logo blog
Toko DVD
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Legend of Witch Episode 4 Part 2

Sinopsis Legend of Witch episode 4 part 2. Pada part sebelumnya diceritakan kalau Soo In akhirnya dijadikan tersangka dalam kasus manipulasi saham dan tentu saja semua itu adalah rencana Tae San agar selain dia dapat mengambil saham Soo In, dia juga bisa menyingkirkannya. Apa yang akan terjadi pada Soo In setelah ini? Yuk kita lanjut sinopsisnya...


Sinopsis Legend of Witch episode 4 part 2

Woo Seok sedang sibuk memilih sayuran dan buah-buahan yang berkualitas untuk dimasak. Karena Woo Seok menganggap jeruk yang dibawa si pengantar tidak bagus, jadi diapun menkgatakan akan mengambil setengahnya saja. Si pengantar sayuranpun tidak mempermasalahkannya, dia  berjanji besok akan membawa buah2 an dan sayuran yang berkualitas baik. Dia bahkan memberikan pada Woo Seok ubi bakar manis yang baru dia beli saat dijalan.


Di dapur Woo Seok dengan baik hatinya membagikan ubi bakar manis itu pada juru masak yang lain, sampai2 dia sendiri tak kebagian. Saat dia hendak membuang pembungkus ubi itu, tak sengaja dia melihat berita dengan judul CEO Moon Soo In dari grup Shinhwa ditangkap karena manipulasi saham. Melihat foto Soo In, Woo Seok pun jadi teringat pada pertemuan2 nya dengan Soo In yang tak pernah terduga. Dia yakin kalau wanita yang selama ini selalu bertengkar dengannya adalah Soo In yang  ada di berita itu.

Kita kembali lagi ke penjara khusus wanita, dimana  Bok Nyeo dan tahanan no 911 sedang sibuk menjahit. Tahanan no 911 masih tidak terima alisnya di cukur oleh Bok Nyeo. Dan setiap kali bicara, mereka berdua selalu akan berkelahi sampai2 penjaga harus memperingatkan mereka untuk diam.

Tak lama kemudian Petugas Kim muncul dan memberitahu Bok Nyeo kalau ada yang ingin bertemu dengannya. Siapa dia? Dia adalah Tuan Park yang datang bersama Byeol. hehhehe... lucu banget baju kakek sama cucu ini, kompakan mereka.



Tuan Park datang untuk mengungkapkan kekesalannya pada Bok Nyeo yang sengaja berbohong pada dewan komite pembebasan kalau dia masih punya dendam pada yang memperlakukannya tidak adil, sehingga membuat dia tidak mendapatkan kesempatan untuk dibebaskan secara bersyarat. Bok Nyeo berusaha menjelaskan kalau dia tidak merasa nyaman tinggal di luar penjara, selain itu dia juga tak mau menjadi beban untuk Tuan Park lagi.

“Baiklah... aku tidak akan peduli tentang dirimu lagi. Jadi tetaplah di penjara untuk seumur hidupmu seperti tikus tanah.” Ucap Tuan Park kesal dan mengajak Byeol pergi.
Tae San bersama Won Jae dan pengacara Kim mengunjungi Soo In di penjara pusat. Tae san masih berakting baik dan simpatik pada Soo In dan berjanji akan menolongnya. Tae San lalu mengeluarkan surat persetujuan pengalihan saham dan meminta Soo In menandatanginya demi kebaikan perusahaan. Tak bisa menolak, Soo In pun menandatanganinya tanpa rasa curiga sedikitpun pada Tae San.


Pemilik rumah dimana Mi O tinggal menyuruh Mi O mengemasi barang-barangnya dan pergi karena rumah itu sudah di jual. Saat mengetahui yang membeli rumah itu adalah Aeng Ran, Mi O langsung emosi dan mendatangi Do Jin di kantornya.



Do Jin berkata kalau ibunya melakukan semua itu karena dia sangat marah atas apa yang dilakukan Mi O. Emosi, Mi O hendak menemui Tae San namun langsung dicegah oleh Do Jin dengan berkata kalau ibunya sudah berkata pada Tae San kalau kehamilan Mi O hanyalah kebohongan. Mendengar itu Mi O tambah emosi karena Do Jin tidak mengakui anaknya sendiri.


Saking emosinya, Mi O mengambil pisau dan menyuruh  Do Jin berlutut dan meminta maaf pada bayinya atas penghinaannya itu. Tentu saja Do Jin ketakutan dan berteriak minta tolong pada sekretarisnya yang ada di luar ruangan. Tepat disaat itu Aeng Ran muncul dan mendengar apa yang terjadi didalam ruangan Do Jin.

Dengan khawatir, Aeng Ran berusaha membuka pintu dan menyuruh sekretaris Do Jin memanggil keamanan. Didalam, walaupun Do Jin terlihat ketakutan, tapi dia tidak mau melakukan apa yang Mi O suruh karena dia adalah anak dari keluarga Ma. Mendengar itu Mi O mengejek Do Jin kalau selama ini Do Jin selalu bilang kalau dia hanyalah anak simpanan jadi seharusnya Do Jin sadar siapa dia sebenarnya. Tak senang dengan ejekan itu, Do Jin langsung menampar Mi O dan berusaha merebut pisaunya.

Karena rebutan pisau, Mi O terjatuh dan Do Jin juga ikut terjatuh. Tanpa sengaja pisau yang Mi O bawa mengenai perut Do Jin. Mi O shock dengan apa yang terjadi. Tepat disaat itu Aeng Ran berhasil masuk dan langsung menghampiri Do Jin yang sudah terkapar di lantai.



Do Jin di bawa ke rumah sakit dengan ambulan. Tepat disaat itu Tae San dan Won Jae datang. Aeng Ran langsung menghampiri suaminya dan dengan wajah khawatir menyebut namanya. Sebelum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Tae San malah berkata kalau Do Jin hanya bisa membuatnya malu dan diapun langsung pergi ke ruangannya. Mendapat perlakukan seperti itu tentu saja membaut Aeng Ran sedih dan terpukul. Namun dia harus mengeyampingkan hal itu dulu dan lebih fokus pada keselamatan Do Jin. Mi O sendiri dibawa ke kantor polisi.



Sesampainya di UGD, Do Jin didiagnosis mengalami kerusakan paru2 yang parah, jadi dia harus segera dioperasi. Kita beralih sejenak pada Mi O yang mengaku kalau dia datang menemui Do Jin bukan untuk membunuhnya tapi hanya untuk menakut-nakutinya saja. Mi O masih khawatir pada Do Jin, dia pun bertanya pada polisi tentang kondisinya.


Kembali pada Soo In, dimana dia tidak dapat mengelak lagi atas semua yang dituduhkan padanya karena semua itu sudah ada buktinya. Tentu saja Tae San sudah merancangnya sedemikian rupa, agar Soo In dipenjara tanpa bisa melakukan pembelaan diri. Soo In bertambah shock saat mengetahui kalau Tae san dan semua dewan eksekutif bersaksi kalau Soo In bersalah. Akhirnya Soo In  sadar kalau ternyata Tae sAn hanya menginginan saham miliknya. Diapun meminta izin pada jaksa untuk bisa bertemu dengan Tae San.



Wol Han menemui Poong Geum dengan membawa seikat besar bunga. Sebelum masuk ke tempat karoke, tanpa sengaja dia mendengar orang berkata kalau karoke yang dia kira milik Poong Geum ingin dijual. Wol Han ingin memastikan apa gedung karoke ini milik Poong Geum atau bukan, diapun bertanya pada orang itu apakah pemilik karoke itu adalah seorang wanita ramping dengan rambut panjang. Dan orang itu mengiyakan. Wol Han pun bertambah yakin kalau pemilik karoke itu adalah Poong Geum.

Eh ternyata apa yang dikatakan orang itu tidak salah, pemilik karoke itu memang seorang wanita yang mempunyai ciri-ciri seperti Poong Geum, tapi bukan Poong Geum melainkan orang lain.



Wol Han menemui Poong Geum dengan membawa dua ikat bunga besar. Dia sengaja membeli satu ikat bunga lagi, karena dia menganggap Poong Geum adalah orang kaya, jadi dia pikir tak pantas jika hanya memberi Poong Geum satu bunga.

Wol Han ingin mengajak Poong Geum nonton film dan tentu saja Poong Geum tidak menolak. Dia pun menyuruh Wol Han menunggu di ruang karoke yang kosong sedangkan Poong Geum sendiri akan mencari orang yang bisa menggantikan pekerjaannya sementara.



Ditengah kebahagiaan Poong Geum yang akan berkencan dengan Wol Han, tiba-tiba dia kedatangan  2 tamu tak diundang. Siapa tamu itu? mereka adalah polisi yang selama ini mengejar-ngejar Poong Geum. Seperti biasa Poong Geum pun berusaha melarikan diri, namun kali ini dia tidak berhasil lolos karena saat berlari dia terus2an menabrak sesuatu.


Di dalam ruang karoke, Wol Han dengan setia  menunggu Poong Geum tanpa mengetahui apa yang terjadi pada kekasihnya itu. Saking lamanya menunggu sampai2 Wol Han ketiduran dan haripun sudah malam. Tepat disaat dia ingin mencari Poong Geum, Aeng Ran menelpon dan memintanya untuk cepat datang ke rumah sakit.



Aeng Ran diberitahu dokter kalau operasi Do Jin berjalan lancar dan sekarang Do Jin sudah dalam keadaan baik2 saja. Saat hanya berdua dengan anaknya, Aeng Ran berkata kalau sampai Do Jin meninggal maka dia juga akan menyusulnya. Do Jin sadar dan langsung meminta maaf pada ibunya karena sudah membuatnya khawatir. Do Jin melihat kesekeliling ruangan, dia mencari keluarga yang lainnya.

“Hanya ada kita berdua. Tidak ada orang lain. Bahkan jika kau hampir mati... tidak ada orang lain yang akan memegang tanganmu. Itulah sebabnya aku ingin kita lebih kuat. Tidak ada orang yang mau melindungi kita. Kita harus melindungi diri kita sendiri, Do Jin. Kau mengerti?” ucap Aeng Ran pada Do Jin.

Aeng Ran sekarang sudah berada di kantor polisi diantar oleh Wol Han. Saat ditinggal Aeng Ran di luar kantor polisi, Wol Han masih teringat pada Poong Geum yang dia kira sedang menunggunya. Wol Han mencoba menghubungi ponsel Poong Geum namun tak aktif. Andai Wol Han ikut masuk ke kantor polisi, pasti dia bisa bertemu dengan Poong Geum, karena dia juga berada di kantor polisi itu.


Di dalam kantor polisi, Poong Geum mencoba meminjam telepon untuk menelpon Wol Han, namun tak diizinkan oleh pak polisi yang sedang menginterogasinya.



Tepat disaat itu, Aeng Ran datang dan langsung menampar Mi O. Dia juga berkata kalau Mi O harus dihukum atas apa yang sudah dia lakukan pada DO Jin.

Di dalam penjara Soo In baru benar2 menyadari kalau dia sudah ditipu dan dimanfaatkan oleh Tae San. Soo In menangis dan meminta pertolongan Do Hyun untuk menghadapi semua yang terjadi pada dirinya.


Joo Hee minum bersama Woo Seok, dia menceritakan kegundahan hatinya atas apa yang terjadi di keluarganya. Dalam hatinya dia tak senang dan tak setuju atas apa yang keluarganya lakukan pada Soo In namun dia tak bisa berbuat apa2 untuk mencegahnya. Dari Joo Hee, Woo Seok akhirnya tahu kalau wanita yang selalu bertengkar dengannya selama ini adalah kakak ipar Joo Hee dimana suaminya meninggal dalam kecelakaan. Karena kebanyakan minum, akhirnya Joo Hee tak sadarkan diri.


Sebelum datang ke pengadilan, Pengacara Kim menemui Tae San terlebih dahulu dan berjanji kalau dia akan pulang dengan berita yang akan membuat Tae San senang. Tentu saja berita yang Tae San harapkan adalah Soo In dinyatakan bersalah dan di masukkan ke dalam penjara.


Saat sendirian, Tae San teringat pada pembicaraan terakhirnya dengan Soo In. Dimana Soo In bertanya apa semua yang terjadi pada dirinya adalah rencana Tae San. Tae San tak langsung menjawab iya, dia hanya menggunakan ungkapan, “bahkan anjingpun terdiri dari beberapa jenis. Ada anjing yang berguna mengawasi rumah.... ada anjing petarung, yang berguna untuk melawan musuh... dan anjing pencari jejak, yang akan mencari pemiliknya. Mereka semua berbeda berdasarkan kegunaannya. Kau hanyalah anjing yang mengawasi rumah dan memakan kotoran. Kau tidak bisa menjadi anjing petarung.”


“Aku bersumpah.... aku tidak pernah mau menjadi CEO. Tapi karena sepertinya kau sudah menerimaku sebagai keluargamu.... aku mau melakukannya. Bahkan aku tahu itu tidak pantas untukku. Sekarang... bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? Apa salahku padamu?” ucap Soo In.


Tae San berkata kalau Soo In tidak usah terlalu bersedih, karena setelah Soo In keluar dari penjara dia akan menjamin kehidupan Soo In nanti. Soo In menangkap tangan Tae San dan memohon padanya untuk tidak melakukan semua itu padanya, dan dia meminta itu demi Do Hyun.






Setelah melihat semua bukti yang memberatkan Soo In, hakim memutuskan Moo Soo In bersalah dan dihukum penjara selama 2 tahun. Airmata Soo In mengalir saat keputusan itu dibacakan. Saat akan dibawa ke penjara, Soo In berteriak kalau semua itu bohong. Dia kemudian menuju ke tempat keluarga Ma duduk dan berkata, “Mereka sudah merencanakan ini dari awal. Aku tidak akan memaafkan kalian. Aku akan membalas apa yang telah kalian perbuat padaku. AKU BERSUMPAH!!!!!!!”

Bersambung

Sinopsis Legend of Witch episode 5
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

2 komentar

Seru dan makin penasaran...jd semua dlm satu penjara itu saling berhubungan....dan akan sama2 membalaskan dendam atas ketidakadilan yg mereka derita...

Balas

iya.. tanpa mereka sadari mereka terhubung dan bermasalah dengan keluarga yang sama

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger