logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis My Lovely Girl Episode 5 Part 2

Sinopsis My Lovely Girl episode 5 part 2. Pada part sebelumnya diceritakan bahwa Hyun Wook sudah mulai mengambil keputusan tentang masalah yang terjadi di ANA. Dia memutuskan untuk membiarkan Jae Young dan ketiga anggota Infinite Power pergi dan tidak akan meminta mereka dan memohon pada mereka untuk kembali ke ANA. Tentu saja keputusan Hyun Wook langsung di protes oleh Tae Min. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk kita lanjutkan sinopsisnya.


Sinopsis My Lovely Girl episode 5 part 2



Hae Yoon mengingatkan Hyun Wook kalau mereka melakukan apa yang Hyun Wook katakan, mereka pasti akan banyak kehilangan uang. Hyun Wook menjawab kalau mereka bisa mencari uang lagi untuk mengganti semuanya. Namun Tae Min masih tak setuju dengan keputusan Hyun Wook sampai-sampai dia ingin bicara langsung dengan Presdir Lee untuk penyelesaian masalah ini.

Karena semua orang juga tak setuju dengan keputusannya, dan ingin membicarakannya lagi dengan presdir Lee, Hyun Wook pun langsung menelpon ayahnya.


“Anda berada di speaker. Aku ingin membiarkan Infinite Power pergi, tapi semua orang disini tampaknya ingin persetujuanmu. Jika anda tidak senang dengan hal itu, Anda dapat melakukannya, tapi aku tidak akan menjadi bagian dari itu. Apa keputusan anda?” tanya Hyun Wook setengah mengancam. “Anda akan melakukannya dengan cara Anda atau Anda hanya akan melihat apa yang akan aku lakukan?”

Tak ingin kehilangan Hyun Wook untuk yang kedua kalinya, Presdir Lee pun berkata kalau dia menyetujui apapun keputusan Hyun Wook. Setelah mendengar jawaban Presdir Lee, Hyun Wook langsung menutup telepon dan   menyuruh Tae Min untuk menunda pernyataan pada wartawan sampai Shi Woo kembali. Sedangkan untuk tim yang lain harus fokus pada konsep solo untuk Shi Woo dan Ra Eum.

Salah satu dari mereka kemudian bertanya siapa yang akan menulis lagu untuk Shi Woo dan Ra Eum. Mendengar pertanyaan itu, Hae Yoon langsung menjawab kalau Hyun Wook bisa menulisnya. Namun Hyun Wook menolak  tawaran itu.  Karena Hae Yoon terus ngotot, Hyun Wook langsung mengajaknya keluar untuk bicara berdua.


Saat berdua, Hyun Wook berkata kalau dia tidak akan membuat musik lagi. Hae Yoon menjawab kalau sekarang sedang dalam situasi kritis jadi Hyun Wook harus mau membuat lagu lagi. Hae Yoon lalu membahas tentang pemerasan yang di lakukan Jae Young tentang simpanan Presdir Lee. Dengan shock bijak, Hae Yoon berkata seharusnya Hyun Wook menceritakan semua padanya, hingga dia bisa membantunya dan sekarang Hae Yoon meminta Hyun Wook untuk membuat lagu lagi.

“Sejak kapan staf sangat mengganggu dengan keputusan Presdir? Apakah ayahku berbicara denganmu tentang perempuan itu juga?” ucap Hyun Wook dengan tegas dan menambahkan lagi kalau Hyun Wook hanyalah seorang karyawan di ANA, jadi da tak boleh melakukan hal-hal di luar batasannya.

Hae Yoon menjawab kalau dia hanya ingin membantu Hyun Wook dan dia tak ingin Hyun Wook berjuang sendiri. Menanggapi itu, Hyun Wook menyuruh agar Hae Yoon tidak melakukan apapun untuknya dan pergi. Di perlakukan seperti itu oleh Hyun Wook membuat Hae Yoon menangis.

Beberapa alat pembuat musik yang Hyun Wook pesan untuk Se Na sudah sampai di rumahnya. Mengetahui kalau semua baraang-barang itu Hyun Wook yang kirim, Se Na pun langsung menelponnya untuk mengkonfirmasi. Saat ditanya alasan Hyun Wook memberi semua itu, Hyun Wook langsung menjawab agar Se Na bisa dengan cepat membuat aransemen dan alat musik itu bisa dianggap investasi seperti memberikan asrama untuk peserta pelatihan.

“Lagu ini mendesak. Aku bilang sebagai Presdir ANA, bukan sebagai ahjussi lingkungan.” Ucap Hyun Wook dan langsung menutup teleponnya.


Semua alat musik sudah tertata rapi di kamar Se Na. Se Na pun langsung foto selfi di depan keyboard-nya. Dia hendak mengirim gambar itu pada Hyun Wook untuk menunjukkan kalau barang2 dari Hyun Wook tak cukup di kamarya, namun dia mengurungkan niatnya untuk mengirim gambar itu. Dia lebih memilih pergi untuk menemui langsung Hyun Wook di rumahnya. Sebelum pergi ke rumah Hyun Wook, dia menyempatkan diri membeli dua es krim, satu untuknya dan satu lagi untuk Hyun Wook.


Sambil menunggu Hyun Wook di depan rumahnya, Se Na teringat saat dia berkata pada Hyun Wook, tentang kapan Hyun bisa menulis lagu dengan baik. Dan saat itu Hyun Wook menjawab kalau saat terbaik dia menulis lagu adalah ketika dia sedang jatuh cinta. Se Na tersenyum mengingat itu dan terlihat sekali kalau Se Na sudah mulai jatuh cinta pada Hyun Wook.


Orang yang sedang Se Na tungguin ternyata sedang menemui Sung Jin di bar. Dia memberitahu Hyun Wook kalau Hae Yoon menangis karena apa yang Hyun Wook katakan padanya. Sung Jin juga memberitahu Hyun Wook kalau Hae Yoon sudah menyukai Hyun Wook sebelum Hyun Wook jatuh cinta pada So Eun, jadi Sung Jin berharap jika Hyun Wook jatuh cinta lagi, dia ingin Hae Yoon lah wanita itu.

“Cinta bukanlah sesuatu yang dapat kamu kontrol.” Jawab Hyung Wook.

“Cinta adalah sesuatu yang membutuhkan usaha.” Ucap Sung Jin.



Se Na masih menunggu di depan rumah Hyun Wook, namun Hyun Wook tak kunjung pulang. Tepat di saat itu Se Na mendapat telepon dari Shi Woo yang memintanya datang ke hotel tempat dia menginap dengan membawa topi yang dia pinjamkan sebelumnya dan pizza.


Se Na melakukan apa yang Shi Woo minta, dia datang dengan membawa topi dan pizza pesanan Shi Woo. Saat bertemu Shi Woo, Se Na langsung meminta uang ganti untuk pizza dan uang taksi, namun Shi Woo tak terlalu menghiraukannya karena dia sedang sibuk memakan pizza. Shi Woo terlihat sangat kelaparan karena dia memang sudah berhari-hari belum makan. Shi Woo tidak bisa mencari makan keluar karena dia sedang sembunyi dari orang-orang.

Setelah merasa kenyang, Shi Woo langsung membaringkan badannya. Melihat itu Se Na langsung menyuruhnya bangun karena dia mau mengambil dompet Shi Woo. Tak ingin beranjak, Shi Woo pun hanya membalikkan badannya dan menyuruh Se na mengambil sendiri dompet di saku celananya.


Se Na tak sengaja melihat kalau Shi Woo punya topi lagi dan dia pun bertanya kenapa Shi Woo harus meminta topinya padahal dia punya topi lagi. Shi Woo akhirnya menjawab kalau dia sekarang sedang merasa sedih.


Shi Woo duduk dan berkata, “Aku merasa makhluk jelek sendirian yang tidak punya seseorang yang bisa di telepon. Hanya ada dua orang yang ada disisiku saat aku menjadi seorang penyanyi. Staf ANA dan fansku. Tapi aku tidak bisa menunjukkan sisi jelekku pada fans-ku.” Ucap Shi Woo dan kemudian memberikan uang pada Se Na. Shi Woo tiba-tiba menangkap tangan Se Na dan meminta Se Na untuk datang lagi lain kali.

Se Na berangkat kerja ke ANA seperti biasa, saat dia melewati pintu depan dia harus menghindari para wartawan yang sedang mencari informasi tentang Shi Woo. Di dalam gedung, dia melihat Hyun Wook dan Sang Bong sedang membicarakan tentang keberadaan Shi Woo. Hyun Wook terus menyuruh Sang Bong untuk mencari Shi Woo karena mereka tidak akan tahu bagaimana pers akan bereaksi jika Shi Woo pergi lebih lama lagi.


Mendengar itu, Se Na langsung menemui Hyun Wook dan memberitahu tentang keberadaan Shi Woo sekarang. Mereka berdua kemudian pergi bersama ke hotel tempat Shi Woo meninap. Se Na memberitahu Hyun Wook kalau Shi Woo menelponnya tadi malam dan memintanya datang ke hotel, mendengar itu Hyun Wook terlihat tak senang. Namun Se Na tak melihatnya, dia malah dengan bangganya berkata kalau akhirnya dia juga berguna untuk ANA karena sudah memberikan informasi yang penting.

Dengan alasan kalau dia akan membicarakan pembicaraan antara Presdir dan artis, Hyun Wook menyuruh Se Na menunggu di lobi dan dia sendiri yang akan datang menemui Shi Woo.



Saat mendengar bel pintu berbunyi, Shi Woo mengira kalau yang datang Se Na.Jadi tanpa rasa curiga sedikitpun, Shi Woo langsung membukakan pintu. Namun dia langsung kecewa karena yang datang bukanlah Se Na melainkan Hyun Wook yang langsung nyelonong masuk ke kamarnya.

Dengan tegas Hyun Wook memberitahu kalau Shi Woo seharusnya membicarakan hal penting seperti ini pada perusahaan bukannya malah  menghilang dan bersembunyi. Hyun Wook juga menyuruh Shi Woo untuk keluar dari persembunyian dan menemui semua fans-nya yang menunggu di depan gedung perusahaan.

“Aku takut.” Ucap Shi Woo menghentikan langkah Hyun Wook yang hendak pergi. “Aku takut semua orang akan melihatku. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan.”


Hyun Wook berbalik lagi dan berkata kalau dia juga merasakan hal yang sama,  dia sudah di tinggal pergi oleh Jae Young.  Namun Hyun Wook tak ingin menuntut jae Young dan infinite star karena dia ingin mengalahkan mereka dengan menggunakan Shi Woo. Hyun Wook ingin Shi Woo bernyanyi solo. Karena Shi Woo tak langsung menerima usulan itu, Hyun Wook pun memberinya pilihan, kalau Shi Woo mau jadi penyanyi solo, ANA akan membantunya namun kalau Shi Woo memutuskan berhenti menyanyi, Hyun Wook akan menghormati keputusan itu. Dan dia memberikan Shi woo waktu berpikir 2 hari karena mereka harus cepat mengadakan konferensi pers.



Di lobi, Hyun Wook meminta Se Na untuk mengangkat telpon dari Shi Woo jika dia menghubungi, karena sekarang Shi Woo sedang membutuhkan dukungan. Mendengar itu, Se Na bergumam kalau dia merasa bersalah pada Shi Woo kemarin. Hyun Wook lalu bertanya apa Se Na benar2 dekat dengan Shi Woo, karena Shi Woo hanya menelpon Se Na saat dia bersembunyi. Dengan polosnya, Se Na menjawab kalau mereka mulai dekat sejak Shi Woo menyanyikan lagu ciptaannya.

“Apakah Shi Woo pria yang plin plan juga?” tanya Hyun Wook namun Se Na hanya diam tak mengerti.Hyun Wook lalu menyuruh Se Na untuk hanya menerima telepon dari Shi Woo saja dan tidak datang lagi ke hotel karena kalau sampaii pers tahu, semua itu akan jadi masalah bagi Shi Woo. Mendengar itu, Se Na lalu bergumam kalau dia hanya akan menerima telepon Shi Woo saja dan berlalu begitu saja dari depan Hyun Wook.

Melihat tingkah Se Na itu, Hyun Wook langsung bergumam kalau Se Na tidak takut pada apapun. Dia pun langsung berteriak dan bertanya tentang alat musik yang dia berikan pada  Se Na. Se Na langsung menjawab kalau dia sudah mengambil gambarnya, apa Hyun Wook mau lihat?

Hyun Wook tak mau dan langsung berjalan pergi, namun Se Na langsung mengirim gambar yang dia ambil semalam via pesan.

“Ta-da! Ini kamarku. Tapi dimana aku harus tidur?” tanya se Na yang tempat tidurnya di penuhi alat musik dari Se Na. Membaca pesan itu, Hyun Wook tersenyum. Namun senyum-nya langsung dia hentikan saat melihat Se Na.

“mengapa kau tidak mengatakan ‘terima kasih’? tanya Hyun Wook.

“Aku sudah mau berterima kasih padamu kemarin di depan rumahmu.” Jawab Se Na dan pergi. Hyun Wook pun tersenyum.


Presdir Lee diberitahu semua kerugian-kerugian yang akan dia dapatkan untuk mengatasi masalah  Jae Young. dia kemudian berencanan menjual sahamnya, namun rencanan itu langsung ditolak oleh asistennya, karena Presdir Lee sudah menyerahkan 5 % dari sahamnya pada Jae Young. jadi kalau Presdir Lee menjual lagi maka sahamnya akan lebih rendah dan dia akan kehilangan kekuasaan manajemennya. Asistennya lalu memberitahu Presdir Lee kalau Hee Sun sudah menyelidikinya dan sekarang dia bersiap menceraikan presdir Lee.


Presdir Lee sedang menggunting tanaman saat Hee Sun dan Mi Na datang. Hee Sun masih bersikap biasa saja pada Presdir Lee seperti tak ada yang terjadi. Sampai Mi Na disuruh masuk ke dalam rumah dan hanya tinggal Hee Sun dan Presdir Lee. Hee Sun langsung merubah ekspresi manisnya menjadi serius saat Presdir Lee membahas tentang gugatan cerainya yang dilakukan Hee Sun secara diam-ciam. Hee Sun berkata kalau dia akan menahan gugatan itu sampai Mi Na debut.


Hae Yoon mengajak semua trainee makan bersama, tentu saja mereka senang karena dihadapkan dengan makanan yang lezat. Sebelum mereka makan Hae Yoon mengatakan kalau perusahaan memang dalam kondisi kritis, namun semua itu adalah kesempatan bagi para trainee untuk menunjukkan kemampuan diri mereka.

Melihat Se Na yang hanya diam saja, Hae Yoon pun berkata pada semua trainee untuk ramah pada Se Na karena Se Na juga merupakan bagian tim prosuksi, yang akan menuliskan lagu untuk mereka semua.

Tepat disaat itu ponsel Hae Yoon berdering dan itu panggilan dari Hyun Wook. Karena Se Na duduk di samping Hae Yoon jadi dia juga melihatnya. Hae Yoon tidak menjawab panggilan Hyun Wook. Sebelum pergi, Hae Yoon menyuruh para trainee untuk berhenti makan tepat di jam 8 karena mereka akan di timbang besok.

Saat keluar, Hae Yoon melihat Hyun Wook menunggunya namun dia sedang tak ingin bicara dengan Hyun Wook karena ucapan Hyun Wook yang kasar sebelumnya. Hyun Wook langsung minta maaf, karena sudah terlalu berlebihan padanya. Dia kemudian memberitahu Hae Yoon kalau dia memang tak bisa membuat lagu lagi bukan karena dia tak ingin.

“Ini adalah earworm. Jika rasa itu kambuh, rasanya tidak mau berhenti selama berjam-jam. Kepalaku sakit seperti mau pecah. Aku tidak dapat membuat lagu atau mendengarkannya. Ini semua melelahkan.” Jelas Hyun Wook dan hae Yoon tentu saja langsung tercengang mendengarkannya.



Se Na masih bersama trainee yang lain. Karena tak nafsu makan setelah melihat Hyun Wook menghubungi Hae Yoon, Se Na pun memutuskan pergi.  Di luar, Hyun Wook masih bersama Hae Yoon. Hae Yoon memeluk Hyun Wook karena mengatahui Hyun Wook terkena sindrom yang menyiksa dirinya. Tepat disaat itu Se Na keluar dan melihatnya. Tentu saja Se Na yang tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, langsung beranggapan kalau Hae Yoon dan Hyun Wook benar-benar berpacaran.

Se Na pulang dengan sedih karena dia beranggapan kalau cinta nya bertepuk sebelah tangan. Disisi lain, Hyun Wook masih bersama Hae Yoon dan mereka sedang berjalan bersama. Hae Yoon meminta maaf  dan berterima kasih pada Hyun Wook, maaf karena sudah menyuruh Hyun Wook membuat lagu dan terima kasih karena Hyun Wook sudah percaya padanya dan memberitahunya tentang itu semua. Dia juga berkata kalau dia sedih karena sudah tak bisa lagi mendengar lagu baru ciptaan Hyun Wook. Hae Yoon lalu menyuruh Hyun Wook berdiri di depannya dan menutup telinganya.


“Kau akan sembuh.... tanganku memancarkan kekuatan penyembuhan.” Ucap Hae Yoon dengan mata berkaca-kaca.


Di kamarnya, Shi Woo teringat pada semua obrolan terakhirnya dengan Rae Heon. Saat itu Rae Heon berkata kalau Shi woo bukan apa-apa tanpa nama Infinite Power dan tanpa mereka bertiga. Setelah itu Shi Woo menyalakan lagi handpone-nya, dan disana dia menemuka sms dari Se Na yang menawari Shi Woo  untuk menghubunginya jika dia lapar, karena kali ini dia akan membelikan pizza yang ada keraknya.

Joo Hong terus memanggil Se Na karena sudah seharian Se Na tidak keluar kamar. Mendengar suara ponsel Se Na yang terus menyala, Joo Hong pun langsung menemui Se Na di kamar. Ternyata Se Na sedang asik membuat lagunya dengan mendengarkan earphone, sehingga dia tak mendengar suara Joo Hong dan suara ponselnya.



Joo Hong membuka earphone Se Na dan memberitahunya kalau ponselnya berderinng. Karena saat mau diangkat ponselnya berhenti berdering, Se Na pun langsung mengabaikannya tanpa memeriksa siapa yang memanggilnya. Setelah Joo Hong keluar, Se Na hendak melanjutkan penulisan lagunya. Saat dia mau memasang earophone-nya lagi, tiba2 ponselnya berdering lagi dan dia pun langsung mengangkatnya. Ternyata telephone itu adalah telephone dari Shi Woo yang meminta Se Na untuk membelikan makanan untuknya lagi. Namun kali ini, Se Na menolak karena dia harus segera menyelesaikan lagunya.

Karena lagu itu adalah lagu yang akan dia nyanyikan nantinya, Shi Woo pun meminta Se Na mengirimkan file-nya jika sudah selesai agar dia bisa mendengarkannya juga.

Setelah menutup telepon, Shi Woo terus memandangi ponselnya. Dia menunggu kiriman lagu dari Se Na. Setelah file-nya dikirim oleh Se Na, Shi Woo pun langsung mendengarkannya. Disisi lain, kita melihat Se Na sedang menelpon Hyun Wook dan menanyakan keberadaannya. Sepertinya Se Na ingin langsung menunjukkan lagu ciptaannya pada hYUn Wook.


Shi Woo sudah selesai mendengarkan lagu ciptaan Se Na dan dia hendak menemui Se Na. Tanpa perduli semua mata mengarah padanya, Shi Woo terus berjalan pergi menuju ANA.



Diruangannya, Hyun Wook sedang melakukan pertemuan dengan Ra Eum dan hae Yoon. Dimana Ra Eum menyarankan agar ANA mengeluarkan album Shi Woo terlebih dahulu. Jadi Ra Eum  bisa lebih memikirkan untuk konsep yang tepat untuk album dia yang selanjutnya.

“Bagaimana kabarmu dan Rae Hoon?” tanya Hyun Wook dan Ra Eun tidak mau menjawabnya. Dengan alasan kalau dia ada shuting iklan jadi dia memilih pergi.

Hae Yoon hendak menyusulnya, sebelum Hae Yoon bertengkar dengan Ra Eun karena memaksanya, Hyun Wook memberitahunya kalau Ra Eun butuh kenyaman yang lebih dari persuasi. Hyun Wook menebak kalau Ra Eun dan Rae Hoon sudah putus.

“Dia mungkin akan lebih nyaman mendiskusikan denganmu.” Ucap Hyun Wook. Mendapat permintaan khusus dari Hyun Wook untuk menghadapi Ra Eun, Hae Yoon pun meminta upah untuk semua itu, dia ingin Hyun Wook membalasnya dengan makan malam  bersamanya.


Se Na menemui Hyun wook dan menunjukkan lagu buatannya. Hyun Wook pun mengajak Se Na untuk mendengarkan lagu itu bersama-sama. Hyun Wook begitu menikmati lagu itu, sedangkan Se Na terus melihat Hyun Wook. Dia teringat pada saat dia pertama kali bertemu dengan Hyun Wook, saat hari-harinya bersama Hyun Wook dan yang terakhir dia teringat saat dia melihat Hyun Wook dan Hae Yoon berpelukan.


Disisi lain, kita melihat Shi Woo sudah berada di taksi. Dia dalam perjalan menuju ANA. Dia teringat saat dia melakukan rekaman untuk lagu yang Se Na buat. Sepertinya, Shi Woo sudah jatuh cinta pada Se Na. Sesampainya di ANA, Shi Woo langsung mencari Se Na.


Lagu selesai, dan Hyun Wook berkomentar kalau lagu Se Na diciptakan untuk membuat jantung berdetak. Se Na bertanya apa jantung Hyun Wook berdetak saat mendengar lagu itu. Belum sempat Hyun Wook menjawab, Hae Yoon datang menghampiri mereka.


Hae Yoon bertanya apa yang di lakukan Se Na di ANA padahal hari itu adalah hari liburnya. Hyun Wook pun menjawab kalau Se Na datang untuk menunjukkan lagu ciptaannya. Mendengar itu Hae Yoon pun berkata kalau dia juga ingin mendengar lagu itu, namun Se Na tidak memberikannya dan memilih pergi.

Setelah mencari-cari, akhirnya Shi Woo menemukan Se Na. Dan mereka bertemu tepat disaat  Se Na akan pergi dari Hyun Wook dan hae Yoon.

“Mengapa kau tidak menjawab?” tanya Shi Woo karena Se Na tak menjawab teleponnya yang masih berdering. Karena terlalu fokus dengan rasa cemburunya, Se Na pun baru sadar kalau ponselnya berdering.





Shi Woo menatap Se Na serius dan bertanya, “Kenapa kau terus membuat jantung seseorang berdetak?” Pertanyaan Shi Woo membuat Se Na, Hyun Wook dan Hae Yoon terkejut.

Bersambung

Sinopsis My Lovely Girl ep 6 dari Chusniati
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Kereenn,,,,,,,,,

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger