logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
loading...

Sinopsis My Spring Days Episode 12 Part 1

Sinopsis My Spring Days episode 12 part 1. Pada episode sebelumnya diceritakan kalau Dong Ha memutuskan kembali ke Seoul dan memberanikan diri untuk menjalin hubungan diantara mereka berdua. Karena keputusan mereka itu, banyak orang2 terdekat mereka yang tak bisa menerimanya. Terutama dari keluarga Bom Yi, sampai2 ayah Bom Yi pergi menemui Dong Ha dan meminta dia untuk menjauhi Bom Yi. Tepat di akhir episode akhirnya ibu Bom Yi tahu tentang hubungan Bom Yi dan Dong Ha, tentu saja itu membuatnya terkejut.

Sinopsis My Spring Days episode 12 part 1




Saat ingin menemui Bom Yi di rumah Se Na, Myung Hee tanpa sengaja melihat Bom Yi bersama Dong Ha. Dengan nada marah Myung Hee menyuruh Bom Yi mengemasi barang2-nya dan ikut turun denganya. Bom Yi terlihat enggan melakukan apa yang ibunya minta, namun karena Dong Ha yang menyuruhnya untuk melakukan apa yang diperintahkan ibunya, jadi Bom Yi pun mau. Dengan tatapan sedih, Bom Yi meninggalkan Dong Ha dan pergi kepada ibunya yang sudah menunggunya dibawah.


Saat melihat Bom Yi, Myung Hee langsung bertanya apakah Dong Ha yang membuat Bom Yi memutuskan hubungan dengan Dong Wook dan Bom Yi hanya diam saja. Dia lalu bertanya berapa umur Dong Ha. Dan Bom Yi malah balik bertanya apakah tentang umur itu penting. Myung Hee sudah tak bisa berkata2 lagi dan dia langsung mengajak Bom Yi pulang.

Dong Ha keluar melalui pintu lain, dan saat melihat mobil Myung Hee melintas, ada ekspresi sedih di wajahnya.

Hyuk Soo terkejut saat melihat istrinya pulang bersama Bom Yi, dia pun bertanya kenapa mereka bisa pulang bersama-sama. Namun tak ada satupun dari ibu dan anak itu menjawab pertanyaan Hyuk Soo.  Melihat dari ekspresi Myung Hee yang marah dan Bom Yi yanng sedih, Hyuk Soo sudah bisa menebak tentang apa yang terjadi diantara mereka.


Lagi2 Myung Hee bertanya apa karena Dong Ha, penyebab Bom Yi memutuskan hubungannya dengan Dong Wook. Bom Yi menjawab kalau dia paham ibunya marah, dan dia meminta ibunya untuk berbicara  buruk tentang Dong Ha, karen Dong Ha bukan orang jahat.

“Dia bukan orang jahat? Dia tergoda dengan wanita yang sudah bertunangan dengan orang lain, bahkan wanita itu jauh lebih muda darinya. Dia bahkan memelukmu di jalan dimana orang bisa melihatmu.” Ucap Myung Hee dengan marah. “Bagaimana dan dimana kau bisa bertemu dengannya? Dia tampak seperti seusia ayahmu. Apakah kau bertemu dengannya dikantormu?”

“Dia adalah CEO dari perusahaanku.” Jawab Bom Yi.


“CEO perusahaanmu adalah saudara dr Kang.” Ucap Myung Hee menyadari sesuatu dan Hyuk Soo membenarkannya. Ternyata Myung Hee belum pernah bertemu dengan kakak Dong Wook dan dia jadi sangat terkejut saat mengetahui kalau BomYi menjalin hubungan dengan kakak Dong Wook.


Hyuk Soo lalu bercerita tentang dia yang sudah menemui Dong Ha dan mengungkapkan semua perasaan mereka tentang hubugan BomYi dan Dong Ha. Dan Hyuk Soo yakin, Dong Ha akan mengakhiri hubungannya dengan Bom Yi sesuai permintaannya. Jadi sekarang, “Mari kita percaya kalau Bom Yi akan mengikuti kehendak kita juga.” Ucap Hyuk Soo pada Bom Yi dan Bom Yi tidak bisa berkata apa2 lagi.

Myung Hee hendak beranjak dari duduk nya, namun karena dia merasa sangat shock,dia pun hampir terjatuh lagi. Bom Yi khawatir dan reflek memanggil ibunya.

“Ibu? Apakah aku benar2 seorang ibu untukmu? Aku merasa sangat aneh padamu. Putriku tidak akan pernah melakukan hal seperti ini padaku.” Ucap Myung Hee dan pergi ke kamarnya.


Kita beralih pada Dong Ha yang menemui Dong Wook. Dengan jelas,Dong Wook berkata kalau tidak ada yang ingin dia katakan pada kakaknya dan itu berati dia tidak mau bicara dengan Dong Ha. Namun Dong Ha berkata kalau ada hal yang ingin dia katakan pada Dong Wook.

“Aku sudah tahu tentang hubunganmu. Apalagi yang kau ingin beritahu padaku? Aku minta maaf Hyung, tapi aku tidak mau mendengar apapun darimu.” Ucap Dong Wook dan langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.

“Dong Wook..... baiklah.... aku akan menunggu.... jika kau berubah pikiran,telepon aku kapan saja.” Ucap Dong Ha, namun Dong Wook hanya mendengarkannya saja dan dia terus berjalan masuk ke dalam rumah.


Ibu mengajak Dong Wook makan malam bersama di sebuah restoran. Ibu meminta Dong Wook untuk menceritakan padanya tentang perasaannya sekarang, dan jangan disimpan sendiri dan menderita sendiri. Mendengar itu, Dong Wook merasa terharu dan sambil makan dia berkata kalau disaat ibunya kembali ke sisihnya itu sudah membuatnya merasa baik.

“Ini belum terasa sulit eomma, aku hanya sedikit tidak nyaman.” Jawab Dong Wook dan ibu berkata kalau Dong Ha juga pasti merasa bersalah.

Dong Wook memakan makanannya lagi sambil menahan air matanya dan ibu bisa melihat dengan jelas kesedihan anak bungsunya itu.

Dong Ho pulang  dan tepat disaat dia baru turun dari mobil, dia mendapat telepon dari Bom Yi. Namun Bom Yi tidak langsung menjawabnya hingga Dong Ha bertanya apa Bom Yi bisa mendengarnya.


“Aku bisa mendengarmu dan juga melihatmu.”jawab Bom Yi dan kita lihat Bom Yi ternyata sedang bersembunyi di balik batu. Dong Ha terlihat senang saat melihat Bom Yi ada di depannya.

Bom Yi kemudian mengajak Dong Ha pergi ke taman bermain. Dong Ha bertanya apa orang tua Bom Yi benar2 kecewa dan BomYi berbohong dengan menjawab kalau orang tuanya tiidak marah padanya.

“Jika demikian kenapa kau menemuiku selarut ini? Apa orang tuamu mengusirmu?”


“Tidak... aku datang untuk menghiburmu... karena aku khawatir kau akan marah dengan orang tuaku. Aku bilang... aku ingin membuatmu nyaman.” Jawab Bom Yi dan itu membuat Dong Ha tersenyum  sampai2 dia berkata kallau keberadaan Bom Yi adalah kenyamaan untuknya. Bom Yi lalu berkata kalau sikap ibunya tadi memang sedikit kasar karena ibunya memang sangat terkejut dan Dong Ha mengerti akan hal itudan Dong Ha juga mengerti tentang apa yang ayah Bom Yi lakukan, karena ayah Bom Yi adalah ayah yang baik.

“Hubunganku dengan ayahku.... sebaik dirimu dengan Poo Reum. Oia... ayahku seperti seorang teman untuk Dong Wook juga.” Ucap Bom Yi dan Dong Ha terlihat tak nyaman mendengar hal itu. “Kau tidak ingin aku membicarakan tentang hal itu?” tanya Bom Yi yang menyadari kalau dia sudah salah bicara. Namun Dong Ha dengan cepat mengatakan tidak, dia tidak keberatan mendengat Bom Yi mengatakan hal itu.

“Dong Woo oppa... awalnya lebih dekat dengan ayahku daripada denganku. Ayahku mengatakan padaku kalau Dong Wook adalah teman sekaligus anak baginya, karena Dong Wook tidak punya ayah.”

“Ayah kami meninggal ketika Dong Wook masih sangat muda. Aku harusnya selalu mengurusnya dengan lebih baik saat itu. aku berterima kasih pada ayahmu.” Ucap Dong Ha.

Bom Yi kemudian bertanya berapa umur Bom Yi saat itu? dan Dong Ha menjawab saat itu dia berumur 17 tahun sedangkan Dong Wook 7 tahun. “Ibuku dan aku sedang sibuk bekerja di pertanian. Jadi kami tidak bisa mengurusnya.” Ucap Dong Ho dengan sedih,melihat Dong Ho menunduk sedih, Bom Yi pun langsung membelai kepala Dong Ho.



Dong Ha tersenyum dan dia kemudian mengajak Bom Yi makan kue beras goreng di depan SMA Seo Dong, SMA tempat Bom Yi sekolah dulu. Mereka berdua pun makan kue beras dengan lahap disana. Melihat Bom Yi terus memakai gelang buatannya, Dong Ha pun bertanya apa Bom Yi akan terus memakai gelang itu?

“Kenapa? Apa kau tidak suka melihat aku memakainya?” tanya Bom Yi.

“Tidak, hanya saja itu sudah benar2 tua, mungkin akan cepat putus.”

“Baiklah. Kalau begitu aku hanya akan memakainya untuk acara2 khusus saja.” Ucap Bom Yi dan kemudian bertanya apa Dong Ha sudah membaca buku yang dia berikan. Dong Ha mengiyakan dan berkata kalau dia pikir Bom Yi tak seharusnya menambahi ceritanya karena Alphonse Daudet ‘The Stars’di tulis dari sudut pandang orang pertama dalam hal ini adalah si penggembala sedangkan Bom Yi meneruskan ceritanya dari sudut pandang si tokoh wanita. Dong Ha menyebut tulisan Bom Yi berantakan.


“Beraninya kau menyebutku berantakan? Wajahmu yang berantakan.” Jawab Bom Yi karena di wajah Dong Ha tertinggal bekas tisu. Sebelum pulang, Bom Yi membeli beberapa bukus kue beras goreng  untuk anak-anak Dong Ha.

Euuuum.... aku penasaran sama rasa kue beras ini, kayaknya enak banget rasanya juga kyk-nya pedes juga mpe Dong Ha keringetan. Aaaaargh pengeeeeeen.... pertama kali liat kue beras ini pas lagi nyinop golden rainbow... pas itu tokoh utamanya juga lagi makan itu....

Dong Ha mengantar Bom Yi pulang. Dan dia sengaja tak mengantarkan Bom Yi tepat di depan pintu masuk, karena urusan akan tambah ribet kalau sampai orang tua Bom Yi melihat. Dong Ha lalu bertanya apa yang akan Bom Yi lakukan besok. Dan Bom Yi menjawab kalau besok dia akan mulai mencari pekerjaan dan berbicara dengan ibunya juga.

Dong Ha lalu berkata kalau dia ingin bertemu dengan orang tua Bom Yi, namun Bom Yi melarangnya, dia berkata kalau dia sendiri dulu yang akan berbicara pada orang tuanya, untuk meyakinkan mereka, dan jika nanti dia tidak bisa meyakinkan mereka, dia nanti baru akan meminta bantuan Dong Ha.


Bom Yi sudah melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah, namun dia berbalik lagi dan berjalan menghampiri Dong Ha. Dengan cepat BomYi mencium pipi Dong Ha dan kemudian baru masuk  ke dalam rumah. 



Bom Yi masuk ke kamarnya dengan senyum-senyum sendiri. Dan senyumnya langsung hilang saat dia melihat ibunya ada di dalam kamarnya dan sedang menunggunya.

“Dari mana kau? Apakah kau sangat merindukannya sahingga... kau harus pergi menemuinya? “ tanya Myung Hee dan tak dijawab oleh Bom Yi. “Apa dia sudah tak bisa berpikir? Bagaimana dia bisa begitu tidak rasional?” tanya Myung Hee lagi.

Bom Yi langsung menjawab kalau dialah yang mendatangi Dong Ha. “Dia menolakku.... dan dia melakukan yang terbaik untuk mendorongku pergi. Tapi eomma.... aku memeluknya.... dan aku mengikutinya.... aku merasa seperti aku akan mati... karena aku sangat merindukannya. Aku menyukainya. Aku menyukai dia lebih dari dia menyukaiku. Aku sangat menyukai dia jad aku takut dia akan menghilang dariku lagi.” Ucap Bom Yi dan kemudian duduk di samping ibunya. Bom Yi memegang tangan ibunya dan meminta maaf.

“Kau tidak tahu siapa dia? Dia kakak dari tunanganmu.”

“Aku tahu.  Aku tahu lebih baik dari siapapun.”

“Jika kau tahu, maka bagaimana kau bisa melakukan ini? Itu tidak masuk akal. Bukankah kau bisa berpikir?” tanya Myung Hee.

“Aku tidak bisa.... berpikir.... aku tidak bisa berpikir secara rasional. Ketika aku bangun.... aku.... tubuhku... dan jantungku....  bersama dengannya. Aku tahu kalau ada banyak orang yang dirugikan olehku. Aku tahu aku salah. Tapi.... aku ingin hidup dengan cara ini untuk sekali dalam hidupku. Hanya untuk sekali.... aku ingin hidup seperti yang aku inginkan. Ketika aku sakit. Aku berpikir kalau aku harus sembuh dengan cepat.... untuk orang tuaku yang sangat khawatir padaku. Setelah aku sembuh,,,, aku berpikir kalau aku harus menjalani hidupku sepenuhnya dengan baik. Karena itu bukan sepenuhnya milikku. Tapi sekarang.... aku sangat bahagia eomma. Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku..... aku sudah merasa seperti aku benar2 hidup. Aku sangat senang dan bersyukur.  Karena aku masih hidup.” Ucap Bom Yi dan menangis, Myung Hee juga yang mendengarkannya ikut menangis.



Di rumah Poo Reum memakan kue beras yang Dong Ha bawa pulang. Melihat ekspresi wajah Dong Ha yang murung, Poo Reum pun menebak apa Dong Ha bertengkar dengan Bom Yi. Dong Ha pun menjawab tidak, karena walaupun mereka berdua bertengkar, dia tidak akan bisa menang melawan Bom Yi.

“Apakah ada kemungkinan.... keluarganya menentang hubunganmu karena aku?” tanya Poo Reu menebak lagi.

“Apa yang kau bicarakan? Kenapa karena kau?”

“Aku penasaran... apakah keluarganya tahu kalau aku diadopsi atau tidak.”

“Mereka tidak tahu.”

“Lalu beritahu mereka.” Pinta Poo Reum karena dia pikir Dong Ha harus memberitahu mereka tentang jati dirinya. Dan Poo Reum juga minta Dong Ha untuk memberitahunya jika keluarga Bom Yi menolak Dong Ha karena dirinya.

“Jika aku memberitahu tentang hal itu, apa yang akan kau lakukan?” tanya Dong Ha dan Poo Reum menjawab kalau dia akan tinggal bersama nenek di Pulau Udo. “Kau bilang kau membutuhkan seorang ibu.”

“Aku tidak mengatakan itu demi diriku. Itu demi Ba Da. Aku sudah punya dua ibu. Jika aku berharap untuk punya ibu ketiga, aku benar2 rakus.”

“Hei putriku. Berhentilah mengatakan omong kosong. Siapa bilang mereka menentang hubungan kami?” tanya Dong Ha dan Poo Reum menjawab kalau neneknya selalu berkata kalau tidak ada yang akan menghargai hidup dengan anak angkat. Mendengar itu Dong Ha langsung bergumam kalau ibu mertuanya itu harus berhenti menonton drama di televisi.


Poo Reum tersenyum dan kemudian melanjutkan makan kue berasnya. Saat dia akan menelan kue beras di mulutnya, Dong Ha berkata kalau Poo Reum akan gendut jika makan di malam hari. Mendengar itu, Poo Reum langsung tersedak dan menaruh sumpitnya dengan keras.

“Aku bercanda. Mengunyahnya secara menyeluruh dan makanlah. Itu hanya akan membuatmu menjadi lebih tinggi. Jangan khawatir.” Ucap Dong ha dan Poo Reum pun tertawa senang kemudian melanjutkan makannya.

*Fakta baru, ternyata poo Reum adalah anak adopsi. Wajar saja dia pergi dari rumah saat Soo Jung mengandung Ba Da. Dia takut akan tidak diperhatikan lagi oleh Dong Ha dan Soo Jung.


Myung Hee sedang berbicara dengan suaminya tentang Bom Yi. Walaupun sudah mendengar isi hati Bom Yi, Myung Hee tetap tidak terima kalau Bom Yi bersama Dong Ha. Selain khawatir Bom Yi akan terus bersama Dong Ha, Myung Hee jga khawatir Dong Wook akan meninggalkan rumah sakit mereka.

Di kamarnya, Bom Yi memandang kapsul2 yang diberikan Poo Reum dan Ba Dan padanya. Itu adalah kapsul yang sudah Soo Jung buat untuk anak-anaknya. Bom Yi membuka satu kapsul dan membaca tulisan yang ada di kertas di dalamnya.

“Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja.” Bom Yi kemudian meletakkan botol kapsul itu diantara obat2an miliknya.



Di kamarnya, Dong Ha terus membaca cerita tambahan yang dibuat Bom Yi tentang pengembala itu.  Kita beralih lagi pada Bom yi yang sekarang sedang tidur dan sepertinya dia mimpi buruk hingga membuatnya terbangun. Diapun mengeluh kalau dia tidak bisa bernapas. Bom Yi hendak berdiri, namun dia terjatuh lagi dan kepalanya berasa sakit. Ada apa dengan Bom Yi? Apa yang dia rasakan adalah efek dari transplantasi jantungnya.


Keesokanharinya, Bom Yi menyiapkan sarapan untuk orang tuanya. Hyuk Sik muncul dan terkejut melihat apa yang Bom Yi lakukan. Bom Yi lalu bertanya dimana ibunya, namun Hyuk Sik tak menjawab. Bom Yi pun bisa menebak kalau ibunya pasti masih marah padanya.




“Maafkan aku appa.”

“Aku bilang padamu untuk tidak menyesal.”

“Maafkan aku.” Ucap Bom Yi dengan pelan.

Tak mau membahas tentang masalah itu, Hyuk Sik langsung mengajak Bom Yi makan. Tepat disaat itu Myung Hee keluar kamar dan langsung menghampiri Bom Yi, dia bahkan tak menghiraukan ajakan suaminya untuk makan bersama.

“Jangan pergi bekerja mulai sekarang.” Ucap Myung Hee.

“Baiklah. Aku juga punya pemikiran yang sama.” Jawab Bom Yi.


Tapi ternyata bukan hanya melarang Bom Yi bekerja lagi, Myung Hee juga melarang Bom Yi untuk tidak bertemu dengan Dong Ha lagi. Dia lalu bertanya apa ibu Dong Ha tahu tentang hubungan mereka dan BomYi menjawab dengan anggukan. Tak ingin istri dan anaknya bertengkar lagi, Hyuk Sik pun menghentikan pembicaraan mereka dan menyuruh istrinya untuk berangkat kerja. Sebelum pergi, Myung Hee memperingatkan Bom Yi untuk tidak pergi kemana-mana dan diam di rumah.


Hyung Woo sedang membacakan jadwal yang harus dilakukan Dong Ha. Dan tepat disaat itu, ibu Dong Ha menelpon dan memintanya untuk makan siang bersama.

Apa yang akan dikatakan ibu Dong Ha? Jangan kemana-mana, part 2 akan saya usahakan malam ini. Maaf yah dh telat lama banget.


Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Min saya suka kdrama tp karena gk punya cukup waktu untuk nonton saya pilih baca sinopsisnya.
Min saya mw request dong...
Tolong buatin sinopsis kdrama GLORIOUS DAY...
Ditunggu y min...

Balas

loading...
Copyright © 2013. Drama Populer - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger