logo blog
Toko DVD
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Legend of Witch Episode 2 Part 1

Sinopsis Legend of Witch episode 2 Part 1. Pada episode sebelumnya diceritakan kalau Soo In benar-benar terpukul karena kehilangan suaminya. Yang lebih parahnya lagi, tidak ada keluarga yang bisa menyemangati dirinya. Ayah mertuanya bahkan hendak mengusir dirinya dari rumah setelah pemakaman Do Hyun selesai.  Saat Soo In kembali ke tempat pemakaman, tiba2 dia pingsan untung nya ada Woo Seok disana. Apa yang akan terjadi ada Soo In? Dan bagaimana kisah Soo In dan Woo Seok akan terjalin? Yuk kita lanjut sinopsisnya ke episode 2. Cekidooooot!

Sinopsis Legend of Witch episode 2 Part 1


Woo Seok menggendong Soo In dan membawanya ke UGD. Joo Hee yang tak tahu kalau Woo Seok sedang mengantarkan Soo In ke UGD, terus berusaha menghubunginya dan menunggu kedatangannya di depan gedung. Tepat disaat itu Joo Ran datang. Hanya berdua saja dengan Joo Hee seperti itu, Joo Ran pun to the poin meminta bantuan Joo Hee untuk membantu Won Jae menjadi CEO menggantikan Do Hyun. Namun Joo Hee tidak menjawab permintaan Joo Ran karena dia menganggap kalau apa yang Joo Ran katakan tidak pantas untuk dikatakan pada saat sekarang ini.



Soo In masih belum sadarkan diri. Byeol kemudian menghampiri Soo In dan menyamakan wajah Soo In dengan foto ibunya yang ada di kalungnya. Tepat disaat itu, Woo Seok datang dan mengajak Byeol pergi namun Byeol tidak mau, karena dia tidak bisa meninggalkan Soo In sendiri. Dia menganggap Soo In mirip dengan ibunya. Woo Seok tersenyum dan berkata pada anaknya kalau Soo In tidak mirip dengan ibunya.

“apakah ibuku lebih cantik darinya?” tanya Byeol

“Jika ibumu seperti dia, aku tidak akan menikahinya. Dia tidak gaya sama sekali.” Jawab Woo Seok yang tak menyadari kalau Soo In mendengar apa yang dia katakan.


Soo In bangun dan langsung melepas infusnya. Woo Seok hendak mencegah Soo In untuk melakukan itu, tapi Soo In bersikeras pergi dengan alasan kalau dia hendak melakukan sesuatu. Saking tergesa-gesanya, Soo In sampai mendorong Byeol yang ingin menunjukkan foto ibunya pada Soo In. Byeol menangis dan itu membuat Woo Seok berkata pada Soo In untuk tidak melakukan hal itu pada anak kecil. Soo In terlihat tak tega, namun dia berpikir pemakaman Do Hyun lebih penting, jadi dia mengabaikannya.


Saat Soo In hendak keluar UGD, seorang perawat menghadangnya dan berkata kalau Soo In harus menyelesaikan injeksi-nya apapun yang terjadi dan itu adalah pesan dr Kim. Mau tak mau, Soo In pun harus melakukan hal tersebut.

Woo seok dan Byoel sudah berada di ruang pemakaman Do Hyun. Setelah memberikan penghormatan pada DO Hyun, Joo Hee memperkenalkan Woo seok pada saudara-saudaranya. Joo Hee memperkenalkan Woo Seok sebagai temannya disaat dia kuliah di luar negeri.



Aeng Ran mendatangi suaminya yang masih tertidur pulas karena semalam dia minum sangat banyak. Dia meminta Tae San untuk minum air madu untuk memulihkan kondisinya. Tae San menolak karena sedang tak mood minum air madu.

“Apakah kau berencana untu mengikuti Do Hyun? Jika tidak, bangunlah dan bergabung dengan kami. Kau harus berdiri kuat sehingga keluarga kita dan perusahaan kita dapat dijalankan kembali.” Ucap Aeng Ran dan setelah mendengar ucapan Aeng Ran itu, Tae San pun mau minum air madu itu. Disaat Tae San minum air madu, Aeng Ran mengatakan kalau gara2 pemberitaan tentang kematian Do Hyun yang ada di koran, sudah membuat saham perusahaan mereka turun. Tentu saja Tae San marah melihat berita itu.


Bok Nyeo sedang memasak untuk sarapan dirinya dan Yi Moon. Karena sudah lama tak memasak, Bok Nyeo merasa masakannya tidak enak. Walaupun masakan Bok Nyeo tak enak, Yi Moon tetap memujinya dan berkata kalau masakan Bok Nyeo cocok sekali dengan seleranya. Bok Nyeo lalu menceritakan kalau 30 tahun yang lalu dia selalu membuatkan sup kacang untuk anaknya dan suaminya setiap hari, tapi sekarang dia tak ingat lagi rasanya seperti apa. Yi Moon menghiburnya dengan berkata kalau semua itu adalah hal yang wajar, karena Bok Nyeo sudah tak melakukannya lagi dalam waktu 30 tahun. Walaupun sudah dihibur seperti itu, Bok Nyeo tetap saja sedih, dia merasa seperti orang yang tak berguna, yang hanya dia bisa lakukan sekarang hanyalah menjadi tahanan.

Mendengar itu Yi Moon pun berkata kalau setelah dia berhenti bekerja dari penjara dimana dia sudah bekerja selama setengah dari hidupnya, dia juga tidak bisa beradaptasi dengan lingkungannya pada aawalnya. Bahkan pada tahun pertama ketika dia membuka usaha laundry, dia terus saja mengalami kesulitan. Dia pun yakin kalau Bok Nyeo sudah benar2 dibebaskan nanti, dia akan bisa melakukannya. Namun Bok Nyeo sudah berpikir kalau dia tidak bisa melakukan seperti yang Yi Moon lakukan karena dia tak punya keterampilan. Dia bahkan berpikir kalau dia akan merasa nyaman jika tinggal di penjara. Dia merasa kalau dia sudah seperti cangkang kosong. Yi Moon pun menjawab kalau hal seperti itu bukanlah hal yang harus dikhawatirkan karena dengan perlahan Bok Nyeo bisa mengisi cangkang kosongnnya itu.

Yi Moon berkata kalau disaat dia pertama kali bertemu dengan Bok Nyeo 30 tahun yang lalu, dia melihat Bok Nyeo penuhkemarahan dan ambisi sampai2 membuat Bok Nyeo tidak stabil. Dan jika sekarang Bok Nyeo menjadi cangkang yang kosong, maka itu adalah hal yang baik.

Woo Seok memberitahu Joo Hee kalau mulai sekarang dia akan tinggal di Korea.  Dia beralasan kalau semua itu karena Byeol harus memulai sekolahnya, selain itu juga karena dia khawatir ayah mertuanya yang tinggal sendirian dan juga karena dia punya urusan pribadi yang harus dia selesaikan, namun dia tidak bisa memberitahu Joo Hee tentang masalah itu sekarang.



Joo Hee lalu mengungkapkan apa yang dia rasakan sekarang. Dia merasa sangat hancur saat mengetahui kalau kakaknya meninggal dalam kecelakaan yang sangat mengerikan bahkan membuat tubuhnya hancur. Namun dia merasa senang saat melihat Woo Seok ada di sampingnya.

Joo Hee mengatarkan Woo Seok dan Byeol ke taksi. Dia kemudian berjanji pada Byeol kalau dia akan mengunjungi Byeol dengan beberapa mainan yang dia suka. Sebelum pergi Woo Seok berkata kalau Joo Hee harus membiarkan kakaknya pergi dengan ikhlas.

Saat berada di dalam taksi, Byeol dan Woo Seok melihat Soo In berjalan sendirian di pinggir jalan. Woo Seok melihat Soo In dengan ekspresi tak senang karena dia tak menyukai sikap Soo In yang tak tahu berterima kasih.



Sesampainya di tempat pemakaman, Soo In hendak makan untuk memulihkan tenaganya. Namun dia begitu sulit melakukannya karena selalu teringat pada suaminya. Setelah mendapatkan dorongan dari pelayan yang menyiapkan makanannya,Soo In mencoba lagi untuk menyendok makanannya. Tapi belum sempat dia menyuap makanannya ke dalam mulutnya, Joo Ran muncul dan menyindir kalau Soo In sepanjang pagi ini tidak terlihat gara2 dia sedang enak-enakan makan .

“bagaimana kau bisa menelan makanan dalam situasi ini? Kau benar2 luar biasa!” ucap Joo Ran dengan sinis.

“Dia tidak makan apa2 sejak kemarin. Dia bahkan belum memakan satu sendokpun makanannya sekarang.”jawab pelayan yang sedang bersama Soo In.

“Dia tidak akan mati jika dia tidak makan selama beberapa hari!” teriak Joo Ran. “tubuh suaminya hancur di udara, dan kau ingin makan untuk hidup?” teriak Joo Ran yang tak bisa mengontrol emosinya.

Mendengar keributan itu, Do Jin dan Won Jae datang. Mereka berusaha menghentikan apa yang Joo Ran lakukan. Namun Joo Ran sudah tak bisa dihentikan dia malah semakin berteriak dan mengatakan kalau Do Hyun mati gara2 Soo In.

‘Kenapa kau terus menyalahkan orang yang tidak bersalah? Bagaimana bisa kematian Hyung adalah salahnya?” teriak Do Jin membela Soo In. Mendengar teriakan Do Jin itu, membuat Jo Ran semakin marah dan menyebut Do Jin anak haram. Dia kemudian mengatakan apa Do Jin senang dengan kematian DO Hyun, dan berharap menjadi CEO berikutnya.



“Sadarlah! Baik Joo Hee dan aku tidak akan membiarkan perusahaan kami diberikan pada anak haram.” Ucap Joo Ran dengan kasar. Tanpa Joo ran sadari, Aeng Ran mendengar semua yang dia katakan. Aeng Ran pun langsung berdiri didepan Do Jin untuk melindunginya. Tanpa berkata sepatah katapun, Aeng Ran langsung melayangkan tamparan ke pipi Joo Ran. Tentu saja itu membuat Joo ran shock.

“Jika kau tidak ingin menutup mulutmu.” Ucap Aeng Ran mengancam kalau Joo Ran tak bisa mengontrol kata2nya lagi, dia bakal menamparnya lagi untuk yang kedua kalinya.

Woo Jae berusaha membela istrinya dengan mengatakan kalau Aeng Ran tak seharunya melakukan hal itu disaat seperti ini. Aeng Ran melihat Woo Jae dengan tatapan mengejek dan bertanya apa sekarang mereka harus membahas apa yang bisa mereka bicarakan dan tidak mereka bicarakan di tempat ini. Kali ini Aeng Ran yang tak bisa lepas kontrol.

“Bahkan jika semua orang didunia menyalahkan dia sebagai anak haram. Kau tidak seharusnya melakukanya. Kenapa? Karena kalian berdua sama-sama punya darah dari ayahmu. Menyalahkan Do Jin.... sama saja kau menyalahkan ayahmu. Apa kau mengerti?”


“Baiklah!” jawab Joo Hee dan ikut nimbrung dalam pertengkaran itu. “aku sudah cukup mendengar ceramahmu,jadi aku bisa berhenti sekarang.”

“Apa?”

“ini adalah tempat berkabung untuk kakakku. Ini bukan tempat untuk memberikan ceramah, ibu Do Jin.”

Mendengar sebutan ibu Do Jin membuat Aeng Ran tambah terbakar emosi dan memilih pergi. Melihat Joo Hee berhasil mengalahkan AengRan, Joo ran terlihat sangat senang dan memuji Joo Hee.

“Berhentilah membuat keributan. Orang2 dari perusahaan kita dan tamu ada di luar sana.” Ucap Joo Hee pada kakaknya.

“Mereka semua sudah tahu kalau kita adalah keluarga berantakan. Jadi tidak perlu malu.” Jawab Joo Ran. Tapi karena Joo Hee memintanya diam, diapun berjanji akan mengunci mulutnya mulai sekarang.

“Saya tidak tahu berapa lama itu akan berlangsung.” Ucap Woo Jae dan pergi.  Joo Ran pun mengejar suaminya, namun sebelum pergi dia lagi2 menyindir Soo In yang hanya memikirkan makan saja.

Melihat makanan Soo In, Joo Hee berkata kalau semua itu pasti sekarang sudah dingin. Dia pun menawarkan untuk memesankan yang baru namun Soo In menolak. Joo Hee mengerti dan menyuruh Soo in makan dengan tenang. Soo In tak mau jatuh pingsan lagi, jadi walau sudah disindir oleh Joo ran, dia tetap menguatkan dirinya untuk makan.



Aeng Ran pergi minum dengan Do Jin. Aeng ran benar2 tak percaya Joo Hee bisa memanggilnya dengan sebutan ibu Do Jin. Do Jin berusaha menghibur ibunya dan meminta ibunya untuk tidak tersinggung dengan sebutan itu, karena ibunya punya dirinya.

“Kau tahu bagaimana kita hidup selama 30 tahun ini kan?” tanya Aeng Ran dan Do Jin mengiyakannya. “Penghinaan yang kita dapatkan dari keluarga Ma, kaulah satu-satunya orang yang bisa membalas mereka semua. Tuhan memberi kita satu kesempatan terakhir. Jangan sampai kehilangan kesemapatan itu.”


“Kesempatan?” tanya Do Jin tak mengerti.

‘Karena saudaramu sudah meninggal, kaulah satu2nya yang dapat memiliki Shinhwa Group.”

“Dia baru saja meninggal! Bagaimana ibu bisa mengatakan semua itu?” tanya Do Jin dengan nada tinggi. Aeng Ran berkata kalau dia sudah menunggu kesempatan itu selama 30 tahun, jadi dia meminta Do Jin untuk tidak berperilaku sembarangan dan terus berusaha mengambil hati ayahnya agar Do Jin dipercaya menjadi pemilih Shinhwa Goup.  Namun Do Jin menolak permintaan ibunya, dia berkata kalau dia tidak tertarik dalam hal itu.

“Apa kau mau disebut anak haram selama sisa hidupmu?” tanya Aeng Ran dan membuat Do Jin terperangah.



Yi Moon mengantar Bok Nyeo ke stasiun karena Bok NYeo akan kembali lagi ke penjara. Melihat Bok NYeo menggunakan sandal, Yi Moon langsung pergi untuk mencarikan sepasang sepatu buat  Bok Nyeo, sedangkan Bok Nyeo disuruh menunggu di bangku tunggu. Kereta api sudah datang dan Yi Moon tak kunjung datang. Untungnya sebelum Bok Nyeo naik kereta api, Yi Moon muncul. Jadi merekapun bisa bertemu sebelum Bok NYeo pergi dan memberikan sepatu yang dia beli.

Woo Seok dan Byeol sampai di depan toko laundry Yi Moon. Ternyata Woo Seok adalah menantu Yi Moon. Yi Moon bertanya pertanyaan yang sama dengan Joo Hee sebelumnya, tentang alasan Woo Seok kembali ke Korea. Fakta baru lagi, ternyata Byeol sakit dan Yi Moon bertanya apa alasan Woo Seok kembali karena ada masalah denga operasi Byeol. Woo Seok pun menjawab bukan karena hal itu, dia pulang ke Korea karena Byeol sangat merindukan Yi Moon dan Woo Seok juga merindukan Korea. Dan untuk masalah pekerjaan, Woo Seok tak mempermasalahkannya karena dia bisa mencari pekerjaan lagi.  


Aeng Ran menemui  Soo In dan mengatakan padanya untuk bersiap2 pergi dari rumah karena dia pasti tak akan lama lagi bakal diusir oleh keluarga Ma. Dia juga menyuruh Soo In untuk mencari cara mendapatkan uang dengan skill dan pendidikan  Soo In yang rendah. Secara blak-blakan Aeng Ran mengatakan kalau di keluarga Ma tidak ada satu orang pun yang menganggapnya sebagai anggota keluarga, terlebih Do Hyun sudah tidak ada lagi.

Tepat disaat itu Mi O menelpon Do Jin dan ibunya yang mengangkatnya karena Do Jin tidak berani. Aeng Ran dan Do Jin pun pergi untuk menemui Mi O. Saat sendirian, Soo In teringat lagi dengan apa yang Tae San katakan tadi malam. Soo In melihat makam suaminya dan berkata, "Aku baik2 saja, sayang... aku hanya kembali ke tempatku sebelumnya. Jangan khawatir."



Woo Seok dan anaknya pergi ke makam Jin Hee, ibu Byeol. Melihat ayahnya menangis, Byeol pun mengejeknya.

“Hei, Nam Byeol. ini tidak adil,kita sudah lama tak bertemu dengan ibumu. Kenapa kau bicara buruk tentangku?” ucap Woo Seok membela diri.

“Ibu perlu tahu apa yang seharusnya dia tahu.” Jawab Byeol.

“Apakah tidak apa-apa juga jika aku memberitahu kalau kau masih tidur dengan botol bayi dimulutmu?” tanya Woo Seok dan Byeol langsung menutup mulut ayahnya dengan tangan. “Kau tahu kan kalau itu memalukan?”

Byeol kemudian berkata kalau dia ingin berbicara dengan ibunya secara pribadi. Jadi dia meminta Woo Seok untuk menyingkir dan menutup telinganya. Byeol kemudia meletakkan boneka kesayangannya di atas makam ibunya (boneka-nya kayak Marsha). Dia berkata pada ibunya kalau dia sudah berusia 5 tahun, jadi sudah saatnya dia tidak bermain boneka lagi. Walaupun menutup telinga, Woo Seok bisa mendengar apa yang Byeol katakan dan dia pun tertawa. Mendengar ayahanya tertawa, Byeol dengan cepat menoleh ke arahnya dan Woo Seok pun langsung diam.

“Aku benar2 tidak mengerti, kenapa wanita cantik sepertimu menikahi pria yang sudah mengomel.  Aku tidak akan pernah menikah dengan pria seperti ayah.” Ucap Byeol dengan kesal, mendengar itu Woo Seok benar2 merasa tak percaya anaknya bisa berkata seperti itu.



Dengan diantar Wol Han, Aeng Ran dan Do Jin menemui Mi O di sebuah restoran. Sebelum masuk kerestoran, Do Jin meminta ibunya untuk tidak bersikap kasar pada Mi O karena dia sedang hamil.

“Apakah kau ingin menjadi ayah dari anak itu?” tanya Aeng Ran dan Do Jin dengan cepat mengatakan kalau dia tidak mau. “Kalau begitu kau diam saja tak usah bicara.” Ucap Aeng Ran dan masuk ke restoran.

Do Jin memberikan kartu namanya pada Wol Han dan menyuruhnya untuk membeli satu buket bunga cantik plus kartu namanya untuk wanita yang kepergok sedang bersamanya di vila. Karena sekarang wanita itu sedang sakit di rumah sakit gara2 shock atas kejadian kemarin. Setelah Do Jin pergi, Wol Han sambil mengumpat memasukkan kartu nama ke dalam dompetnya.



To the point, Aeng Ran bertanya berapa banyak uang yang Mi O inginkan dari mereka. dengan jelas Mi O menjawab kalau dia tidak mau uang, dia hanya ingin setengah dari Shinhwa Group.  Tentu saja Aeng Ran tidak akan memberikan hal itu padanya.


Poong Geum melihat mobil keluarga Ma, mengira kalau didalam mobil itu tidak ada orang, diapun hendak menempel lembaran iklan obatnya. Wol han yang ada di dalam mobil tidak terima mobil-nya di tempelin kertas seperti itu. Dari dalam mobil, Wol Han mengklakson dan menyalakan wishper kaca depan. Saking terkejutnya, poong Geum jatuh ke tanah. Saat Wol Han muncul, Poong Geum mengaku kalau tulang ekornya patah dan dia minta ganti rugi. Karena Wol Han merasa tak bersalah, Poong Geum pun mengancamnya dan akan melaporkan apa yang sudah Wol han perbuat pada polisi.

Tak punya pilihan lain, Wol Han pun membiarkan Poong Geum masuk kemobilnya. Ingin masalah ini selesai Wol Han ingin memberi Poong Geum uang namun, Poong Geum tak mau. Dia ingin Wol Han membelikannya obat mahal yang dia jual, agar dia bisa meminumnya sendiri untuk pengobatan punggungnya. Mendengar itu Poong Geum sadar kalau dia sudah ditipu. Untungnya pas di saat itu Aeng Ran menelpon dan Wol Han pun langsung masuk mobil dan pergi, namun sebelumnya dia pergi, dia sempat memberikan kartu pada Poong Geum.

Poong Geum sempat kesal saat ditinggal begitu saja oleh Wol Han, namun saat membaca kartu nama yang diberikan Wol Han, Poong Geum langsung tersenyum senang. ternyata saking buru-burunya, Wol Han salah memberikan kartu nama. Yang Wol han berikan pada Poong Geum adalah  kartu nama Do Jin... wkwkkwkk

bersambung
Sinopsis Legend of Witch episode 2 Part 2
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger