logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 13 Part 2

Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 13 Part 2. Di episode 13 part 1 berakhir dengan ucapan kakek Moon yang berencana ingin ke Bun Won. Bagaimana cara kakek Moon masuk ke Bun Won? Apa yang akan dilakukan kakek Moon di Bun Won? Bagaimana kakek Moon menghadapi Kang Chun? Mari kita cari tahu jawabannya di part dan episode berikutnya. 



Sinopsis Goddess of Fire, Jung Yi Episode 13 Part 2


Di istana, kedatangan seorang pejabat yang sudah lama tidak datang ke istana. Pejabat itu sengaja di panggil kembali oleh Raja, karena Raja membutuhkan saran-saran dari pejabat tersebut. Raja meminta pejabat itu menjadi mata dan telinganya di istana. 


P Im hae menemui Penasehat Yi, tanpa basa basi P Im hae mengatakan kalau P Gwang Hae sudah di hapus dari pencalonan Putra Mahkota semenjak insiden utusan Ming, jadi yang tersisa sekarang adalah dirinya dan P Shin Song. Dengan pedenya, P Im hAe mengatakan kalau pada akhirnya dialah anak sulung kerajaan yang akan menjadi Putra Mahkota. 

“yang Mulia mengatakan kalau ia akan menugaskan kepadaku tanggung jawab berat. Apakah Anda tahu apa artinya? Ketika aku  pangeran im Hae mengambil alih tahta kemudian, aku akan menjadi seorang raja jauh lebih bijaksana daripada Yang Mulia. Seperti yang anda tahu dengan baik, karena anda melayaninya dengan baik. Yang Mulia memang serakah, memiliki banyak anak, dan berubah—ubah.” Ucap P Im Hae.

“Bagaimana anda bisa mengatakan seperti itu, hal kasar tentang Yang Mulia?” jawab Penasehat Yi pura-pura menjadi orang baik.


P Im Hae berpura-pura kalau dia sudah mabuk, jadi tidak ada salahnya jika dia mengatakan hal sembarangan. P Im Hae juga tahu kalau penasehat Yi dekat juga dengan Ratu In Bin, mendengar itu Penasehat Yi merasa tidak nyaman. P Im Hae mengajak Penasehat Yi untuk bergabung dengan kubunya. 


“jika Anda mendesak saya untuk menyarankan pada Yang Mulia untuk menunjuk P Im Hae sebagai Putra Mahkota, maka.... “

“Apa Anda tidak mengerti aku?” potong P Im Hae dengan kesal dan memukul meja. “aku mengatakan kalau masa lalu anda tidak akan menjadi masalah!”

Penasehat Yi terdiam, tidak mau membuat masalah Penasehat Yi mengalihkan pembicaraan dengan menawarkan diri untuk menuangkan minuman P Im Hae. 

P enasehat Yi melaporkan semua yang dikatakan P Im Hae pada ratu. 


“berapa lama Anda hanya berdiri dan menonton? Jika anda melihat waktu yang tepat, Anda harus maju.” Ucap Ratu.

“i.... itulah.... “

“katakanlah padaku...”


“sejak Pangeran Shin Song bukanlah anak sulung, tidak ada alasan yang layak,”ucap Penasehat Yi.

“Anda mengatakan tidak ada alasan yang layak?”

Penasehat yi membenarkan, dia menambahkan kalau itulah sebabnya P Shin Song tidak terlalu dipandang oleh Raja. Ratu langsung berencana menemui semua pejabat yang berpengaruh di istana. 


P Gwang Hae bermain catur dengan pejabat yang di sambut Raja tadi. Ternyata pejabat itu adalah guru P Gwang Hae. Pejabat itu bertanya sampai kapan P Gwang Hae berencana tinggal di Bun Won. P Gwang Hae menjawab kalau semua itu tergantung dari keputusan Yang Mulia. 


“Apa saya harus mencoba mempengaruhi keputusan Raja? Bagaimana tentang mengambil tanggung jawab lain?”


P Gwang hae diam sesaat, “Guru, ketika tiba saatnya, saya akan meminta Anda untuk berada disisi saya. Saya ingin Anda menunggu sampai saat itu tiba.”

“Jika anda mengatakan  ini belum waktunya? Saya mengerti.”


Kita beralih ke Bun Won, dimana para pekerja Bun Won sedang sibuk bekerja. P Gwang Hae datang mengontrol dan dia melihat Jung Yi digoda oleh 3 sekawan. Saat mereka menyadari P Gwang Hee melihat mereka, mereka semua langsung  terdiam. P Gwang Hae kemudian menegur mereka untuk tidak bekerja dengan mulut mereka. 

P Gwang Hae melihat kearah Jung Yi, tanpa berani melihat ke arah P Gwang hae, Jung Yi menjawab “pekerjaan para buruh banyak, dan kami harus menyelesaikan sebelum tengah hari bahkan di hari panas. Karena kami bekerja sampai tangan dan kaki kami  mati rasa, kami mencoba untuk meringankan suasana hati dengan mulut kami.”

“Kau berani menjawab kata-kata ku?” tanya P Gwang Hae.



“bahkan jika Anda mengatakan itu kasar, saya tidak lagi punya pilihan lain.  Saya tidak bisa berbohong lagi.” Jawab Jung Yi dengan berani. Tak mau berdebat panjang di hadapan semua orang, P Gwang Hae memilih pergi tanpa berkata-kata lagi.

Setelah berpikir sesaat, Jung Yi berlari. Ternyata dia pergi ke ruangan P Gwang Hae dengan membawa sesuatu.


“beraninya kau.” Sambut P Gwang Hae pada kedatangan Jung Yi. “Apakah ini tempat dimana seorang pekerja bisa bebas masuk?”


Tanpa bicara terlebih dahulu, Jung Yi membuka bungkusan yang dia bawa, yang isinya adalah tembikar buatan P Gwang Hae. 


“Keterampilan memutar roda anda sangat jelek, anda juga kurang dalam menguleni tanah liat.”


P Gwang Hae yang tak mau mendengarkan Jung Yi langsung beranjak.


“Saya tidak berbeda dengan Anda. Oleh karena itu, aku berniat untuk merahasiakannya sampai saat itu.  Sampai hari aku bisa duduk di belakang kemudi...... sampai hari aku bisa memegang pisau ditanganku.... aku ingin punya kepercayaan diri sebelum muncul dihadapan Anda. Setelah  aku berhasil masuk ke Bun Won, aku ingin mencapai sesuatu dan menyampaikannya pada Anda.”

“Bagaimana kau ingin menjadi pengrajin tembikar, tak ada hubungannya denganku.”

“maaf?” 

“Jeong yang ku kenal, sudah lama meninggal.” Mendengar P Gwang Hae yang sudah berkata seperti itu, Jung Yi tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia memutuskan keluar dari ruangan P Gwang Hae.


Sendirian, P Gwang hAe menatapi tembikar buatannya. Melihat kakaknya datang, P Gwang hae langsung membungkus tembikarnnya. Tapi P Imhae melihatnya dan langsung membuka kembali bungkusan tembikar itu..


Dasar P Imhae yang tukang ejek, tembikar buatan P Gwang Hae tak luput dari ejekannya. P Gwang hae yang sedang dalam kondisi kurang senang merasa tambah bad mood dengan kedatangan kakaknya. Dia megambil tembikarnya dari tangan kakaknya, dan memintanya berhenti, tapi bukan P Im Hae jika berhenti begitu saja menngejek P Gwang Hae, P Im Hae malah bertanya tentang Jung Yi pada P Gwang Hae.


“fakta kalau dia bukan seorang pria, tapi seorang gadis, kau sudah tahu itu bukan?” tanya P Im Hae.


“Itu tidak seperti itu. Bagaimana kau dapat tanpa rasa malu berpikir untuk melibatkan aku seorang pangeran dengan seorang pekerja buruh?”


Dalam hati P Imhae menjawab, “karena itu. Ayah kita akan menyetujuimu. Dan segera, aku bisa menjadi pengeran mahkota. Aku tak bisa menunggu lebih lama lagi.


Kita beralih pada Yook Do yang mendatangi tempat Ketua Son, betapa terkejutnya Yook Do saat mengetahui kalau Hwa Ryung sudah dipecat, dan semua itu karena ayahnya. 


Setelah mendapatkan alamat rumah Hwa Ryung dari Ketua Son, Yook Do langsung pergi menemuinya. Berusaha bijak, Hwa Ryung mengatakan kalau dia mengerti apa yang dilakukan Kang Chun adalah untuk kebaikan Yook Do. 


Malamnya, walau Hwa Ryung meminta Yook Do untuk tidak membahas masalahnya dengan KangChun, Yook Do tetap melakukannya. Dengan menahan marah, Yook Do meminta ayahnya membiarkan Hwa ryung bekerja di tempat Ketua Son lagi. 


“dengarkan baik-baik. Jika kau menjadi seperti ini, dan jika dia menjadi begitu berani, aku hanya memberhentikannya dari kelompok pedagang. Tapi lain kali, aku akan mengeluarkan dia dari kota ini. Dan jika itu masih belum cukup, dia tidak akan pernah menginjakkan kaki di tanah Joseon lagi. Apakah kau pikir aku tidak mampu melakukan semua itu?” ancam kang Chun.


“Jika sampai Hwa Ryung mengalami semua itu, apa yang anda pikir akan saya lakukan? Apakah anda pikir saya hanya bisa membuat tembikar di Bun Won, seperti yang saya lakukan sekarang?”

Kata-kata Yook Do benar-benar memancing kemarahan Kang Chun, dia marah karena demi seorang gadis Yook Do sekarang mulai berani mengancam ayahnya sendiri. 


“Bagaimana mungkin saya berani mengancam anda, ayah? Anakmu.... tidak begitu naif ketika ingin memperjuangkan dan memulai sesuatu sekarang dengan Hwa Ryung. Pada hari dimana Anda mengenali bakat saya, saya akan datang pada Anda untuk meminta Anda menerima Hwa ryung. Untuk hari itu, aku akan terus menjadi yang terbaik.”

Yook Do mengaku kalau dia tak ingin menjadi anak yang mengecawakan ayahnya. Setelah mengatakan semuanya, Yook Do pergi. Kang chun terlihat semakin marah.



Hari dimana diadakan kompetisi pekerja di mulai. Kang Chun melaporkannya pada P Gwang hAe dan bertanya apa pangeran berniat melihat jalannya kompetisi. Mungkin karena dia tak mau bertemu dengan Jung Yi, jadi dia hanya memerintah agar Yook Do yang mengawasi jalannya kompetisi dan dia hanya ingin tahu hasil nya saja nanti. 


Kang Chun keluar, dalam hati P Gwang hae berkata, “aku bersumpah untuk tidak terlibat dengan hal ini. Tapi kenapa saya terus terpikir tentang hal itu? Mengapa rasanya begitu sakit? Kau mungkin akan gagal dalam kompetisi ini dan menghilang dari hadapanku.’


Orang yang p Gwang Hae maksud sekarang sedang berlatih menguleni tanah liat bersama 3 sekawan. Jung Yi merasa kesulitan menguleni tanah karena tangannya masih begitu lemah dalam hal menguleni. 


Tak lama kemudian, Gook Bi datang menghampiri Jung Yi. Dia meminta Jung Yi mencari kayu ek di hutan. Karena itu pertama kalinya Gook Bi mau berbicara dengannya, Jung Yi merasa senang. Tanpa curiga sedikitpun Jung Yi langsung pergi melaksanakan perintah yang Gook Bi berikan. Jung Yi tidak merasa curiga saat Gook Bi berbohong mengenai jam kompetisi yang di tunda.  Salah satu dari tiga sekawan berusaha mencegah Jung Yi namun teman-temannya menghalanginya, karena mereka tidak ingin berurusan dengan Gook Bi. 


Jung Yi benar-benar mencari kayu ek di hutan. Setelah mendapatkan beberapa kayu, Jung Yi pulang dengan riang ke Bun Won. Soo Jung yang melihat Jung Yi masih bersantai-santai langsung menghampirinya.


“hey! Kenapa kau masih disini, bukannya kompetisi sudah dimulai? Apa kau tidak tahu kalau kau gagal, kau akan dikeluarkan dari Bun Won?”

Dengan santai, Jung Yi menjawab kalau yang dia tahu kompetisi ditunda beberapa jam. Soo Jung langsung meralatnya, karena kompetisi sudah mulai beberapa jam yang lalu. 


Terburu-buru, Jung Yi membawa kayu yang dipesan oleh Gook Bi. Masih tidak curiiga sedikitpun, Jung Yi malah meminta tanah liat putih pada Gook Bi. 

Gook Bi tersenyum mengejek, “bodoh..... kau datang terlambat dan kau berencana melakukan apa?”

“Nyonya?”

“Tanah liat putih , semuanya sudah dibagikan dan tidak ada yang tersisa.” Jawab Gook Bi.

“Lalu apa yang harus saya lakukan?” tanya Jung Yi. 

“Apa lagi? Karena kau tida bisa berpartisipasi dalam kompetisi, kau harus berkemas dan pergi dari Bun Won.”

“Nyonya! Kenapa kau berbohong padaku dan berkata kalau waktu kompetisi sudah di tunda?”

“bukankah kau yang berbohong dengan mengatakan kalau kau adalah seorang pria? Dibandingkan dengan itu, ini tidak ada apa-apanya. Kau bertanya kenapa aku berbohong? Seorang sepertimu, yang menimbulkan banyak masalah di Bun Won, memang harus ditendang keluar.”


“Jadi, untuk membohongiku... dalam rangka menendangku keluar, kau memerintahkan aku mencari kayu bakar yang sebenarnya tak anda perlukan?”

“Jika kompetisi ini begitu penting untukmu, kau seharusnya lebih teliti lagi. Dan jika kau mempunyai sifat seperti itu, hal seperti ini tidak akan terjadi. Semua ini adalah kesalahanmu sendiri.”

“hanya untuk membuktikan kepadamu, aku akan mengikuti kompetisi dan lulus.”

Lagi2 Gook Bi tertawa mengejek, “tidak ada tanah liat putih lagi, bagaimana kau akan melakukannya?” tanya Gook Bi dan pergi.


Soo Jung dan temannya yang mendengar pembicaraan Gook Bi dan Jung Yi, sangat prihatin pada Jung Yi, mereka kasihan padanya. 

“euuum.... jadi itulah yang terjadi. Tidak heran.... dia pastii berada di sisi buruknya.” Ucap Soo Jong.

“tapi meskipun demikian, itu adalah Tae Pyung. Apa yang akan terjadi padanya jika pengrajin tembikar kerajaan dan Yang Mulia mencari tahu?” tanya temannya Soo Jung.

“Itu benar.” Jawab Soo Jung.


P Gwang Hae bertanya pada Yook Do mengenai jalannya kompetisi. Yook Do memberitahu pangeran kalau kompetisi akan berakhir tepat disaat matahari terbenam. Pangeran pun menyerahkan semua tanggung jawab kompetisi pada Yook DO.


Tak beberapa lama kemudian, Soo Jung datang. Setelah memberi penghormatan pada P Gwang Hae, Soo Jung memberitahukan kalau ada masalah dengan kompetisi.

“seseorang telah memberitahu waktu kompetisi yang salah, sehingga ada seorang pekerja yang tidak kebagian bahan yang digunakan untuk kompetisi.” Ucap Soo Joong.

Yook Do menambahkan kalau semua itu terjadi setiap tahun, karena persaingan yang berat, mereka suka saling menjatuhkan satu sama lain. Yook Do bertanya siapa kali ini yang menjadi korbannya.

“yah... itu adalah Tae Pyung.”jawab Soo jong.


Mendengar itu P Gwang hae dan Yook Do sama-sama terkejut, namu P Gwang Hae tidak memperlihatkan keterkejutannya, dia menyembunyikannya dengan terus melihat buku yang ada di hadapannya.


Merasa Yook Do dan Soo Joong menunggu keputusannya, P Gwang Hae hanya bertanya tentang apa yang dia lakukan jika ada kejadian seperti itu.

“menjaga bahan mereka juga merupakan tanggung jawab pekerja, dan mereka akan dieliminasi.” Jawab Soo Jong.

“jadi lakukanlah seperti itu, kenapa kau harus datang kesini?” tanya P Gwang Hae.

Soo Joong berkata, kalau kali ini yang menjadi korban adalah Tae Pyung.Dengan santai, P Gwang hAe bertanya apakah kalau korbannya itu Tae Pyung, harus diperlakukan berbeda. Mendengar jawaban P Gwang Hae yang seperti itu membuat Yook Do dan Soo Jong saling pandang tak mengerti.


Soo Joong bertanya-tanya, kenapa setelah membuat tembikar bersama-sama sikap P Gwang Hae  pada Tae pyung  berubah total.



Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger