logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Blood Episode 5 Part 1


Jae Wook tiba di rumah sakit, dia terlihat santai bahkan sempat menyapa dokter padahal dia tahu kalau dia harus segera melakukan operasi penting. Euum... sepertinya dia terlihat senang karena Ji Sang masuk kejebakannya. Jae Wook berganti pakaian, di dalam hati dia berkata, “mampukah dia benar2 mengabaikan sesuatu yang telah dia caritahu sepanjang hidupnya. Untuk menyelamatkan seorang pasien yang tak memiliki ikatan dengan dirinya? Kau membuat keputusan benar. Keputusan yang paling tepat bagimu. Terima kasih Park Ji Sang. Karena tidak mengecewakanku.”


Pintu ruangan operasi terbuka namun bukan Jae Wook yang muncul, melainkan Ji Sang yang sudah siap melakukan operasi. Tak berselang lama Jae Wook muncul dari belakangnya. Melihat Ji Sang muncul, tentu saja senyum yang sedari tadi mengembang di wajah Jae Wook langsung hilang. Dia kecewa karena Ji Sang lebih memilik menyelamatkan pasien itu. 

Apa yang terjadi sebenarnya, bagaimana Ji Sang bisa cepat sampai ke rumah sakit, padahal sebelumnya dia di tangkap polisi??

Flasback!

Saat polisi akan menangkap Ji Sang, Ji Sang langsung menjatuhkan mereka dengan cepat. Karena Ji Sang tak menemukan dua vampir itu lagi, diapun memutuskan kembali ke rumah sakiti.


Kita kembali ke ruang operasi, dimana Jae Wook menyuruh Ji Sang melakukan operasi segera. Dia mengatakan itu dengan ekspresi tak senang. Ya... Jae Wook marah bukan karena Ji Sang terlambat datang, melainkan karena Ji Sang memilih datang ke rumah sakit dan mengoperasi.

“Setelah operasinya selesai, kau harus memberi penjelasan padaku.” Ucap Ri Ta dengan kesal karena Ji Sang terlambat. Namun Ji Sang tak terlalu menghiraukan kata2 Ri Ta, dia lebih memilih memulai opersi dengan menanyakan tanda2 vital pada dokter anestesi.


Setelah mendengar kondisi pasien dan saran dari dokter anestesi kalau mereka harus segera memulai operasi, Ji Sang pun langsung memakai pakain operasi dan memulai operasinya. Sedangkan Jae Wook duduk di bangku penonton, dia tersenyum tak percaya melihat Ji Sang berada di ruang operasi. Terlihat sekali kalau Jae Wook sangat kecewa. 

Ho Young memberitahu Ji Sang kalau kondsi pasien memburuk saat menunggu kedatangan Ji Sang dan Ri Ta terus saja menyalagkan Ji Sang karena hal tersebut. Namun lagi2 Ji Sang tak perduli pada ucapan itu, dia pun langsung memulai operasinya. Untuk mengatasi darah yang tidak mengalir, Ji Sang menggunakan vena iliak milik pendonor yang mereka juga ambil. 



Di sisi lain, kita melhat Hye Ri masuk ke ruang pasien dan menyuntikkan sesuatu padanya. Kita kembali ke ruang operasi dimana proses pencangkokan dilakukan dan Ji Sang berhasil melakukannya dengan baik karena darah sudah mengalir ke hati yang di cangkok-kan. 


“Sejak awal, adalah kesalahanku berpikir kalau kau akan berbeda dengan orang tuamu.” Ucap Jae Wook yang terus melihat ke arah Ji Sang.



Tiba2 Ji Sang mengalami sedikit masalah, dia tiba2 merasa akan berubah menjadi vampir saat melakukan proses menjahit. Tangannya gemetaran melihat darah segar. Melihat itu Ri Ta pun menyuruh Ji Sang istirahat dan dia yang akan menyelesaikan sisanya. Namun Ji Sang menolak, dia berkata kalau dia baik2 saja. Ya, Ji Sang hanya merasakan gemetaran itu sebentar dan dia masih bisa bersikap seperti biasa2 saja. Transplantasi hati selesai dan kondisi pasien kembali normal. Semua orang yang ada di ruang itu terlihat lega dan senang kecuali Ri Ta yang masih bertanya2 tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Ji Sang. Dengan ekspresi masih tak senang, Jae Wook mengatakan kerja bagus dan perg.



Anak si pasien menemui Ji Sang dan berterima kasih karena Ji Sang sudah menyelamatkan ibunya. Ji Sang menjawab kalau anak itu seharusnya berterima kasih pada pendonor dan keluarganya, bukan dirinya. Anak itu mengiyakan, dia sangat berterima kasih pada keluarga pendonor dan juga Ji Sang. Ji Sang pun berpesan agar anak itu menjaga ibunya.

“Ingatlah satu hal saja. Ada batas seseorang bisa sakit, tapi tak ada batasan untu rasa takut. Entah itu hati atau tubuhmu, kau bisa mengatasi rasa sakitnya. Apapun itu, jangan takut, tak peduli apapun yang terjadi. Jangan menjadi pengecut.” Pesan Ji Sang dan anak itu berjanji melakukannya.


Ji Sang berjalan pergi dan dia kemudian berpapasan dengan Jae Wook. Dengan masih memasang ekspresi kecewa, Jae Wook berkata kalau dia adalah orang yang mementingkan hasil akhir dibandingkan prosesnya, namun apa yang terjadi hari ini, hasil akhirnya sudah ternodai oleh prosesnya. Ji Sang menjawab kalau apa yang terjadi padanya adalah urusan pribadi, jadi dia tak perlu memberikan penjelasan atas keterlambatannya itu. 

“Karena ini pertama kalinya dan kau mengatakan itu urusan pribadi, aku tidak akan memaksa. Bagaimanapun juga... kuharap kau tidak mengecewakanku lagi.” Ucap Jae Wook dan Ji Sang berjanji untuk tidak melakukannya lagi. 


Di ruangannya, Ji Sang teringat kembali saat dia kehilangan dua vampir itu. Dia sangat menyesalkannya. Dia kehilangan kesempatan mengetahui pembunuh ayah dan ibunya.


“Kubilang, aku menginginkan sebuah penjelasan setelah operasi selesai.” Ucap Ri Ta yang tiba2 masuk ke ruanga Ji Sang. “Kau pasti sangat tahu managerj Park. Bagaimana sikapmu sangat tidak peka dan tidak bertanggung jawab.”

“Aku setuju disebut tidak peka. Aku tidak terima kalau disebut tidak bertanggung jawab.” Jawab Ji Sang sambil menutup matanya dan hal itu membuat Ri Ta kesal. Ji Sang lalu berkata kalau yang harus dia urus sebelumnya adalah masalah pribadi, jadi dia tak punya alasan untuk menjelaskannya pada Ri Ta. 

“Jika urusan pribadimu membuat pasien dalam bahaya, itu bukan lagi masalah pribadi.”

“Tapi tak ada yang terjadi! Operasinya berjalan lancar!”

“Orang macam apa yang tak pernah meminta maaf!” ucap Ri Ta dengan kesal, “Tidak peduli berapa kali aku mencoba memahamimu secara positif, aku tetap tak bisa. Mulai sekarang, kupikir kita tidak bisa bekerja sama lagi, aku merasakan delusi besar.” Ucap Ri Ta dan keluar ruangan dengan kesal.


Ji Sang mendapat telepon dari Hyun Woo yang memberitahunya kalau dia harus pulang segera karena ada sesuatu yang harus dia tunjukkan. 



Kita beralih pada Jae Wook dan Chul Hoon. Jae Wook berkata kalau mereka harus membiarkan Ji Sang sendiri untuk sementara waktu ini. Dan yang harus mereka lakukan sekarang  hanyalah mengawasinya saja. Chul Hoon berkata kalau setiap dia melihat Ji Sang, dia selalu teringat pada Park Hyun Seo ( ayah Ji Sang ). Chul Hoon takut, kalau Ji Sang nanti akan menjadi penghalang rencana mereka, seperti yang ayahnya lakukan. 

“Ada sebuah fakta penting. Park Ji Sang bukan lagi... anak kecil yang kau temui dulu. Dan yang lebih penting lagi... apa yang kau lihat sekarang belum semuanya.” Ucap Jae Wook.


Kita kembali pada Ji Sang yang sekarang sudah berada di rumah, dia melihat apa yang ingin Hyun Woo tunjukkan padanya. Apa yang Hyun Woo tunjukkan padanya? Ternyata itu adalah hasil penelitian Hyun Woo terhadap darah Ji Sang. 

“Antibodi dalam tubuhmu berkembang dan menjadi lebih kuat.” Ucap Hyun Woo dan Luvvy menambahkan kalau tubuh Ji Sang tidak akan terpengaruh dengan bisa ular, atropin, vp toxin, allicin, heparin dan solanin. Jadi hal itulah yang membuat Ji Sang tak mati saat disuntikkan formula yang membuat ayah dan ibunya mati. Mendengar hal itu bukan membuat Ji Sang senang, dia malah terlihat sedih, karena diantara para vampir saja dia paling unggul jadi akan lebih sulit lagi dia menjasi seorang manusia. 

Mendengar kesedihan Ji Sang itu, Hyun Woo pun merasa bersalah karena tadi dia begitu bersemangatnya menjelaskan keunggulan Ji Sang tersebut.


Saat sendirian di kamarnya, Ji Sang teringat kembali ketika dia disuntikan formula berancun itu yang ternyata formula itu sama persis dengan formula untuk membunuh ibunya. Dia juga terngiang kata2 Hyun Woo yang mengatakan kalau antibodi yang ada di tubuh JiSang lah yang membuatnya kebal pada formula itu. 


Ji Sang lalu membuka file di komputernya dan melihat apa yang Hyun Woo tunjukkan tadi. Dia kemudian teringat pasa masa remajanya, dimana dia menyadari kalau dia bukanlah manusia. Dalam hati dia terus berkata kalau dia ingin menjadi manusia seperti yang lainnya. Matahari muncul dan tangannya yang terkena sinar matahari langsung terbakar, mendapati hal tersebut tentu saja semakin membuat Ji Sang kesal dan marah dengan kondisi tubuhnya. Saking kesalnya, dia pun berteriak dan membanting lukisan matahari miliknya. Ibunya pun langsung muncul karena mendengar Ji Sang berteriak. 

“kau salah, ibu... bahkan... walaupun aku sangat menyukai rusa itu... aku tak bisa menahan dan membunuhnya.” Ucap Ji Sang 

“Kau menghadapi tantangn. Kau bisa melewatinya. Fakta kalau kau tidak membunuh seorang manusia....”

“aku yakin aku akan membunuh manusia dimasa depan.” Potong Ji Sang yang mengaku kalau dia hampir melakukannya kemarin. Sun Young terus meyakinkan Ji Sang kalau dia pasti bisa menahannya dan mengendalikan dirinya karena Ji Sang bukan seekor binatang, tapi dia adalah seorang manusia. 


“Aku tidak pernah bisa melihat matahari terbenam. Aku mengkonsumsi obat karena aku bisa menggila hanya karena sedikit darah. Aku mengkonsumsi obat karena aku bisa menggila hanya  karena sedikit darah. Setiap hari, hatiku terasa seolah akan meledak. Suhu tubuhku hanya 25 derajat celsius. Apakah manusia seperti itu?”

 “Kau adalah manusia. Jalanmu untuk bertahan hanya berbeda, itu saja.” Ucap Sun Young.

“Aku ingin menyingkirkan segalanya dan membunuh mereka semua! Ini hanya jalan berbeda untuk bertahan?” ucap Ji Sang dengan kesal, mendengar itu Sun Young pun ingin memeluknya namun di tolak oleh Ji Sang. 


“Kenapa aku? Kenapa ini terjadi padaku!” teriak Ji Sang meminta penjelasan namun Su Young tak bisa menjelaskannya.


Keesokanpaginya, saat Ri Ta hendak pergi kerja, tak sengaja dia melihat berita tentang pria yang memukul polisi dengan begitu cepat. Karena yang tertangkap kamera cctv hanya punggu si pria, jadi mereka pun tak bisa menangkap si pria tersebut. Melihat sosok pria tersebut, Ri Ta terlihat curiga kalau pria itu adalah Ji Sang.


Ji Sang sendiri juga melihat berita itu dari layar Luvvy. Melihat itu, Hyun Woo memuji gerakan Ji Sang yang sangat gesit, namun saat melihat ekspresi Ji Sang yang menunjukkan ketidak sukaan, Hyun Woo meminta maaf atas apa yang dia katakan. 

“Maaf, Ji Sang. Aku kadang lepas kendali.” 

Ji Sang tersenyum tipis dan bertanya kadang? Melihat ekspresi Ji Sang yang ternyata tidak marah, Hyun Woo pun tertawa dan menjawab kalau dia lepas kendali bukan hanya kadang-kadang namun sering. 

“Btw, kau sekarang dapat sepenuhnya menangkap orang2 itu.” ucap Hyun Woo mengubah topik.

“Mereka akan datang lagi.”

“Mereka seperti roket, hanya bicara tanpa bertindak. Akan lebih baik jika mereka datang padamu bersamaan.” Ucap Hyun Woo.


Ji Sang kemudian teringat saat dia tiba2 akan kumat saat operasi, diapun hendak menanyakan kenapa dia bisa merasakan hal itu, padahal dia sudah memakan obat dari Hyun Woo. Namun Ji Sang mengurungkan niatnya, dia hanya bertanya tentang obatnya saja karena hari ini dia akan banyak melakukan operasi maka dia harus punya stock obat yang banyak. Hyun Woo menjawab kalau dia punya stcok obat di mejanya, jadi bisa Ji Sang ambil saja.

“Tapi, obat itu... kau memberi dosis yang tertinggi kan?” tanya Ji Sang menyelidik dan Hyun Woo mengiyakan dengan yakin. Namun setelah Ji Sang berjalan pergi, Hyun Woo merasa ada yang aneh pada JI Sang.

Bersambung
Sinopsis Blood episode 5 Part 2

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Mksh ya mba. ..ditunggu part selanjut nya^_^
Semoga sehat selalu. .

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger