logo blog
Toko DVD
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis Legend of Witch episode 2 Part 2

Sinopsis Legend of Witch episode 2 Part 2. Setelah berusaha menipu Wol Han dan Poong Geum pun kembali ke kantornya. seperti bukan hari baiknya,saat pulang ke kantornya, Poong Geum malah mendapati dua polisi yang sudah menunggunya di dalam kantor. Kedua polisi itu datang untuk mengakap Poong Geum karena melanggar undang-undang  Sanitasi Makanan.

Menyadari kalau dia akan ditangkap, Poong Geum pun langsung melarikan diri dengan cepat. Dan akhirnya dia bisa menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di toilet wanita  yang di pintunya dia beri tulisan dilarang masuk.

Dari stasiun, Bok Nyeo berjalan kali menuju penjara wanita. Tak ingin sepatu dari Yi Moon rusak, diapun memasukkannya ke dalam kantong lagi dan dia melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan sandal miliknya. Tepat saat berada di depan penjara, Bok Nyeo teringat pada pembicaraan dia dan Yi Moon. Dimana saat itu Bok Nyeo berkata kalau dia merasa lebih nyaman saat berada di penjara. Saat itu Yi Moon terus meyakinkan Bok Nyeo kalau dia pasti bisa mengisi cangkang yang kosong itu.


Woo Seok sedang mengeluarkan barang2-nya dari tas. Di dalam tas, dia kemudian menemukan foto saat dia kecil dan sedang digandeng oleh seorang wanita. Namun sayang dia tidak bisa mengenali wanita yang menggandengnya itu karena wajah si wanita di sobek. Selain foto itu,  ada juga sebuag surat yang bertanya tentang siapa wanita yang menggandengnya, sepertinya Woo Seok mendapat kan foto dan surat itu dari surat kaleng yang dikirimkan padanya. Dia pun penasaran pada wanita yang ada di foto dan pada orang yang mengirim surat kaleng itu.




Hari penguburan Do Hyun tiba, semua orang mengantarnya dengan air mata. Selagi anak-anak ada di prosesi penguburan DO Hyun, Tae San dan kedua istri-nya pergi ke sebuah kuil. Tae San bertanya pada seorang biksu tentang ajaran Budha, jika seseorang meninggal apa mereka benar2 akan terjebak dalam siklus kehidupan, kematian dan kelahiran kembali karena karma mereka. BikSU itupun mengiyakannya. Dia bertanya lagi apa karma yang dimaksud disini adalah karma orang tua dari orang yang meninggal, dimana mereka tidak bisa mengikhlaskan anaknya melalui siklus itu? Biksu itu pun mengiyakannya lagi.


“Jika demikian, aku baik-baik saja. Aku tidak perlu khawatir padanya.” Ucap Tae San dan menghapus air matanya dengan sapu tangan.

Keluar dari kuil, Aeng Ran menyambut Tae San dan bertanya apa Tae San mau pergi bersamanya ke tempat penguburan Do Hyun. Tae San menjawab tidak mau karena dia menganggap Do Hyun adalah anak yang tidak baik sebab dia meninggal sebelum ayahnya. Tepat disaat itu Aeng Ran mendapat telepon dari seseorang dan dia pun langsung berjalan pergi untuk mencari tempat menjawab telepon.



Tae San kemudian menghampiri istrinya dan memberitahu dia kalau mereka sekarang sedang berada di kuil. Melihat kuil itu mengingatkan Dan Sim pada saat dia dulu sering datang ke sana bersama anak-anaknya. Tiba2 Dan Sim pun mencari Do Hyun dan hendak menyusuinya. Tentu saja Tae San reflek mennghentikan Dan Sim untuk membuka bajunya. Namun ingatan Dan Sim terus saja pada saat Do Hyun masih kecil dan sebagai ibu dia harus menyusuinya.

Tak lama kemudian, Aeng Ran datang dan mencoba menghentikan Dan Sim membuka bajunya. Namun tetap saja, Dan Sim berpikiran kalau dia masih berumur 28 tahun dan dia ingin menyusui Da Hyun kecil.



Dalam perjalanan pulang, Da Jin memberikan sebuah amplop pada Soo In dan saat ditanya apa isinya, Da Jin menjawab kalau itu adalah sesuatu yang ditemukan di jari yang penyelidik anggap adalah Do Hyun. Soo In pun langsung mengambil isinya dan ternyata itu adalah sebuah cincin. Melihat cincin itu dan mendengar kalau jari Do Hyun putus, langsung membuat Soo In benar-benar terkejut dan meminta Wol Han menghentikan mobilnya.



Soo In keluar mobil dan menangis. Semua orang yang berada di belakang mobil yang Soo In ikut berhenti dan menyaksikan Soo In menangis. Soo In meminta maaf pada Do Hyun karena dia tidak tahu bagaimana penderitaan Do Hyun.  Semua orang merasa iba melihat Soo In  seperti itu.


Woo Seok menunjukkan foto disaat dia kecil pada Yi Moon. Melihat foto itu, Yi Moon merasa akan sulit bagi Woo Seok untuk mencari ibunya. Namun Woo Seok tetap ingin mencobanya, hal pertama akan dia lakukan adalah menemui kepala panti asuhan tempat dia tinggal dulu. Woo Seok mengaku kalau dia tidak ingat apapun sebelum dia berada di panti asuhan. Dia bahkan tidak ingat siapa nama aslinya, dimana rumahnya dan siapa orang tuanya. Mendengar itu Yi Moon mengerti dan meminta Woo Seok untuk tidak perlu khawatir pada Byeol karena dia akan baik2 saja dengan Yi Moon.



Sesampainya di rumah Won Jae menyuruh Soo In pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan obat dan vitamin dari dokter, namun Soo In tak mau, dia memilih untuk beristirahat di rumah. Joo Hee yang tak mau berdiam diri di rumah, lebih memilih bekerja di kantor. Melihat Joo hee yang begitu rajin bekerja, Joo Ran pun tak membiarkan suaminya bersantai-santai di rumah, dia menyuruhnya pergi ke kantor juga dan bekerja. Begitu juga Do Jin, dia ingin beristirahat di rumah, namun dilarang oleh Wol Han yang sudah mendapat perintah dari Aeng Ran untuk memastikan Do Jin pergi bekerja.



Di kantor, Tae San terkejut saat mengetahui kalau semua saham milik Do Hyun akan diwariskan pada Soo In, jika dia meninggal. Won Jae lalu bertanya, bukankah saat Do Hyun dan Soo In menikah, Tae San sudah mengajukan surat perjanjian pranikah pada mereka. mendengar itu, Tae San pun teringat pada saat setelah Do Hyun dan Soo In menikah.


Saat itu Shinwha hampir hancur karena kasus penggelapan pajak dan saking tak inginnya diwawancara dan diburu para pencari berita, Tae San berpura-pura sakit dan masuk rumah sakit. Ketika Tae San masuk ke kamar rawatnya, ternyata sudah ada Do Hyun di dalamnya. Walaupun tak menyukai Soo In, Tae San menyuruh Do Hyun membawa istrinya dan kembali ke rumah. Karena Tae San pikir Do Hyun lah satu-satunya harapan dia untuk mengembalikan perusahaannya dan keluarganya.

Sebelum mengatakan iya, Do Hyun kemudian menujukkan surat perjanjian pranikah yang sudah dibuatTae San dan menyuruh Soo In menandatanginya. Karena itu Do Hyun bersedia kembali ke rumah, asalkan ayahnya mau membatalkan surat perjanjian itu. dan untuk menyelamatkan perusahaannya, Tae San pun menyetujui permintaan Do Hyun, jadi dia sekarang tidak bisa mengganggu gugat jika Do Hyun memberikan semua sahamnya pada Soo In.



Soo In sedang memandikan Dan Sim sambil berkata kalau sebentar lagi dia akan pergi jauh, jadi saat dia tidak ada Dan Sim akan diasuh oleh seorang pengasuh. Soo In meminta ibu mertuanya berjanji padanya untuk tidak melempar mangkuk nasi lagi ataupun menendangnya.

“kemana kau akan pergi?” tanya Dan Sim.

“Aku akan melakukan perjalanan.”jawab Soo in yang menambahkan kalau dia akan pergi jauh dan dalam waktu yang lama.

Dan Sim diam sejenak dan kemudian berkata kalau anak laki-lakinya sedang tertidur di kamar sebelah. Dan Sim lagi2 teringat pada Do Hyun saat dia masih kecil. Mendengar itu membuat Soo In menangis. Tepat disaat itu, Joo Ran datang dan memberikan ponsel Soo In karena ada telepon untuknya. Itu adalah telepon dari panti tempat Soo In bekerja dan dia disuruh segera datang kesana.

Melihat ibunya baru saja selesai mandi, Joo Ran pun hendak menggantikan Soo In untuk mengurus ibunya,namun baru saja dia mau duduk di dekat ibunya, ibunya malah menendangnya sampai Joo Ran terjatuh ke belakang. Dan Sim menendang Joo Ran karena tak suka pada bau farfumnya.



Woo Seok pergi kesebuah panti jompo untuk bertemu dengan kepala panti asuhannya dulu, namun sayang wanita yang bernama Kim Mi Soon itu baru saja menghembuskan nafas terakhirnya. Mendengar itu,tentu saja Woo Seok terkejut karena satu-satunya orang yang bisa memberitahu siapa dirinya, sekarang sidah meninggal. Tepat di saat Woo Seok keluar panti, Soo In datang namun mereka tak saling melihat. Ternyata Soo In diminta datang karena sebelum Mi Soon meninggal, dia begitu mengkhawatirkan Soo In.


Kita beralih pda Bok Nyeo yang sedang menjemur. Salah satu teman napi-nya bertanya kenapa Bok Nyeo kembali lagi ke penjara, padahal dia sudah berada di luar. Tepat disaat itu,seorang polwan menemui Bok Nyeo dan teman-temannya. Polwan itu mengatakan kalau masa tahanan Bok Nyeo benar2 habis dan dia bisa bebas. Teman-temannya dan polwan terlihat senang mendengatnya, namun Bok Nyeo terlihat tidak senang dan diapun menjawab kalau dia ingintetap tinggal d penjara.


Poong Geum pergi ke untuk menemui Wol Han, namun karena yang dia tahu Wol Han bernama Do Jin dan bekerja sebagai manager pemasaran, jadi dia pun menyebut nama manager pemasaran pada resepsionis. Tepat disaat itu, Mi O muncul dan juga mencari Do Jin. Resepsionis itu sudah diberitahu kalau Mi O tidak boleh bertemu Do jin, jadi dia pun berbohong kalau Do Jin tidak ada. Tentu saja Mi O tidak percaya karena dia melihat mobil Do Jin di tempat parkir. Mi O ingin langsung menemui Do Jin di ruangannya namun di hentikan oleh pegawai laki2. Mi O memberontak dan berteriak ingin memanggil polisi. Mendengar kata polisi, Poong Geum yang tadinya ingin bertemu Do Jin langsung mengurungkan niatnya dan langsung pergi.


Woo Seok pergi ke pantai dan merenung disana. Dia teringat kembali pada kata2 kalau Min Soo, kepala pantu asuhan tempat dia dulu sudah meninggal. Tak berada jauh dari tempat Woo Seok duduk, kita melihat Soo In sedang berdiri mengadap pantai. Dia teringat pada  kata2 Tae San yang ingin mengusirnya tepat disaat proses pemakaman selesai. Soo In kemudian melihat cicin milik Do Hyun. Merasa itulah satu-satunya peninggalan yang Soo In punya dari Do Hyun, Soo In pun berjanji akan menjaganya sampai dia mati.




Tepat disaat itu, Joo Ran menelpon dan memintanya untuk cepat pulang karena ada yang ingin Tae San bicarakan pada Soo In. Setelah menutup telepon dari Joo Ran, tanpa disengaja cincin milik Do Hyun terjatuh dan terseret ombak. Soo In hendak mengejarnya. Namun Woo Seok melihat Soo In dan mengira Soo In ingin bunuh diri. Dia menarik tangan Soo In sehingga membuat Soo In tak bisa mengejar cincin milik suaminya itu.  kehilangan cincin Do Hyun, Soo In kesal dan langsung menampar pipi Woo Seok. Dia menyalahkan Woo Seok atas hilangnya cincin Do Hyun.

Woo Seok yang tak tahu kalau Soo In sedang mengejar cincin suaminya, tentu saja tak mau disalahkan. Dia menganggap kalau apa yang sudah dia lakukan itu benar. Dia merasa sudah menyelamatkan nyawa Soo In.

Soo In histeris dan terus berteriak meminta Woo Seok mencari cincinnya. Tak dapat menemukan cincinnya, Soo In pun memilih pergi. Tak terima disalahkan seperti itu Woo Seok pun mengikuti Soo In dan meminta kalau Soo In seharusnya berterima kasih padanya bukannya malah memarahinya.


“itu adalah cincin kawin. Itu adalah kenang-kenangan dari suamiku yang sudah meninggal. Itu hal terakhir yang suamiku tinggalkan untukku. Sekarang... kau....  sudah menghiangkan kenangan berharga dari suamiku.” Ucap Soo In dan Woo Seok baru menyadari kesalahannya. Diapun meminta maaf atas kesalahannya itu. setelah menerima permintaan maaf Woo Seok, Soo In pun berjalan pergi. Namun Woo Seok masih tidak bisa terima dan dia mengejarnya lagi.


Woo Seok berdiri di depan Soo In dan berkata, ‘Aku sudah bilang aku minta maaf, tapi kau harus berterima kasih padaku. Kau tidak ingat? Ketika kau pingsan di rumah sakit, aku dan putriku yang membawamu ke UGD. Untuk itu aku ingin kau mengucapkan terima kasih.” Ucap Woo Seok.

Soo In pun mengucapkan terima kasih seperti yang Woo Seok minta. Dan kali ini gantian, Woo Seok yang berjalan pergi terlebih dulu.  Sendirian di pinggir pantai, Soo In memilih duduk sebentar dan melihat  laut yang luas.


Soo In pulang dengan tergesa-gesa dan disana sudah ada semua anggota keluarga Ma menunggunya. Won Jae kemudian bertanya sebenarnya apa yang ingin Tae San umumkan kepada mereka semua. Tae San tak langsung menjawab, dia hanya melihat ke arah Soo In. Melihat itu Do Jin langsung terbawa emosi dan meminta ayahnya untuk mengurungkan niatnya mengusir Soo In, karena dia masih berduka atas meninggalnya Do Hyun. Apa yang Do Jin katakan juga disetujui oleh Joo Hee. Walaupun Do Jin dan Joo Hee sudah berkata demikian, Tae San masih saja diam. Sehingga membuat Soo In yang langsung bicara.


“Aku akan meninggalkan rumah ini.” Ucap Soo In dan membuat semuanya terkejut. “Aku berpikir akan pergi setelah hari ke 49 setelah kematian Do Hyun, tapi aku rasa aku harus pergi sekarang. Meskipun aku akan pergi, aku akan tetap mendoakan kesejateraan anda.”

Mendengar ucapan Soo In membuat Joo Ran dan Won Jae langsung meminta maaf jika mereka berdua sering membuat Soo In susah. Aeng Ran kemudian memberikan amplop berisi uang untuk Soo In dan dia berkata kalau itu adalah darinya. Tak bisa menahan air matanya lagi, Soo In pun meminta izin untuk pergi kekamarnya dan berkemas.

Namun sebelum Soo In sampai  kekamarnya, Tae San akhirnya bicara dan berkata kalau dia belum mengatakan apa2 pada Soo iN.



“Mulai sekarang... pemilik baru dari Shinhwa Group adalah kau.” Ucap Tae San dan tentu saja langsung membuat semua orang terkejut. “setelah Do Hyun... ingin kau mengambil alih Shinhwa Group.”

“Ayah...” ucap Soo In tak percaya.

“Inilah keinginan terakhir orang tua.” Jawab Tae San  dan bersambung

Bersambung

Sinopsis The Legendary Witch ep 3
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

kayanya seru juga nih ceritanya, tq ya atas sinopsisnya

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger