampai ketahuan berada di rumah Bong Sup akan jadi masalah, dia langsung menarik Soo Hyun kedalam bak mandi dan bersembunyi di balik tirai.

Kedua polisi iitu masuk ke kamar mandi dan persis dibalik tirai. Soo Hyun yang berada diposisi  tak berusaha mencari pegangan agar tidak terjatuh. Tapi dia malah tak sengaja menyenggol jam pasir. Untungnya saja Dong Chan dengan sigap menangkap jam pasir itu.

Kedua polisi itu memutuskan untuk pergi karena dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan di dalam rumah.

Kondisi sudah aman, Soo Hyun langsung bertanya kenapa mereka harus bersembunyi, apa mereka sudah melakukan hal yang salah? Dong Chan pun berusaha menjelaskan kalau mereka ketahuan berada di rumah kosong seperti itu, mereka bisa ditunduh sebagai pencuri apalagii mereka juga mengenakan sarung tangan.  Dong Chan hendak keluar saat Soo Hyun menemukan dua buah cincin di dalam jam pasir.



Ji Hoon datang ke polisi dan tentu saja dia datang untuk menemui Cha Bong Sup. Ji Hoon datang karena mendapat aduan tentang ketidakadilan perlakuan yang diterima Cha Bong Sup, apalagi dia sudah ditangkap tanpa bukti. Melihat Bong Sup yang penuh dengan luka pukulan tentu saja membuat Ji Hoon marah dan bertanya kenapa polisi memukulinya. Ho Gook mencoba memberitahu Ji Hoon kalau bukan polisi yang melakukannya, tapi belum sempat dia mengatakan kalau Dong Chan dan Soo Hyun yang melakukannya, Woo Jin langsung memotong dengan berkata kalau semua itu dilakukan karena tindakan membela diri.

“Mereka berbohong, Tuan Pengacara. Petugas polisi yang melakukan ini padaku.” Ucap Bong Sup yang ingin keluar dari kantor polisi dengan bantuan Ji Hoon.

“Kebenaran akan segera terungkap. Lagipula, dalam situasi dimana tidak ada barang bukti, memasukkan orang dalam penjara seperti ini adalah melawan hukum. Segera bebaskan dia.” Ucap Ji Hoon.

Woo Jin menajwab kalau mereka sedang menungggu surat perintah penangkapan yang sedang diproses. Jadi kalau mereka mendapat perintah untuk menghentikan penyelidikan maka mereka akan segera membebaskan Bong Sup.

“Apakah polisi tahu hasil DNA dari NFA?” tanya Ji Hoon yang sepertinya tau kalau hasil DNA sudah keluar dan tidak diketemukan DNA Bong Sup di rumah Mimi. Jelas saja Woo Jin tak bisa berkata apa2 lagi.

Ji Hoon menemui atasan Woo Jin dan mengatakan kalau polisi tidak bisa menangkap seseorang tanpa bukti yang jelas. “Ini adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, investigasi yang dimanipulasi, dan investigasi yang dipaksakan.” Ucap Ji Hoon.

Dan atasan Woo Jin mengatakan kalau Bong Sup pasti di tangkap karena sudah melakukan kesalahan. Ji Hoon berkata kalau polisi sudah sengaja menyembunyikan hasil NFS, memasukkan orang kepenjara secara tidak sah dan penganiayaan.  Ji Hoon pergi dan atasan Woo Jin langsung menelpon Woo Jin dengan marah.

Ji Hoon memberitahu Bong Sup kalau dia akan dibebaskan jika benar2 tidak ditemukan buktinya. Tepat disaat itu Ji Hoon mendapat telepon dari Saet Byeol yang menanyakan tentang konser SNAKE. Ji Hoon dengan rasa bersalah mengatakan kalau dia tidak bisa ikut nonton karena punya urusan penting. Bong Sup mendengar pembicaraan mereka. Bong Sup pun meminta maaf pada Ji Hoon karena dirinya Ji Hoon tak bisa menemui anaknya.

Ho Gook hendak melepas birgol di tangan Bong Sup. Tepat disaat itu Soo Hyun dan Dong Chan muncul dengan membawa cincin dan anting2 yang mereka dapatkan di rumah Bong Sup. Mereka memberikannnya pada Woo Jin untuk diperiksa apakah cincin dan anting2 itu benar2 milik korban yang disimpan Bong Sup. Bong Sup pun ditunda kebebasannya.



Ji Hoon melihat Soo Hyun dan dengan ekspresi terkejut memanggilnya. Tau kalau Ji Hoon yang membela Bong Sup tentu saja membuat Soo Hyun emosi. Mendengar Soo Hyun berkata kalau Saet Byeol akan dibunuh, membuat Ji Hoon terpancing amarah juga dan tidak mau mengerti dengan kekhawatiran Soo Hyun yang menurutnya tidak berdasar.

Ji Hoon hanya berpikir logis, dia tidak mendapatkan barang bukti yang menyatakan kalau Bong Sup bersalah jadi dia tidak bisa percaya pada perkataan Soo Hyun. Dan sebagai pengacara hak asasi manusia, dia ingin membela Bong Sup yang jelas2 diperlakukan tidak adil.

Soo Hyun pun mengatakan kalau dia punya bukti kalau Bong Sup benar2 bersalah. Tak lama kemudian Woo Jin muncul bersama keluarga korban dan hasilnya mengecewakan. Tak ada satupun keluarga korban yang mengatakan kalau cincin dan anting2 itu adalah milik korban.

Dong Chan duduk di depan kantor polisi. Dia masih kepikiran tentang foto ibu dan Young Gyu yang dia dapatkan di rumah Bong Sup.


Polisi yang ditugaskan untuk mencari barang bukti kembali ke kantor polis karena surat perintah penangkapan sudah diberhentikan. Melihat Bong Sup yang terus menatapnya dari ruang interogasi, membuat Soo Hyun teringat pada kejadian dimana Saet Byoel yang ditemukan sudah tak bernyawa.

Tak mau hal itu benar2 terjadi, Soo Hyun mengambil pistol polisi dan langsung berlari keruang interogasi. Dengan nekad, Soo Hyun mengunci pintu dan mematikan kamera cctv. Soo Hyun menodongkan pistol ke arah Bong Sup dan menyuruhnya mengaku kalau dialah pembunuhnya.

Tentu saja Bong Sup tak sebodoh itu, sikap Soo Hyun yang seperti itu malah digunakan Bong Sup agar dia terlihat sebagai korban kekerasan. Bong Sup bertanya kenapa Soo Hyun melepaskan tangannya saat di gedung konstruksi? Kenapa Soo Hyun ingin membunuhnya?


Soo Hyun dengan emosi berkata kalau dia memang menginginkan Bong Sup mati supaya putrinya tetap hidup. Mendengar itu Bong Sup malah menantang Soo Hyun, “Jika kau mau aku akan melakukan itu, aku akan keluar dari sini dan membunuh putrimu.”

“Pengakuan,bukti, motif, aku tak butuh semua itu. mimi tidak mati. Jika mimi sadar, kau mati. Itu sebabnya,jika kau ingin menghindari eksekusi, akuilah.”

Bong Sup memang terkejut mengetahui mimi belum mati, tapi dia tidak terpancing begitu saja dan mengakui kalau dia bersalah.”Masih banyak yang harus kulakukan. Tapi aku harus membunuh putrimu? Aku sangat penasaran, aku bisa gila. Bagaimana cara membunuh putrimu?”


Soo Hyun teriak, Bong Sup langsung menangkap tangan Soo Hyun dan menyuruh Soo Hyun berhati2. Bong Sup menghentakkan tangan Soo Hyun sehingga pistolnya terjatuh. Emosi, Soo Hyun langsung mengambil pistol dan hendak menembak Bong Sup, untung saja pintu sudah terbuka dan Dong Chan langsung menangkap Soo Hyun.



Soo Hyun memberontak sehingga Dong Chan harus menariknya keluar ruangan. Bukan hanya keluar ruangan, Dong Chan menarik Soo Hyun sampai keluar kantor polisi. Soo Hyun masih tak bisa mengontrol emosinya,dia malah menyalahkan Dong Chan karena  dia menyelamatkan Bong Sup saat digedung konstruksi.



Bong Sup dilepaskan tepat di hadapan Soo Hyun dan Dong Chan. Tak terima Bong Sup dilepaskan, Soo Hyun langsung menangkap tangannya dan berteriak kalau Bong Sup tak boleh pergi. Soo Hyun berteriak kalau Bong Sup mengatakan akan membunuh anaknya. Di tengah histerisnya Soo Hyun, polisi lain memborgol tangan Dong Chan dan berkata kalau dia ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Polisi itu juga berkata pada Woo Jin kalau timnya diberhentikan dari insiden pembunuhan dan tim polisi itu yang akan menggantikannya.

Woo Jin emosi bertanya kenapa Dong Chan ditangkap. Polisi itu menjawab kalau mereka menerima laporan dari kemeja yang dianalisis  NFS. Dan hasilnya mengatakan kalau darah mimi banyak ditemukan di kemeja Dong Chan.

Dong Chan menjawab kalau dia berkelahi dengan Bong Cha di rumah Mimi. Tapi polisi itu tak mau tahu dan langsung menyeret Dong Chan pergi. Melihat Dong Chan ditangkap karena dirinya tentu saja Soo Hyun merasa bersalah, tapi Dong Chan tidak menyesal dia malah menyuruh Soo Hyun pergi untuk melindungi Saet Byeol.

Soo Hyun pulang dan dengan panik bertanya dimana Saet Byeol pada pengasuhnya. Pengasuh Saet Byeol berkata kalau Saet Byeol sedang dikamarnya belajar. Soo Hyun pergi kekamar Saet Byeoldan didepan kamar tertempel tulisan, “Aku sedang belajar untuk ujian bahasa inggris besok. Dilarang masuk!”.

Awalnya Soo Hyun merasa tenang, tapi dia teringat kalau dia pernah membaca tulisan seperti itu sebelumnya. Saat itu Saet Byeol tidak ada dikamarnya, Saet Byeol pergi nonton konser SNAKE sendiri. Dan apa yang terjadi pada saat itu terulang kembali. Saet Byeol benar2 tak ada dikamar dan di laptopnya terpampang gambar Snake.  

Soo Hyun langsung menelpon Ji Hoon dan memberitahunya kalau Saet Byoel menghilang. Dan ternyata Ji Hoon sedang bersama Bong Sup. Tak mau menyusahkan Ji Hoon, Bong Sup pun memintanya untuk menurunkan dia dijalan saja.

Sebelum Ji Hoon pergi, Bong Sup mengucapkan terima kasih padanya, “Jika bukan karena anda, aku sudah dituduh secara tidak adil.”

“Aku kira kau sudah salah paham. Kau pikir kau tak bersalah. Cha Bong Sup, kau masih tersangka utama kasus ini. Hanya selama penyelidikan dan tahap penangkapan ada perbuatan melawan hukum, dan masih ada tidak bukti konkret kejahatan. Itulah sebabnya kau dibebaskan.” Ucap Ji Hoon yang sebenarnya tidak terlalu percaya pada Bong Sup.

Soo Hyun  bergegas ke mobilnya karena saking terburu2nya, dia tersandung dan kunci mobilnya terjatuh dibawah mobil. Soo Hyun langsung berusaha mengambil kunci, tapi bukannya mendapatkan kunci mobil, tangan Soo Hyun malah terkena tetesan darah.  

Saet Byeol dan Young Gyu sudah berada ditempat konser. Saet Byoel masih terlihat kesal karena ayah dan ibunya tidak menepati janji. Young Gyu menghibur Saet Byeol dengan memoto dengan kamera rusaknya. Walaupun difoto bohong-bohongan itu sudah bisa membuat Saet Byeol tersenyum lagi. Saet Byeol berkata kalau dia ingin ke toilet dan dia meminta Young Gyu tetap ditempat.  Saet Byeol keluar dari toilet dan tiba-tiba ada seorang pria yang menghampirinya.

Soo Hyun sampai di tempat konser dan lansung mencari Saet Byeol. Tak menemukan Saet  Byeol, Soo Hyun malah melihat Young Gyu. Soo Hyun pun mengajak Young Gyu mencari Saet Byeol. Soo Hyun terus memanggil2 Saet Byeol dengan panik. 

Terlihat seorang pria misterius akan memasuki ruang khusus Lee Jin Seon. Siapa kah dia? Dilihat dari jaketnya, sepertinya itu adalah Bong Sup. Karena jaketnya sama seperti jaket yang dia pakai saat keluar dari kantor polisi.



Ditengah kepanikan, Soo Hyun melihat Saet Byeol sedang berjalan bersama Ji Hoon.  Soo Hyun pun menghela nafas lega. SOO Hyun langsung memeluk Saet Byeol. tepat disaat itu anggota snake tiba. Saet Byeol hendak pergi mendekati SNAKE,tapi Soo Hyun mencegahnya dan mengajak Saet Byeol pulang.

“Aku tidak mau! Aku mau memberikan hadiah ulang tahun pda Tae Oh oppa.” Ucap Saet Byeol dengan ceria. Tapi Soo Hyun tetap tak mengizinkannya. Dia bahkan memukuli Saet Byeol karena tak mau mendengarkannya. Ji Hoon hendak menghentikan Soo Hyun, tapi Soo Hyun malah menepis tangannya dan tak sengaja menampar Young Gyu.

Young Gyu terjatuh dan kamera nya pecah. Melihat itu, Soo Hyun teringat kalau dia juga pernah menampar Young Gyu dan mengakibatkan kameranya pecah.

Bong Sup masuk ke kamar mimi untuk membunuhnya untuk yang kedua kalinya. Namun saat dia membuka tirai tempat tidur mimi, dia langsung mendapat serangan dari Dong Chan yang sudah bersembunyi di dalam sana. Sambil mencengkram kerah Bong Sup,DongCHan mengatakan kalau polisi sudah menemukan sejata yang Bong Sup sembunyikan di bawah mobil Soo Hyun.


Ternyata setelah mendapatkan barang bukti dari Soo Hyun, polisi langsung membuat rencana untuk menjebak Bong Sup dan mereka juga sudah menempatkan mimi ke tempat yang lebih aman.


Masih mencengkram kerah Bong Sup, Dong Chan menunjukkan foto ibunya dan Young Gyu.  Dia bertanya kenapa Bong Sup menyimpan foto ibunya?

“Ibu?” tanya Bong Sup terkejut.

“Apa yang kau tanyakan padanya? Apakah kau mau melakukan sesuatu yang jahat pada ibuku juga? Katakan padaku.” Ucap Dong Chan. Karena tak ada jawaban dari Bong Sup, diapun jadi terpancing emosi dan hendak memukulnya dengan meja. Untungnya saja Ho Gook datang untuk mencegahnya.

Ho Gook menarik Dong Chan keluar karena dia sudah tak bisa mengontrol emosinya. Sedangkan Bong Sup diurus oleh Woo Jin.

Bong Sup lagi2 dibawa ke kantor polisi dan untuk yang kali ini dia tak bisa lagi menghindar dari tuduhan karena bukti yang sudah ditemukan. Ternyata pada malam itu, setelah membersihkan semua DNA-nya di rumah Mimi, Bong Sup menyembunyikan senjata dan baju berdarahnya di bawah mobil. Dia tidak tahu kalau mobil itu adalah mobil Soo Hyun.

Ji Hoon menemui Saet Byeol dikamarnya. Saet Byeol masih terlihat kecewa karena ibunya melarang dia nonton konser. Untuk menghibur Saet Byeol, Ji Hoon membacakan dongeng untuknya.

Soo Hyun mengeluarkan cincin dan anting2 yang dia dapat di rumah Bong Sup dari kantong jasnya. Dia menaruhnya di meja rias.

Ji Hoon masih membacakan dongeng untuk Saet Byel. Dia membacakan dongeng tentang Hansel dan Gretel. Dimana akhir  ceritanya adalah si penyihir yang mati didalam oven sehingga Hansel dan Gretel bisa mengambil harta karunnya dan hidup bahagia dengan orang tua mereka.

Saet Byeol senang dengan akhir ceritanya yangbahagia.  Ji Hoon bertanya apa Saet Byeol yakin kalau si penyihir yang  benar2  membunuh anak2?

“tentu saja, Hansel dan Gretel melihat tulang anak2 itu.” jawab Saet Byeol.

“Meskipun begitu. Sampai ada bukti kuat yang membuktikan kalau dia membunuh anak2, si penyihir tak bersalah. Meskipun si penyihir tewas dalam oven, bukanlah happy ending.... “ jelas Ji Hoon yang berbicara dari kacamata pengacara.

Saet Byeol bertanya apa si penyihir tidak mati? Ji Hoon menjawab kalau si penyihir bisa saja sudah mati ataupun belum, sampai ada bukti kalau dia melakukan kejahatan itu, “Aku punya hak untuk melindungi penyihir. Itulah yang ayah lakukan.”

Saet Byeol bingung dengan apa yang ayahnya katakan.

Bong Sup mengakui semua kajahatannya sekaligus alasan dia membunuh 3 wanita itu. setelah mengatakan kalau besok Bong Sup akan dibawa ke kejaksaan, Woo Jin hendak keluar.

“Ada sesuatu yang aku tidak katakan. Hubungi wanita itu. wanita yang mencoba membunuhku.” Ucap Bong Sup menghentikan langkah Woo Jin.

“Kau bilang apa?”

“Akan ku ceritakan pada dia semuanya. Aku sebenarnya berencana membawa rahasia ini sampai mati. Tapi aku berubah pikiran karena wanita itu. Aku tidak akan memberitahu orang lain. Namun ini sesuatu yang sangat penting. Nanti semua akan terlambat. Nanti kau akan menyesal.” Ucap Bong Sup.



Woo Jin langsung menelpon Soo Hyun dan mengatakan kalau Bong Sup ingin bertemu dengannya. Setelah Soo Hyun menutup telepon, Ji Hoon masuk dan mengajak Soo Hyun untuk bicara. Masih marah dengan sikap Ji Hoon yang membela Bong Sup, Soo Hyun tak mau bicara dengan Ji Hoon. Yang membuat Soo Hyun kecewa adalah Ji Hoon yang lebih percaya pada kata2 Bong Sup ketimbang pada kata2 istrinya sendiri. Ji Hoon berusaha memberi penjelasan tapi Soo Hyun tak mau tahu,dia memilih pergi ke kantor polisi.

Dong Chan mengikuti mobil yang membawa Bong Sup ke kantor kejaksaan. Dia bertekad pada dirinya sendiri untuk mendapatkan jawaban kenapa Bong Sup menyimpan foto ibunya.

Soo Hyun sudah berada di kantor polisi. Woo Jin menghampirinya dan berkata kalau dia akan pergi ke TKP untuk penyelidikan. Dia juga mengatakan mobil Soo Hyun akan dikembalikan jika sudah selesai digeledah.

Kembali ke perjalanan membawa Bong Sup ke kejaksaan. Sebuah truk menyala dan berjalan melintas tepat disaat mobil yang membawa Bong Sup akan lewat. Menghindari truk, polisi yang menyopir mobil itu membelokkan mobil. Naas, mobil itu malah terjun dan terbalik.

Dong Chan yang mengikuti mobil polisi itu langsung berhenti dan turun untuk melihat keadaan Ho Gook. Dong Chan berhasil mengambil Ho Gook keluar mobil,namun saat dia sedang berusaha menyadarkan Ho Gook, tiba2 Bong Sup memukul kepala Dong Chan dan lari.

Kepala Dong Chan berdarah, tapi dia masih sadarkan diri dan langsung mengejar Bong Sup yang melarikan diri.

Seorang polwan menghampiri Soo Hyun dan mengembalikan kunci mobilnya. Polwan itu juga memberikan dompet milik Soo Hyun yang terjatuh.


Woo Jin mendapat telepon dan sepertinya dia mendapat kabar yang mengejutkan. Tepat disaat itu, Soo Hyun juga mendapat telepon. Dia ditelpon Dong Chan yang memberitahunya kalau Bong Sup sudah mati. Soo Hyun sock mendengarnya sampai2 dia menjatuhkan dompetnya.


Dong chan menjatuhkan tongkat bisball yang berlumuran darah disamping tubuh Bong Sup yang sudah tak bernyawa lagi. Euuuum..... apakah Dong Chan yang sudah membunuhnya?

Soo Hyun mengambil kembali dompetnya. Dia menarik foto yang dia ambil di toko destiny bersama Saet Byeol. Soo Hyun shock karena di foto itu masih tak ada Saet Byeol, hanya dia sendiri.


Woo Jin datang dan memberitahu Soo Hyun kalau Bong Sup tewas di tempat kejadian. Selain itu, Woo Jin juga mengabarkan kalau Mimi juga baru saja meninggal. Mendapati kabar itu,ditambah lagi gambar Saet Byeol yang menghilang membuat Soo Hyun benar2 shock.

Bersambung
Sinopsis Gods Gift – 14 Dyas episode 6 dari mbak ayu.


Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

4 komentar

Ikutin drama ini bikin stress tiap episode tegang makasih sinopsisnya

Balas

Tambah seruu aj nii drama
Ternyata manusia memang gaa bisa melawan takdir hehee
Gumawo cinggu sinopsis nya !!

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger