logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Pinocchio Episode 13 Part 2

Sinopsis Pinocchio Episode 13 Part 2. Pada part sebelumnya diceritakan kalau Bum Jo mengungkapkan perasaannya pada In Ha dan mengajaknya berkencan. Bum Jo juga sengaja membiarkan Ha MYung mendengarkan prosesi penembakan itu. Namun sayang In Ha tidak menerima perasaan Bum Jo, walaupun Bum Jo menawarkan diri akan menunggu sampai In Ha bisa menerima perasaannya. Karena In Ha yakin, perasaannya pada Bum Jo tidak akan berubah.


Sinopsis Pinocchio Episode 13 Part 2


Ha Myung balik ke kantor-nya dan saat sedang menunggu fotokopian, Ha Myung teringat pada ucapan Bum Jo pada In Ha dimana dia berkata kalau Bum Jo tahu siapa orang yang In Ha cintai dan betapa In hA ingin menghapus orang itu dari hatinya. Ha Myung terlihat kesal apalagi ditambah denga mesin foto kopi yang dia gunakan eror. 

Yoo Rae yang tak berada jauh dari sana melihat apa yang sedang Ha Myung lakukan. Merasa kalau posisi Ha Myung saat melihat mesin foto copy yang sedang eror. Yoo Rae kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar Ha Myung. 

"Kau berhasil menarik perhatianku, Ki Ha Myung." gumam Yoo Rae sambil memainkan rambutnya. wkwkkw.... sepertinya Yoo Rae mulai suka sama Ha Myung dan dia juga masih beranggapan kalau Ha Myung menyukainya. Padahal semuanya hanya kesalahpahaman.

Kita beralih ke MSC, dimana Cha Ok sedang memasukkan barang2 ke dalam sebuah kotak karena dia akan pindah meja. Il Joo bertanya2 kenapa Cha Ok mau menyerah dan dia kemudian bertanya pada Gong Joo tentang bagaimana kalau setelah ini, Cha Ok akan mempersulit Gong Joo.

Mendengar itu Gong Joo berharap agar hal itu tidak terjadi, karena kalau hal itu sampai terjadi dia pasti akan kehilangan sisa2 rambutnya. Tentu saja statment itu membuat Il Joo terkejut karena dia baru tau kalau rambut Gong Joo rontok gara2 Cha Ok. 

In Ha melihat ke arah ibunya dan teringat kalau 13 tahun yang lalu ibunya tanpa sengaja meninggalkan ponselnya saat berkunjung kerumahnya. 


Saat akan berjalan pergi, kardus yang Cha Ok bawa, bagian bawahnya jebol sehingga membuat barang2 yang dia bawa beramburan di lantai. Saat Cha Ok sedang memungi barang2-nya, In Ha datang dan membantunya. Pada In hA, Cha Ok berkata kalau dia mundur dari posisi pembaca berita bukan karena kejadian kemarin, melainkan karena ingin mencari tahu sesuatu.

In Ha lalu bertanya apakah Cha Ok akan kembali ke posisinya setelah dia mengetahui apa yang dia caritahu. In Ha bertanya hal itu sambil diam2 mengambil salah satu ponsel yang Bum JO berikan pada CHa Ok. 

Cha Ok pun mengiyakan apa yang ditanya In Ha karena setelah apa yang dia caritau selesai, kesempatan kembali menjadi pembaca berita akan segera terbuka untuknya. Saat Cha Ok hendak pergi, In Ha bertanya lagi, kali ini dia bertanya tentang hubungan Cha Ok dengan Nyonya Park Ro Sa. Dan Cha Ok hanya menjawab kalau dia hanya pernah bertemu dengan Nyonya Park. In Ha lalu membahas tentang ponsel Cha Ok yang tertinggal disana 13 tahun yang lalu, mendengar itu Cha Ok tak bisa mengelak, namun dia hanya berkata kalau sepertinya dia memang pernah ke rumah Nyonya Park dulu dan Cha Ok balik bertanya kenapa In Ha menanyakan hal tersebut.

“Tidak, hanya sedikit mengherankan.” Jawab In Ha.

“Aku lebih heran dengan kenyataan kalau kau masih disini.” Ucap Cha Ok.

Saat sedang sendirian, Cha Ok menerima balasan pesan dari Ketua yang berisi : “Jangan khawatir aku tidak membuang orang semudah itu.”

Masih belum diberitahukan siapa orang yang berkiriman sms dengan Cha Ok. Kita cari tahu jawabannya yuk. Lanjut dulu sinopsisnya.

Nyonya Park mendapat laporan mengenai keributan yang terjadi di mall-nya. Keributan itu terjadi karena sinterklas yang mereka pekerjakan, telah mencuri barang dari salah satu toko mereka. Mendengar laporan itu Nyonya Park terlihat khawatir, karena siterklas sudah mencuri di tempat banyak anak2. Dia tak mau kejadian itu membuat anak-anak berpikir kalau sinterklas adalah orang yang jahat.

Saat sedang berdua, Yoo Rae bertanya apa Ha Myung punya rencana di hari natal, Ha Myung pun menjawab kalau dia tak punya rencana apa2. Yoo Rae terlihat senang dan dia kemudian berkata kalau di hari natal nanti dia akan memberikan hadiah yang sangat besar untuk Ha Myung dan akan membuatnya sangat terkejut.

Tak lama kemudian mereka bertemu dengan In Ha dan Bum Jo. Mereka berempat berjalan bersama menuju kantor polisi. In Ha dan Ha Myung masih sama2 canggung dan mereka pun tak bicara satu sama lain. Yoo Rae kemudian mendekati In Ha dan mengajaknya bertukar berita. Namun In Ha tak mau melakukannya.


Bum Jo sengaja membiarkan para wanita jalan terlebih dulu dan dia mengajak Ha Myung bicara berdua. Dia meminta maaf atas apa yang dia lakukan tadi malam pada Ha Myung. Namun walau sudah meminta maaf, Bum Jo tetap mengatai kalau Ha Myung lebih pengecut darinya.

“Kau menggunakan alasan kakakmu dan manager Song agar In Ha merasa bersalah. Tapi, kau juga tak bisa melepaskan In Ha. Menurutku, sikapmu itu sama saja dengan seorang pengecut. Jika kau memang mau mengakhirinya....”

“Aku sedang mencobanya.” Potong Ha Myung yang tak menerima bantuan Bum Jo untuk melupakan In Ha, dia juga meminta Bum Jo untuk tidak menggunakan namanya untuk mendekati In Ha.


Tiba2 mereka semua melihat santaklass berlari keluar dari kantor polisi. Ha Myung langsung berlari, sepertinya dia hendak menangkap sinterklas itu, sedangkan In Ha dengan sigap membuka sepatunya dan melemparkannya ke arah sinterklas itu dan tepat sasaran, sepatu In Ha mengenai kepala sinterklas.Tentu saja hal itu membuat sinterklas marah dan hendak menyerang In Ha dengan pembatas jalan. Tepat disaat itu Chan Soo dan beberapa polisi yang lainnya keluar untuk menangkap sinterklas itu.

Panik karena sinterklas itu akan menyerangnya, In Ha hendak melepaskan sepatunya lagi namun sayang sepatunya susah lepas dan si sinterklas sudah keburu mendekatinya dan hendak menyerangnya. Untungnya ada Ha Myung yang menyelamatkannya dengan menendang si sinterklas sampai terjatuh ke tanah.





Saat Sinterklas ingin memukul lagi, Bum Jo muncul dengan menghalaunya. Ha Myung memegang erat tangan In Ha, dia begitu melindungi In Ha. Setelah sinterklas itu dibawa ke dalam kantor polisi oleh para polisi, Ha Myung langsung menatap In Ha dan menanyakan keadaannya. Tentu saja mendapat perlakukan seperti itu dari Ha Myung yang bersikap dingin padanya selama ini, membuat In Ha langsung merasa terkejut dan heran. Bukan hanya In Ha yang heran, Yoo Rae yang sedari tadi jongkok karena ketakutan pun merasa heran. Dia heran kenapa Ha Myung begitu mengkhawatirkan In Ha, karena setau Yoo Rae, orang yang Ha Myung sukai adalah dirinya.

Bum Jo menghampiri mereka bertiga dan langsung marah2 pada In Ha karena sudah melempar sepatu pada sinterklas itu. Bum Jo marah tapi sebenarnya dia khawatir pada In Ha.

In Ha lalu teringat pada Yoo Rae, diapun kemudian membantu Yoo Rae bangun dan menayakan keadaannya. Yoo Rae pun menjawab kalau dia baik2 saja.

“Aku sungguh baik2 saja. Kau tak melihatku meringkuk di bawah karena aku kecil kan?” ucap Yoo Rae pada Ha Myung dan tentu  saja Ha Myung merasa heran dengan ucapan Yoo Rae. Tak mau ambil pusing Ha Myung pun memilih pergi. Tentu saja hal itu membuat Yoo Rae kesal, dia kesal dengan sikap cuek ha Myung padanya.

Ha Myung mengambil sepatu In Ha yang dia leparkan pada sinterklas tadi. Tepat disaat itu, dia melihat seorang anak laki2 yang terus memanggil ayahnya dengan mata menangis.Ya, dia adalah anak laki2 dari sinterklas tadi, dia menangis karena ayahnya di tangkap polisi.

In Ha lalu bertanya pada Chan Soo, tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa sinterklas itu bisa melarikan diri seperti itu. Sebelum mengatakan kasus si sinterklas, Chan Soo meminta mereka semua untuk melupakan kejadian tadi.

“Tidak akan!” teriak Yoo Rae, In Ha dan Bum Jo kompak. Chan Soo pun hanya bisa menhela nafas dan menggaruk2 kepalanya mendengar jawaban teman2nya itu.


Chan Soo kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Sinterklas itu adalah seorang ayah tunggal yang membesarkan anak laki-lakinya yang masih duduk di SMP. Di kalangan anak SMP sedang ngetrand menggunakan tas ransel merk tertentu. Semua anak menggunakan tas itu kecuali anak di sinterklas. Tak ingin anaknya dibuli gara2 tak menggunakan tas itu, diapun memutuskan untuk menjadi sinterklas di mall yang menjual tas tersebut dan kemudian mencuri tas tersebut, setelah itu dia memberikan tas itu pada anaknya yang sedang mengantri hadiah.


Mendengar cerita itu, Bum Jo heran kenapa si sinterklas tidak membeli tas itu saja, kenapa harus mencurinya. Ha Myung menjawab kalau tas itu terlalu mahal untuk dibelinya. Chan Soo membenarkan jawaban Ha Myung dan menambahkan kalau harga tas itu lebih dari 800 ribu won. Dia kemudian memberitahu semuanya kalau pencurian itu adalah kejadian yang sudah terjadi berulang, jadi dia pikir kali ini si sinterklas akan di tuntut.

In Ha berkata kalau hal itu adalah sesuatu yang menyedihkan, namun berbeda dengan Bum Jo, dia berpendapat kalau hal itu memang menyedihkan dan juga menggelikan. Dia beranggapan kalau hal itu hanya pencurian biasa. Namun Ha Myung tak setuju dengan ucapan Bum Jo, karena kejadian ini adalah kejadian serius, sebab seorang anak akan ditinggal sendirian hanya karena sebuah tas ransel.

Bum JO tak terima pendapatnya dibantah, dia berkata kalau yang patut disalahkan adalah pencurinya bukanlah tas ranselnya. Chan Soo tidak menyetujuinya, karena dia sependapat dengan Ha Myung, dia beranggapan kalau tas itu yang harus dipersalahkan, karena tas itu sudah menjadi penyebab tindak kekerasan, orang dibuli dan percobaan bunuh diri. Mendengar tas yang bergitu membuat heboh, Yoo Rae punbertanya tempat dijualnya tas-tas itu.

“Bum JO Departement Store’s memiliki hak jual khusus untuk tas itu.” Jawab Chan Soo dan semuanya langsung melihat ke arah Bum Jo.


Sekarang mereka berempat masih bersama karena Chan Soo sudah tak bergabung lagi dengan mereka. Yoo Rae mengungkapkan pendapatnya tentang Nyonya park, tentang wanita yang ternyata kejam padahal dia terlihat polos dan baik. Mendengar itu Bum Jo langsung menyuruh Yoo Rae turun dari karpet yang dia duduki sekarang karena karpet itu adalah dari ibunya.

Namun Yoo Rae tidak mau, dia malah membela diri dengan berkata kalau rencana pemasaran Nyonya Park yang menakutkan karena sudah menjual tas sekolah dengan harga dua kali dari harga sebenarnya. Bum Jo semakin kesal karena teman-temannya beranggapan kalau tas itu adalah sumber masalah dan Nyonya Park adalah pebisnis wanita yang cukup menakutkan. Kekesalan Bum JO bertambah saat InHa mendukung pendapat Yoo Rae dan Ha Myung yang menyudutkan ibunya.




Saking kesalnya, Bum Jo memutuskan keluar ruangan dan In Ha pun mengejarnya. Karena beranggapan kalau tentang tas itu bisa dijadikan berita, In Ha pun tetap akan menjadikannya laporan dan tidak bisa memenuhi permintaan Bum Jo yang melarangnya.


Ha Myung keluar ruangan reporter dan melihat In Ha mengikuti Bum Jo, melihat hal itu Ha Myung bergumam kalau dia merasa menjadi pencundang. Ha Myung merasa hal itu karena dia tak bisa menerima In Ha dan juga tak bisa mengikhlaskannya dengan pria lain.

“Aku tahu.... aku juga pecundang.” Ucap Chan Soo yang ternyata sedang duduk di kursi dan tak berada jauh dari tempat Ha Myung berdiri. Apa yang terjadi pada Chan Soo, ternyata dia dihukum karena sudah membuat sinterklas kabur. Dan hukumannya adalah dipindahtugaskan untuk mengurusi lalu lintas.



Karena tak ingin bertemu istrinya dengan keadaan terpuruk gara2 dipindahtugaskan, Chan Soo pun mengajak Ha Myung minum bersama. Dan menghabiskan malam natal bersama.

Chan Soo berkata kalau akhir2 ini, Ha Myung terlihat menyedihkan. Ha Myung pun menjawab kalau hal itu tak seberapa jika dibandingkan dengan apa yang terjadi pada kakaknya.

Ha Myung pun mengungkapkan rasa bersalahnya pada Jae Myung. “Aku merasa bersalah karena minum2 saat ini. Bisa berjalan di dunia bebas, membuatnya merasa bersalah juga. Aku merasa bersalah saat bersama orang lain. Aku merasa bersalah saat tertawa dan bersenang2 karena seseorang.” Ucap Ha Myung sambil memasukkan kacang, cumi kering dan snack ke dalam saku mantelnya.

Ha Myung mabuk berat sampai2 dia tak bisa berjalan sendiri, sehingga membuat Chan Soo menggendongnya pulang. Sambil keberatan menggendong Ha Myung, Chan Soo bertanya alamat rumahnya.

Tiba2 kita melihat Chan Soo membawa Ha Myung ke rumah In Ha. Pada Gong Pil dan Dal Pyung, Chan Soo mengatakan penyebab Ha Myung bisa mabuk seperti itu. Dia mengatakan tentang Ha Myung yang merasa bersalah pada kakaknya.


Ha Myung membuka matanya dan langsung tersenyum melihat Gong Pil. Seperti anak kecil Ha Myung memanggil Gong Pil “ayah” dan memberikannya kacang yang dia  ambil saat di kedai tadi. Setelah itu, dia mengeluarkan cumi kering untuk Dal Pyung dan snack untuk In Ha.

“Ini adalah hadiah natal untuk kalian. Piu piu,” ucap Ha Myung sambil membuat gerakan menembak. Euuum.... ha Myung lucunya.... pengen meluk rasanya... wkkwkwkw


Melihat Ha Myung seperti itu, Gong Pil pun memeluknya sambil menangis.


Tengah malam, Ha Myung terbangun dan melihat In Ha sedang menggantungkan jaketnya. Mengetahui Ha Myung terbangun, In Ha pun menyuruhnya untuk tidur lagi karena Ha Myung demam. Untuk memastikan keadaan Ha Myung semakin membaik, In Ha pun memeriksa keningnya.

Tepat disaat itu Ha Myung melihat liontin kalung In Ha, yang berupa kancing mirip seperti kancing yang Ha Myung berikan pada In Ha. Euuum... benarkah hal itu? Bukankah kancing baju itu sudah In Ha kembalikan pada Ha Myung.



Karena menyadari kalau In Ha sudah mengembalikan kancing baju itu, jadi Ha Myung pun mengira kalau hal itu hanyalah sebuah mimpi. Dia kemudian memegang tangan IN Ha dan berkata, “Aku tidak bisa memintamu bersamaku saat ini. Tapi, jangan pergi pada orang lain.”

In Ha pun mengiyakannya. Mendengar itu Ha Myung terlihat lega dan menyentuh pipi In Ha lalu berkata kalau dia tak mau terbangun dari mimpi ini. Namun setelah dia berkata hal itu, dia malah tertidur lagi.


Keesokanharinya, Ha Myung terbangun dan langsung terkejut saat menyadari kalau dia sedang berada di kamarnya yang dulu dan bersama Chan Soo. Tak lama kemudian Dal Pyung muncul dan mengajak Ha Myung dan Chan Soo sarapan bersama. Tentu saja itu membuat Ha Myung jadi merasa tak enak karena tanpa sadar kembali ke rumah itu.

Ha mYung hendak menolak ajakan sarapan bersama, namun karena Chan Soo sudah terlanjur duduk di meja makan, jadi Ha Myung pun mengikutinya. Dengan begitu pengertiannya, Gong Pil menyentuh kening Ha Myung untuk memeriksa apakah Ha Myung masih demam atau tidak.


Dal Pyung kemudian menyuruh In Ha merapikan rambut Ha Myung yang terlihat seperti sarang burung. In Ha sempat bengong karena hubungan In Ha dan Ha Myung tak seperti dulu lagi, tapi karena ayahnya yang meminta, jadi dia pun merapikan rambut Ha Myung dengan air.

Ha Myung lalu meminta maaf atas yang sudah dia lakukan semalam. Dal pyung memotong dan mengatakan kalau mereka tak perlu membahas hal itu saat sarapan. Merekapun saling mengucapakan selamat Natal.


Selesai sarapan, In Ha, Ha Myung dan Chan Soo pergi bekerja. Saat berada di depan lift, Chan Soo mendapat telepon dari istrinya yang mengeluh karena Chan Soo tidak pulang di malam natal. Chan Soo langsung berlutut dan mengucapkan selamat natal pada istrinya. Karena harus melakukan permintaan maaf pada istrinya, Chan Soo pun menyuruh In Ha dan Ha Myung masuk lift duluan.

Saat hanya berdua di dalam lift, Ha Myung meminta maaf pada iN ha karena sudah memaksa In Ha berdiam tentang kasus Cha Ok. Ha Myung menyadari kalau yang dia katakan saat itu bukanlah sesuatu yang pantas dikatakan oleh seorang reporter, Ha Myung mengatakan semua itu karena dia lepas kontrol.

In Ha memaafkan Ha Myung dan dia juga berkata kalau mulai sekarang dia akan membiarkan Ha Myung, karena dia menyukai pertanyaan yang Ha Myung ajukan pada Cha Ok, In Ha mengaku kalau sebenarnya dia juga ingin mengajukan pertanyaan yang sama pada ibunya. In Ha bertambah senang karena Ha Myung bisa mengucapkan semua itu tanpa merasa khawatir padanya, In Ha merasa nyaman melihat Ha Myung yang sekarang.

Ha Myung hendak mengatakan sesuatu lagi, namun dia mengurungkan niatnya.


Seo Hak masuk ruangan reporter dan terkejut saat melihat Yoo Rae duduk sendirian di sana sambil memakai pita besar di kepalanya. Tentu saja pemandangan itu membuat Seo Hak bingung dan bertanya2 tentang apa yang terjadi pada Yoo rae, apalagi Yoo Rae terlihat sangat kesal. Dengan nada kesal diapun bertanya pada Seo Hak tentang keberadaan Ha Myung.

 Euumm.... jangan2 kado besar yang ingin Yoo Rae berikan pada Ha Myung adalah dirinya sendiri... wkwkwk... ada2 aja.

Saat hendak masuk ke dalam kantor polisi, Ha Myung dan Chan Soo melihat anak si sinterklas. Melihat itu Chan Soo berkata kalau semua kejadian itu adalah sebab Nyonya Park yang tak mau memaafkan si sinterklas. Dia begitu tidak senang pada Nyonya Park karena sudah membuat seorang anak berpisah dari ayahnya.

Chan Soo mendekati anak tersebut dan menyuruhnya pulang. Dia juga memberikan pelindung telinga miliknya pada anak tersebut. Chan Soo bahkan berjanji pada si anak, kalau dia akan membuar si anak bertemu dengan ayahnya.

Ha Myung kemudian mendapat telepon dari Gyo Dong untuk menanyakan kasus tas mahal. Ha Myung pun memberitahu kalau mereka sudah mendapatkan izin untuk meliput namun pihak mall yang menolak untuk memberikan keterangan. Gyo Dong pun memberitahu Ha Myung kalau tugas seorang reporter adalah untuk menggali rahasia yang disembunyikan oleh seseorang. Jadi kalau mereka sudah mendapatkan izin meliput maka mereka tidak punya pilihan lain selain meliput dengan cara sembunyi2.

Ha Myung pergi ke mall Nyonya Park bersama Jae Hwan. Di depan mall Bum Jo muncul dan memperingatkan Ha Myung untuk tidak melakukan sesuatu yang melewati batas. Namun Ha Myung tak perduli, dia tetap masuk ke dalam mall dan melakukan tugas reporternya.

Pelayan yang menjaga toko tas mahal itu menolak di wawancarai dan diliput. Sedangkan Bum Jo hanya berdiri di depan toko dan melihat Ha Myung dan kru YGN berusaha meliput toko itu dan mencari informasi.

Karena pegawai toko itu tak mau diliput, Ha Myung dan Jae Hwan kompakan menggunakan cara yang diberitahukan Gyo Dong, yaitu meliput dengan cara sembunyi2. Jae Hwan pura2 mematikan kameranya, padahal dia masih tetap menyalakan kamera dan mengambil gambar isi toko tersebut. Setelah kamera dimatikan, pegawai itu pun mulai sedikit bicara kalau semua harga sudah ditentukan oleh pemilik mall, jadi mereka hanya menjualnya saja. Ternyata bukan hanya meliput dengan diam2 saja yang Gyo Dong sarankan, dia juga menyarankan untuk mendatangkan seorang ahli yang bisa membantu mereka dalam mendapatkan informasi. Siapa si ahli yang dimaksud Gyo Dong, ternyata orang itu adalah Yoo Rae.


Yoo Rae muncul dengan seragam SMA dan hendak membeli tas ransel yang mahal itu. Semua yang mendengar langsung terkejut saat mendengar harga tas yang Yoo Rae tunjuk seharga 1 juta won, selain itu ada juga yang seharga 9 juta won. Melihat apa yang terjadi di hadapannya, Bum Jo bisa menyadari kalau para reporter  dari YGN itu sedang meliput secara sembunyi2.


Di sisi lain kita melihat In Ha bersama kru dari MSC baru saja tiba di mall Bum Jo dan sedang menuju toko tas mahal itu. Kita beralih lagi ke toko tas mahal, dimana bUm Jo sudah tak tahan lagi melihat apa yang Ha Myung dan rekan2nya lakukan. Awalnya Bum Jo meminta Ha Myung menghentikannya secara halus, tapi karena Ha Myung tak mau Bum Jo pun terpacing emosi sampai2 dia berteriak meminta Ha Myung menghentikan semuanya.



Bum Jo dan Ha Myung pun akhirnya bertengkar sampai2 mereka tarik2an baju. Tak ada satupun dari mereka yang mau mengalah karena mereka merasa sama2 benar. Tepat di saat itu In Ha beserta kru MSC datang dan langsung berusaha memisahkan mereka berdua.

In Ha berusaha menenangkan Ha Myung, namun karena Bum Jo masih terus menyudutkannya dan menuduh Ha Myung melakukan semua itu karena membenci Bum Jo, Ha Myung pun dengan nada keras menjawab kalau Bum Jo harusnya bisa melihat hal itu secara objektif sebagai reporter.

“Apa kau tidak bisa melihat cara bisnis ibumu?” ucap Ha Myung keras.


“Hentikan. Kata2mu terlalu kasar saat ini.” Jawab In Ha pada Ha Myung. Tentu saja ucapan itu membuat Ha Myung terkejut, dia terkejut melihat In Ha lebih membela Bum Jo daripada dirinya. Tak mau Ha Myung salah paham, In Ha pun menjelaskan kalau sekarang masih terlalu awal untuk menghakimi cara bisnis dan kesombongan Nyonya Park, tanpa mendengarkan penjelasan langsung dari yang bersangkutan.

Mendengar semua itu Ha Myung terdiam dan memilih langsung pergi tanpa mengatakan apapun.


Di kantornya Nyonya Park sedang melihat grafik penjualannya dan disaat itu dia mendapan sms dari seseorang. Dan ternyata itu adalah sms dari Cha Ok yang membalas sms Nyonya Park sebelumnya, di sms terakhir Cha Ok berkata kalau diapercaya pada Nyonya Park dan menunggu perintahnya selanjutnya.

Ternyata orang yang selama ini berkirim sms dengan Cha Ok adalah Nyonya Park. Dulu aku kira itu petinggi di MSC, hheehe... ternyata salah. Euuum... kayaknya Cha Ok bekerja pada Nyonya Park, jadi penasaran apa urusan yang menghubungkan mereka berdua.


Ha Myung pergi dengan perasaan sedih karena merasa kalau In Ha sudah tak memihak padanya lagi. Dia kemudian melihat kancing baju yang In Ha kembalikan dan ternyata kancing baju itu masih tersimpan dengan rapi di dalam dompetnya. Melihat kancing itu masih ada di dompetnya, Ha Myung pun menebak kalau apa yang dia lihat di leher In Ha malam itu hanyalah sebuah mimpi. Tak mau semua itu menghantuinya, Ha Myung pun hendak membuang kancing itu namun dia tak sanggup.


Apa semua itu benaran adalah mimpi belaka? Ternyata tidak. Karena ternyata ada satu baju Ha Myung yang ketinggalan di rumah dan sekarang sedang di pakai oleh Dal Pyoeng. Kita diperlihatkan kalau kancing baju itu hilang satu.

Kita beralih lagi pada In Ha dan Bum Jo, dimana Bum Jo berterima kasih pada iN Ha karena sudah mau membelanya.


“Aku tidak berpihak padamu. Jangan salah paham.” Ucap In Ha dan kitapun diperlihatkan pada liontin kalung yang In Ha pakai, yang berupa kancing baju Ha Myung yang ketinggalan.

Bersambung
Sinopsis Pinocchio Episode 14

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger