logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 32

Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 32. Alhamdulillah selesai juga sinopsis Jung Yi, awalnya aku gak niat ngelanjutin drama ini, dan berniat nge-link dari blog-nya mbak elok. Tapi ntah kenapa mbak elok juga berhenti buat sinopsisnya, pas diriku lagi nganggur juga, lagi gak buat sinop apa-apa kemarin, jadinya aku lanjutin dah. Euuum... endingnya lumayan lah.... buat kisah cinta seorang pangeran dan seorang ahli keramik. Buat yang sudah penasaran, silahkan dibaca sinopsisnya. Oia gambar menyusul besok pagi yah.

Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 32




Kang Chun datang ke Bun Won bersama prajurit Jepang, jelas saja pada pekerja Bun Won terkejut melihatnya tak terkecuali Jung Yi. Kang Chun mengumumkan pada semuanya kalau mulai sekarang dia yang akan mengambil alih Bun Won dan tidak ada yang boleh meninggalkan Bun Won karena Bun Won sudah dikepung oleh pasukan Jepang. Para  pekerja Bun Won ingin menolak, tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa. 


Kakek Moon dan Jung Yi berusaha membujuk Kang Chun untuk tidak melakukan kejahatan lagi, namun Kang Chun tetap pada keputusannya untuk membantu Kenzo membawa Jung  Yi ke Jepang. 


Kang Chun mengajak Yook Do masuk ke ruang penyimpanan, dia berkata kalau semua itu sekarang adalah milik Yook Do. Tak tahan dengan pandangan para pekerja Bun Won pada mereka, Yook Do mencoba membujuk Kang Chun untuk menghentikan semuanya, namun tetap tidak berhasil, Kang Chun hanya menyuruh Yook Do diam saja dan dia yang akan melakukan semuanya. 



Semua pekerja Bun Won sangat membenci Kang Chun dan Yook Do, mendengar itu Jung Yi merasa tidak nyaman karena dia juga anak Kang Chun. 


Tak mau berdiam diri saja, Jung Yi berencana diam-diam keluar dari Bun Won untuk menemui Putra Mahkota (P Gwang Hae), dia ingin memberitahu Putra Mahkota tentang semua yang terjadi. 

P Gwang Hae sudah berada di posko, dia memimpin perang. Raja sendiri sudah mengungsi ke Ui Joo dan P Im Hae melarikan diri ke Provinsi Gyeong Ham. Rakyat Joseon yang tahu Raja mereka melarikan diri, mulai marah mereka berkumpul dan membakar semua dokumen selain itu juga ada rakyat yang menyambut baik prajurit Jepang. 

P Gwang Hae sudah hampir putus asa, namun dia langsung bersemangat saat mendengar berita bahwa angkatan laut Jeolla Laksamana  Lee Soon Shin berhasil pergi ke Propinsi Gyeong Sang dan menghancurkan lebih dari 40 kapal musuh dan membunuh prajurit Jepang yang tak terhitung jumlahnya. 


Di Bun Won, semua orang yang tahu tentang rencana Jung Yi untuk keluar langsung menawarkan diri untuk membantunya. Tiga sekawan yang tidak ingin jung Yi menempuh bahaya sendiri, mengatakan kalau mereka ingin ikut bersama Jung Yi. 

Kita beralih ke Jepang dimana Toyotomi Hideyoshi ( Kaisar Jepang ) yang menyuruh panglimanya untuk menangkap Raja Joseon dan semua  keluarga kerajaan. Seorang panglima masuk dan memberitahu Kaisar Jepang kalau angkatan laut mereka sudah dikalahkan oleh angkatan laut Joseon yang dipimpin oleh Lee Soon Shin. Mendengar itu kaisar Jepang terkejut, dia pun langsung memerintahkan untuk mengirim angkatan laut yang paling kuat untuk mengalahkan angkatan Lee Soon Shin. 



Jung Yi dan tiga sekawan berhasil keluar Bun won, namun sayang di luar sudah ada Kang Chun yang mencegat mereka. Alhasil mereka tidak jadi melarikan diri karena ditangkap oleh prajurit Jepang. 



Jung Yi hampir saja ditebas tapi Kang Chun menghentikannya dengan alasan kalau Jung Yi adalah ahli keramik yang Kenzo inginkan, jaid kalau sampai terjadi apa-apa padaJung Yi, Kenzo yang akan menghabisi mereka. Sebagai hukuman dan agar dia tidak melarikan diri lagi, Kang Chun mengurung Jung Yi dan tiga sekawan di ruang penyimpanan dan tidak diberi  memberi makan dan minum. 


Yook Do berusaha menenangkan pikirannya dengan cara membuat tembikar namun dia tidak berhasil. Kakek Moon menemuinya dan memberitahu semuanya kalau Jung Yi adalah adiknya. Tanpa menemui Kang Chun terlebih dahulu untuk mengkonfirmasi, Yook Do langsung pergi keruang penyimpanan dan membebaskan Jung Yi sekaligus membantunya melarikan diri.



Sebelum Jung Yi pergi, Yook Do berpesan padanya untuk tidak kembali ke Bun Won lagi. Yook Do tidak memberitahu Jung Yi kalau dia sudah tau bahwa Jung Yi adalah adiknya. 


Setelah melepaskan Jung Yi,Yook Do baru menemui Kang Chun dan  mengatakan semua yang sudah dia lakukan. Tentu saja itu membuat Kang Chun marah. Yook Do lalu bertanya tentang kebenaran kalau Jung Yi adalah adikya, secara tidak langsung kang Chun mengiyakannya. 

Kang Chun langsung meyakinkan Yook Do kalau satu-satunya keturunan yang dia akui hanya Yook Do. Dengan emosi, Yook Do bertanya kenapa Kang Chun tidak memberitahunya? Apa Kang Chun  ingin anak-anaknya terus bersaing dan balas dendam? Bagaimana Kang Chun tega memberikan putrinya sendiri pada Kenzo? 

Mendapat pertanyaan-pertanyaan itu Kang Chun hanya berkata kalau semua itu dia lakukan untuk kebaikan Yook Do. Euuuum... akhirnya Yook Do bisa membuka matanya dan melihat betapa jahatnya ayahnya itu.



Jung Yi berhasil keluar Bun Won dengan selamat. Saat berteduh, dia mendengar orang-orang memuji cara kepemimpinan  P Gwang Hae dalam menghadapi pasukan Jepang. 


Jung Yi dan tiga sekawan pergi ke posko untuk menemui P Gwang Hae. Betapa terkejut dan senangnya p Gwang Hae saat melihat Jung Yi ada di hadapannya. Jung Yi memberitahu tentang pendapat rakyat Joseon tentang putra mahkota dan atas nama semua rakyat,  Jung Yi mengucapkan terima kasihnya dengan memberi penghormatan pada P Gwang Hae.

“Saat ayahku berkata kalau dia akan meninggalkan Joseon, aku malu karena statusku Pangeran. Aku sekarang disini tidak berdiri sebagai putra mahkota, tetapi sebagai anak yang ingin menghapus dosa ayah  pada rakyatnya.”ucap P Gwang Hae.

“Aku juga merasa terganggu karena sekarang Kepala lee memimpin Bun Won.”

“Apa maksudmu, Kepala Lee memimpin Bun Won? Tanya P Gwang Hae yang belum tahu tentang apa yang terjadi di Bun Won. Dia marah dan berniat pergi ke Bun Won, namun Jung Yi melarangnya karena P Gwang Hae masih sangat dibutuhkan untuk mengatur peperangan. 

Jung Yi berkata kalau dia akan kembali lagi ke Bun Won karena dia tidak ingin Kakek Moon dan pekerja Bun Won yang lainnya menjadi korban kekejaman Jepang. P Gwang Hae melarangnya pulang dan meminta Jung Yi berada disisinya untuk menjadi kekuatannya.


“Aku juga..... ingin tinggal disini. Aku juga... tidak ingin meninggalkanmu.....” ucap Jung Yi.

“Jung-ah....”

“Saat aku pertama kali bertemu denganmu, hatiku yang tak berdetak sekarang mulai berdetak lagi. Ketika aku bertemu denganmu lagi...  ketika kau memanggilku ‘Jung’ lagi...  ketika kau menyuruhku untuk melarikan diri.... ketika kau melihatku dan tersenyum, saat kau marah, saat kau menegurku, tidak ada satu waktupun yang membuat jantungku berhenti berdetak.”

“Jung-ah... apa kau merasakan perasaan yang sama sepertiku rasakan selama ini?”

“Aku tahu kalau itu mustahil, bagaimana aku berani memiliki putra mahkota di dalam hatiku?”

“bukan seperti itu Jung. Dalam hatiku, hanya kaulah seorang.”

“Diruangan yang kau hadiahkan padaku, saat aku membuat keramik, aku selalu menunggumu.” Walaupun sudah mengungkapkan semua perasaannya, Jung Yi tetap memutuskan kembali ke Bun Won. 

Jung Yi kembali ke Bun Won sendiri karena tiga sekawan memutuskan menjadi relawan untuk ikut berperang. 


Hwa Ryung didatangi oleh orang orang yang mananam saham di perusahaan Hwa Ryung. Mereka ingin saham mereka dikembalikan namun sayang Hwa Ryung sudah tidak punya apa-apa karena uang perusahaannya dan juga milik orang-orang itu sudah dia serahkannya semua  pada ratu In Bin. Tau Hwa Ryung akan bangkrut anak buahnya langsung mengambil uang yang tersisa sebagai hasil kerjanya selama ini, dan Hwa Ryung tidak bisa berbuat apa-apa karena anak buahnya itu mengancam akan membeberkan kebenaran tentang Ketua Son.  


Ditengah keterpurukan Hwa ryung, Yook Do datang untuk memastikan keadaannya, itu dia lakukan atas permintaan ayah hwa Ryung. Yook Do juga mengajak Hwa Ryung untuk tinggal di Bun Won karena menurutnya tempat teraman sekarang hanya  di Bun Won. Namun Hwa Ryung menolaknya dia lebih memilih untuk mencari ratu In Bin. 



Kenzo datang ke Bun Won, dia tahu kalau Jung Yi sudah melarikan diri dan yang membantu Jung Yi melarikan diri adalah Yook Do. Tak ingin sesuatu terjadi pada Yook Do, Kang Chun berjanji pada Kenzo kalau Jung Yi pasti kembali karena guru Jung Yi masih berada di Bun Won. Kenzo percaya, dia memberi waktu 3 hari dan jika dalam waktu 3 hari Jung Yi belum kembali, maka dia akan membunuh  semua pekerja Bun Won dan orang pertama yang akan dia bunuh adalah Yook Do. 


Tepat di hari ketiga, Kenzo mendapat surat dari Kaisar Jepang yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Jung Yi. Kenzo pun langsung memanggil Yook Do dan dihadapan semua orang, Kenzo akan  membunuh Yook Do. Kenzo tidak main-main dengan ucapannya, dia mengayunkan pedangnya untuk membunuh Yook Do, kang Chun yang tidak ingin anaknya mati langsung melindungi Yook Do dengan tubuhnya. 

Tepat disaat itu, Jung Yi muncul dan berteriak, “AYAH....” semua orang terkejut mengetahui kalau Jung Yi adalah anak Kang Chun. 


Dalam keadaan sekarat Kang Chun meraih tangan Jung Yi, “Jung-ah.... apa kau tahu.... kenapa aku tidak bisa menerimamu? Semua hal yang aku ingin berikan pada Yook Do... kau memilikinya... bakat.. kemauan... dan bahkan keberuntungan kau memilikinya..” Kang Chun menghembuskan nafas terakhirnya.


Di tempat lain kita lihat Hwa Ryung dengan baju compang camping berjalan seperti orang gila dan terus mencari ratu In Bin.


Orang yang Hwa Ryung cari sedang memeluk P Shin Seong yang sekarat dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. 


P Im Hae yang melarikan diri ke provisin Ham Gyung perbatasan Utara,hanya menghabiskan harinya dengan minum-minum. Rakyat yang pro pada Jepang langsung menyeretnya dan menyerahkannya pada Jepang.

Raja sendiri merasa frustasi karena P Im Hae ditangkap, P Shin Song meninggal dan Ratu In Bin tidak henti-hentinya bersedih. Penasehat Yi mengatakan kalau P Gwang Hae sudah memimpin prajurit dengan baik.  




“Jika Putra mahkota bagus, bawa dia sekarang dan katakan padanya untuk duduk di tempat ini!” teriak Raja yang sudah tidak sanggup menjadi Raja lagi.  Tentu saja para menteri tidak dapat membiarkan hal itu terjadi. Raja tambah frustasi saat mengetahui kalau China melarang Raja pergi kesana. Dengan terpaksa Raja memutuskan untuk tetap bertahan menduduki tahta Raja di Joseon. 



Setelah kematian Kang Chun, keputusan Jung Yi untuk hanya menunggu di Bun Won sampai semuanya berakhir berubah. Dia memutuskan untuk ikut ke Jepang bersama Kenzo asalkan Kenzo melepaskan semua pekerja Bun Won. Kenzo yang tidak punya pilihan lain karena Jung Yi mengancam akan bunuh diri jika tidak dituruti.





Ketika  sendirian, Jung Yi teringat saat-saat dia bersama P Gwang Hae di Bun Won. Jung Yi benar-benar pergi ke Bun Won, P Gwang Hae yang mengetahui Jung Yi akan pergi langsung memaju kudanya untuk mengejar Jung Yi, namun dia terlambat karena Jung Yi sudah naik kapal untuk menyebrang ke Jepang.


Putra Mahkota.... maaf aku tak dapat menepati janjiku untuk menunggumu. Aku akan meninggalkan Bun Won dan Joseon.”

Apa aku tidak memberitahumu untuk menunggu?aku pasti akan menang untukmu. Apa kau tak percaya padaku dan tetap menunggu? Jung –ah...”


Agar tidak ada lagi orang yang disakiti, buatlah bangsa yang kuat... Putra Mahkota....”


“Jung-ah.... bagiku, kau adalah orang yang paling kukasihi.”

~ 17 Tahun Kemudian ~




P Gwang Hae sudah menjabat sebagai Raja Joseon. Kita kembali lagi pada scene awal drama ini, dimana Jung Yi kecil membawakan guci putih buatannya untuk Raja. Setelah Jung Yi kecil memberi salam, dia berubah menjadi Jung Yi besar dan Rajanya juga sudah berganti menjadi P Gwang Hae.

“Jung-ah... apa yang kau buat ini?”tanya P Gwang Hae. 


“Ya, Yang Mulia... apa anda tidak berpikir tentang sesuatu ketika anda melihat garis kecil itu? Ketika hamba membuat mangkuk keramik pertamaku dan ketika hamba makan nasi sup yang anda beli untuk memberiku semangat, itu semua adalah maksud dari garis kecil itu”


“Dilahirkan  dari Lee Kang Chun dan dibesarkan oleh Yoo Eul Dam.  Kau sudah menjadi ahli keramik terhebat yang sudah berjuang sepanjang waktu.”

“hamba akhirnya menyadari kalau menjadi ahli keramik terhebat berarti hamba harus menang melawan diri sendiri dan bukan melawan orang lain. Jika seseorang mendedikasikan diri dan hati mereka sepenuhnya pada satu jalan, aku belajar bahwa setiap orang mampu menjadi ahli keramik yang hebat.”

P Gwang hAe tersenyum dan melihat ke arah Jung Yi lagi tapi sayang Jung Yi sudah tidak ada lagi dihadapannya. Euuuum.... ternyata P Gwang Hae sedang membayangkan Jung Yi. 


Dalam hati P Gwang Hae berkata, “Apa kau baik-baik saja... Jung-ah...”

Tamat.....

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

10 komentar

Akhirnyaaaa, makasih mbak :) gambarnya ditunggu loh hehe

Balas

Kenapa aku kurang suka endingnya ya ,, aku berharap JY jadi permaisuri GH :D

untuk mbak lilik terimakasih udh buat 32 ep :D,

Balas

thanks ya...mba..... tapi endingnya kurang memuaskan. Bagaimana dengan jung yi-nya mba? kok nggak ada kabar? malah adanya cuma bayangan p.gwang hae tentang jung yi. Oh iya kabarnya di dunua nyata jung yi jadian sama oppa kim bum yah... wah bener-bener nggak bisa ngomong deh tentang jung yi dan oppa kim bum.... DAEBAK sinopsisnya mba.

Balas

akhir cinta yang anehh.....tapi maaaaaakasiiiiih bgt
gak penasaran
well done buat mb lilik.
q akan jadi pembaca setia blok mb. lilik.
punya pria seperti p gwang hee keberuntungan buat seorang wanita.pria yang bisa mencintai 1 wanita
benar2 langka dalam dunia nyata.jadi kalo qt wanita2 bisa menemukan tipe pria setia.walau mungkin banyak hal yang menyusahkan dalam hidup,qt bisa bahagia dalam perkawinan.

Balas

makasih review nya mbak :)
gak suka sama endingnya.. pengennya jung yi jadi permaisuri-nya pangeran gwanghae. ending yg mengecewakan :(

Balas

akhirnya gantung banget:(((

Balas

Terima kasih sudah menyelesaikan sinopsis drama ini mb.
Ajung jempol buat mb Lilik yg sudah berusaha keras sampai akhir.
Endingnya tidak memuaskan, tapi mau bgmn lagi? Sutradaranya maunya gitu. Hehe.
(maaf ga udapte, br baca ini sinopsis)

Balas

Memang film2 korea senang bikin akhir yg tidsk menentu, seperti Painter of the Wind tokoh2 nya hidup tapi berpisah tdk tau akhir romansnya. Sampai2 ada fans2 bikin sambungan film nya sy baca di internet bagus sekali bat dibikin sequel film

Balas

Saya baru lihat episode 10 di youtube, lihat endingnya di eps 32 jd krg semangat hehehehhe.....ceritanya nggk jelas. Tp terimakasih mbk lili sdh buat sinopsisny....

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger